SURYA.CO.ID, SURABAYA - Persebaya Surabaya tengah berada dalam momentum positif dengan catatan 13 laga tak terkalahkan.
Kemenangan 1-3 atas Bali United pada Sabtu (7/2/2026) menjadi bukti konsistensi Bajol Ijo sekaligus modal berharga menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo.
Skuad asuhan Bernardo Tavares semakin solid setelah kedatangan empat pemain asing baru: Bruno Paraiba, Jefferson Silva, Pedro Matos, dan Gustavo Fernandes.
Selain itu, tiga pemain lokal, Adre Arido, Riyan Ardiansyah, dan Ahmad Mujtaba Ilham Akbar, juga jadi penyegaran kekuatan setelah mereka resmi bergabung.
Meski kehilangan beberapa pemain karena cedera, Persebaya tetap mampu menjaga ritme permainan.
Mihailo Perovic harus keluar lebih cepat karena cedera kepala saat melawan Bali United, sementara Malik Risaldi yang menggantikannya juga ditarik keluar karena cedera di babak pertama.
Francisco Rivera menegaskan atmosfer tim tetap kondusif.
“Kami menjaga ikatan kekeluargaan dan persaingan sehat, itu yang membuat tim tetap kompak,” ujarnya usai sesi latihan di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Pujian Tavares untuk Alfan Suaib, Simbol Regenerasi Persebaya Surabaya
Persebaya kini menempati posisi kelima klasemen sementara kompetisi Super League dengan 35 poin dari 20 pertandingan.
Catatan ini menempatkan Bajol Ijo dalam persaingan ketat menuju papan atas.
Kemenangan atas Bali United menjadi titik balik penting.
Persebaya memutus tren negatif tandang ke Bali sejak 2022.
Duet Leo Lelis dan Risto Mitrevski menjaga pertahanan tetap kokoh. Mereka hanya kebobolan dua gol dalam lima laga terakhir.
Toni Firmansyah semakin matang di lini tengah. Ia mampu menjaga ritme permainan dengan kontribusi defensif yang konsisten.
Absennya Perovic dan Malik menjadi ujian bagi kedalaman skuad.
Namun rotasi pemain baru memberi harapan tambahan.
Bruno Paraiba diharapkan bisa mengisi kekosongan lini depan. Kebugarannya masih dipantau tim medis.
Jefferson Silva memberi opsi tambahan di sektor tengah. Kehadirannya menyeimbangkan transisi serangan.
Pedro Matos masih dalam tahap adaptasi. Namun potensinya besar untuk memberi warna baru.
Gustavo Fernandes tampil solid di lini belakang. Ia memberi rasa aman bagi pertahanan Bajol Ijo.
Bernardo Tavares menegaskan konsistensi adalah kunci menjaga tren positif.
“Kami harus fokus penuh, tidak boleh lengah,” katanya dalam wawancara singkat usai latihan, Selasa (10/2/2026).
Meski dalam tren positif, Persebaya harus menghadapi Bhayangkara tanpa dua pemain asingnya.
Milos Raickovic dan Pedro Matos terkena akumulasi kartu kuning saat melawan Bali United.
Situasi ini menjadi pembelajaran berharga bagi Bajol Ijo. Kedalaman skuad diuji dalam momen krusial.
Target empat besar menjadi ambisi terdekat yang realistis bagi Persebaya saat ini.
Dengan 14 laga tersisa, peluang Bajol Ijo bersaing di papan atas masih terbuka lebar.
Francisco Rivera menilai atmosfer tim kondusif.
“Kami menjaga ikatan kekeluargaan dan persaingan sehat,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Bernardo Tavares menegaskan rotasi pemain adalah solusi.
“Kami harus memaksimalkan semua opsi yang ada,” ujarnya dalam konferensi pers di Surabaya, Senin (9/2/2026).
Suporter berharap rotasi ini berjalan efektif. Dukungan penuh Bonek di GBT jadi energi tambahan.
Persebaya kini menatap laga kontra Bhayangkara pada Sabtu (14/2/2026).
Pertandingan ini jadi ujian konsistensi sekaligus peluang memperkuat posisi di papan atas.
Momentum positif harus dijaga dengan strategi matang. Bajol Ijo tinggal menjaga konsistensi dan semakin produktif mencetak gol untuk bisa mendapatkan kejutan prestasi di akhir musim.