Penjelasan Kades Cipendeuy Lebak soal Gedung KopDes Dibangun di Tempat Pemakaman Umum
Ahmad Tajudin February 10, 2026 01:59 PM

TRIBUNBANTEN.COM, LEBAK - Kepala Desa (Kades) Cipendeuy, Feni Permatasari, buka suara terkait pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di lahan yang diduga sebagai Tempat Pemakaman Umum (TPU) yang berlokasi di Desa Cipendeuy, Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Cipendeuy adalah salah satu desa di Kecamatan Malimping, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Lokasi desa ini berjarak sekitar 237 km dari kantor Bupati Lebak, dengan estimasi waktu sekitar 4 jam.

Warga mengeluhkan pembangun gedung KDMP tersebut, karena menggunakan lahan yang selama ini dijadikan tempat pemakaman oleh warga setempat.

Kades Feni menegaskan bahwa lahan yang dihuni untuk gedung KDMP tersebut adalah lahan milik perhutani, dan mengklaim bahwa pihak perhutani tidak pernah memberikan atau mewakafkan tanah tersebut kepada warga.

"Tanah tersebut dimiliki oleh perhutani, dan pihak asper. Belum pernah memberikan wakaf atau hibah secara tertulis maupun lisan kepada masyarakat," tegas Feni dalam keterangan tertulisnya kepada TribunBanten.com, Selasa (10/2/2026). 

Ia mengatakan, berdasarkan keterangan dari Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pihak penggarap KDMP, bahwa gedung KDMP tersebut tidak berada di makam dan jauh dari lokasi pemakaman. 

"Menurut keterangan ketua LMDH maupun masyarakat yang lainnya, lahan yang sekarang mau digarap oleh KopDes itu tidak ada makam, dan jauh dari pemakaman. Terkecuali yang didekat pohon kaung itu ada 4 kuburan," katanya. 

Pada saat ditanya apakah sudah ada musyawarah dengan masyarakat, Kades Cipendeuy tersebut tidak menanggapi dan langsung menutup percakapan melalui pesan WhatsApp. 

Baca juga: Modus Minta Dibuatkan Kopi, Kakek Penjual Getuk Rudapaksa Wanita Disabilitas di Serang Banten


Kronologi 

Sebelumnya, dalam sebuah video yang diterima TribunBanten.com, lahan yang rencana akan dibangun gedung KDMP tersebut sudah rata dan tepat bersebelahan dengan kuburan. 

"Begini lah pemakaman yang sudah lama kita jaga ancur, karena ada program KDMP," katanya dalam suara video tersebut, Senin (9/2/2026). 

Ia juga mempertanyakan mengapa pembangunan KDMP menggunakan lahan kuburan?  

"Bukannya di lestarikan, dirapikan dan dilindungi, malah di acak-acakan gini coba perhitungannya. Padahal lah kosong banyak, kenapa kuburan yang dirusak," katanya. 

Menurutnya bukan sedikit kuburan yang tergusur akibat keberadaan gedung KDMP tersebut. 

"Padahal program pemerintah, ko bisa ngacak-ngacak makam umum, ini makam bukan satu hari, tapi sudah ratusan tahun diwakafkan ke warga Cilajim, sama warga Cikadu. Pohon-pohon ditebangin, kuburan udah kena gusur, gimana coba solusinya ini," ujarnya. 

"Bahkan yang mau pada jarah kuburan juga terhalang tidak bisa lewat, coba gimana ini. Gak begitu paham ini," sambungnya. 

Suara yang mengambil video itu juga mengatakan bahwa tidak ada musyawarah dengan masyarakat terkait KDMP tersebut. 

"Kita mah sudah susah payah lindungi makam biar rapih dan bagus, dikasih Menteri kehutanan. Makam udah berapa biji nih yang ke gusur, banyak," ucapnya. 

"Rencana pohon-pohon gede mau di tebang ini, kalau udah begini masyarakat bingung. Padahal rencana dulu yang di samping ini bukan makam, ko yang dibangun malah makam. Apa kira-kira merek cari lahan gratis," sambungnya. 


Warga benarkan soal gedung KDMP tersebut berada lahan pemakaman

Saat dikonfirmasi, warga Cikadu yang lokasi tidak jauh dari makam tersebut membenarkan, bahwa gedung KDMP tersebut berada di tengah kuburan.

"Iya benar, itu di lahan makam," kata warga yang enggan disebutkan namanya, dalam sambungan telepon, Senin (9/2/2026). 

Selain itu, ia juga mengaku mendapat informasi bahwa sebagian warga ada yang demo di kantor desa, terkait gedung KDMP tersebut.

"Iya tadi ada yang demo soal itu di desa, mungkin karena tidak ada musyawarah dengan masyarakat," pungkasnya. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.