Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Dalam menunjukkan kecintaan suporter terhadap PSGC Ciamis tak pernah setengah-setengah.
Salah satunya ditunjukkan oleh Ade Juju Juanti (32), Wanoja Galuh (Balad Galuh Perempuan) asal Kecamatan Rajadesa, yang menunaikan nazarnya dengan cara unik yaitu memangkas rambut dan mengukir tulisan PSGC di kepalanya setelah tim kebanggaan lolos ke Liga 2.
Ade mengaku mulai mengenal dan mencintai PSGC sejak pertengahan 2017, saat pertama kali diajak teman-temannya menonton pertandingan.
Saat dihubungi, Ade Juju menceritakan bahwa kecintaannya terhadap PSGC dimulai sejak 2017 lalu.
“Kalau enggak salah tahun 2017, diajak teman, terus mulai kenal PSGC. Dari situ jadi suka banget,” ujar Ade, Selasa (10/2/2026).
Baca juga: Kronologi Narapidana Lapas Kelas IIB Ciamis Meninggal Dunia
Rasa cintanya pada Laskar Singacala tumbuh seiring perjuangan panjang tim yang bertahun-tahun hanya ia saksikan dari tribun dan laga tandang.
“PSGC itu kan lama banget nunggu masuk Liga 2. Nonton terus, away sana-away sini, tapi enggak masuk-masuk juga. Sakit banget rasanya,” ucapnya.
Karena penantian panjang itu, Ade akhirnya bernazar. Jika PSGC berhasil promosi ke Liga 2, ia berjanji akan memangkas rambutnya dengan ukiran khusus.
“Tahun kemarin juga sudah nazar, cuma PSGC belum lolos. Nah sekarang kejadian, ya sudah langsung cari barbershop terdekat,” katanya sambil tertawa.
Meski hanya dicukur sebagian dan diukir dengan tulisan PSGC, aksinya langsung menyita perhatian, termasuk dari keluarga sendiri.
Ade mengaku belum memberi tahu orang tuanya bahwa ia memangkas rambut dengan gaya yang berbeda.
Meski begitu, Ade tak menyesali nazarnya. Baginya, ejekan atau cibiran sudah menjadi bagian dari perjalanan sebagai suporter.
“Diejek mah sudah sering, bukan cuma aku, PSGC-nya juga sering diejek. Tapi kalau sudah cinta mah ya gimana,” ujarnya.
Ade menyadari dirinya bukan suporter lama, namun kecintaannya tumbuh secara alami.
“Aku mah baru, diajak teman, terus happy, terus tiba-tiba cinta sama PSGC. Kan enggak ada yang salah,” katanya.
Ke depan, Ade berharap PSGC bisa tampil kompetitif di Liga 2 dan menggelar pertandingan di wilayah Jabodetabek, agar ia bisa kembali memberi dukungan langsung di lapangan.
“Mudah-mudahan nanti PSGC main di daerah Jabodetabek. Pengen banget nonton langsung,” pungkasnya.
Aksi Ade menjadi bukti bahwa loyalitas suporter PSGC datang dari berbagai latar belakang, usia, dan cerita yang semua disatukannya oleh cinta pada PSGC Ciamis.(*)