TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Surabaya - Ketua DPRD Surabaya yang juga politisi PDI Perjuangan, Adi Sutarwijono, meninggal dunia, di Jakarta, Selasa (10/2/2026) malam sekitar pukul 20.36 WIB. Almarhum menghembuskan napas terakhir setelah beberapa hari terakhir menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya.
Kabar duka tersebut dibenarkan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Daniel Rohi. Ia menyampaikan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya sosok yang akrab disapa Cak Awi itu.
“Kami sangat berduka atas berpulangnya Mas Adi Sutarwijono,” ujar Daniel saat dikonfirmasi dari Surabaya.
Baca juga: Rocky Gerung, Hasto, dan Risma di Kebun Raya Mangrove Surabaya
Daniel mengenang Cak Awi sebagai pribadi yang hangat, bersahabat, dan mudah bergaul dengan siapa pun. Latar belakang Adi Sutarwijono sebagai jurnalis disebut membentuk karakter komunikatif tanpa sekat, termasuk dalam berinteraksi dengan kolega di internal partai.
Dalam perjalanan politiknya di PDI Perjuangan, Cak Awi dikenal sebagai kader dengan dedikasi dan loyalitas tinggi. Ia meniti karier panjang di partai berlambang banteng moncong putih itu, termasuk menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya sejak 2019 hingga 2025.
“Kepergian beliau menjadi duka mendalam bagi keluarga besar PDI Perjuangan. Kami sangat merasa kehilangan,” kata Daniel.
Baca juga: Hadirkan Beasiswa Menarik di Level Internasional, Unigoro Curi Perhatian di IIETE Surabaya 2025
Hal senada disampaikan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Deni Wicaksono. Menurutnya, Adi Sutarwijono merupakan sosok pemimpin yang rendah hati, pekerja keras, dan memiliki komitmen kuat sebagai wakil rakyat.
“Sebagai Ketua DPRD Surabaya dan Ketua DPC PDI Perjuangan Surabaya, almarhum telah memberikan kontribusi besar bagi partai dan pembangunan daerah,” ujar Deni.
Deni menambahkan, rekam jejak politik Cak Awi menunjukkan konsistensi pengabdian yang panjang. Adi Sutarwijono tercatat menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya sejak periode 2019–2024 dan kembali melanjutkan pada periode berikutnya. Sebelumnya, ia juga pernah menjadi anggota DPRD Surabaya selama dua periode, yakni 2012–2014 dan 2014–2019.
“Beliau dikenal teguh dalam prinsip dan selalu konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat. Keteladanan almarhum akan selalu dikenang, khususnya oleh masyarakat Surabaya,” ungkap Deni yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Jawa Timur.
Atas nama keluarga besar partai, DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Kami berdoa semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepada keluarga, semoga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi masa duka ini,” pungkas Deni.