TRIBUNPEKANBARU COM,KUANSING – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) berencana memberikan nama khusus pada gedung senilai Rp 4,3 miliar yang dibangun di kawasan Waterfront City Tepian Narosa.
Bupati Kuansing menegaskan, penamaan gedung yang biayanya bersumber dari APBD 2026 tersebut tidak dilakukan secara sepihak.
Pemkab akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh adat, ulama hingga DPRD Kuansing.
“Kami akan carikan nama yang tepat untuk bangunan tersebut. Tentunya pemilihan nama melibatkan tokoh adat, ulama, dan DPRD,” ujar Bupati Kuansing, Suhardiman, Selasa (10/2/2026).
Gedung dua lantai dengan luas 30x30 meter itu ditargetkan rampung sebelum pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai astaka MTQ.
Meski demikian, Bupati menegaskan bangunan tersebut tidak dibangun khusus untuk kepentingan MTQ.
“Bangunan ini merupakan bagian dari program Waterfront City, yang merupakan program bupati-bupati terdahulu. Kita hanya menyempurnakan saja,” jelasnya.
Saat ini, pembangunan gedung tersebut masih berada pada tahap proses lelang.
Baca juga: Bupati Kuansing Tegaskan Gedung Tepian Narosa Tak Akan Terbengkalai Usai MTQ Tingkat Riau
Bupati berharap keberadaan bangunan tersebut dapat menjadi pemicu masuknya anggaran dari Pemerintah Pusat hingga Rp 80 miliar untuk pengembangan kawasan Waterfront City yang direncanakan dimulai tahun ini.
Ke depan, kawasan Waterfront City akan dikembangkan hingga ke Hutan Kota Pulau Bungin.
Di sepanjang kanan dan kiri Sungai Kuantan akan dibangun tribun, sementara di kawasan seberang sungai direncanakan berdiri 15 rumah adat yang mewakili seluruh kecamatan atau kenegerian di Kuansing.
Penataan kawasan juga menyasar puluhan ruko di sekitar Tepian Narosa.
Seluruh ruko diwajibkan menampilkan corak atau simbol khas Melayu Kuansing.
“Bentuknya harus seragam. Kami akan siapkan lembayung dan kubah untuk ruko-ruko di kawasan itu,” ujarnya.
Kawasan Waterfront City di Tepian Narosa kata dia diproyeksikan menjadi ikon baru di Provinsi Riau.
Pengembangan kawasan tersebut diyakini mampu menjadi magnet wisata dan mendongkrak kunjungan wisatawan.
Keberadaan Waterfront City dinilai strategis karena berada di kawasan Tepian Narosa yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk lokasi utama pelaksanaan Festival Pacu Jalur tingkat nasional.
Selain menjadi pusat kegiatan budaya dan pariwisata, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sejumlah bangunan ikonik.
Salah satunya adalah pembangunan tugu yang menjulang sebagai penanda dan daya tarik visual kawasan.
Dengan konsep penataan terpadu dan bernuansa budaya lokal, Waterfront City Tepian Narosa diharapkan tidak hanya memperkuat identitas daerah, tetapi juga menjadi destinasi unggulan pariwisata Riau.
"Saya yakin kunjungan wisatawan akan melonjak drastis," tutupnya.
( Tribunpekanbaru.com/ Guruh BW)