Pengungsi Aceh Utara Berkurang Jadi 20 Ribu Jiwa, Jambo Aye Terdapat 35 Titik
Nur Nihayati February 11, 2026 02:03 AM

 

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON - Jumlah pengungsi korban banjir di Kabupaten Aceh Utara mengalami penurunan signifikan dalam sepekan terakhir ini.

Hingga Selasa (10/2/2026), tercatat 20.964 jiwa masih berada di lokasi pengungsian, turun drastis dibandingkan sepekan sebelumnya yang masih mencapai lebih dari 25 ribu ribu jiwa.

Berkurangnya jumlah pengungsi tersebut seiring dengan mulai ditempatinya sebagian hunian sementara (huntara) oleh warga terdampak banjir di sejumlah kecamatan di Aceh Utara. Salah satunya di Kecamatan Lapang.

Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil yang akrab disapa Ayahwa kepada Serambinews.com, Selasa (10/2/2026) menyebutkan saat ini para pengungsi tersebar di 118 titik pengungsian.

Baca juga: Alhamdulillah, Bantuan Sapi Meugang Senilai Rp72,75 M untuk Korban Banjir Aceh Cair

Konsentrasi pengungsi terbesar masih berada di Kecamatan Tanah Jambo Aye dengan 35 titik pengungsian, disusul Kecamatan Langkahan sebanyak 35 titik, serta Kecamatan Sawang dengan 13 titik pengungsian.

“Tiga kecamatan itu masih menampung jumlah pengungsi terbesar saat ini. Karena itu, kebutuhan logistik di wilayah tersebut masih cukup besar,” kata Bupati Aceh Utara.

Selain tiga kecamatan tersebut, Ayahwa merincikan, pengungsi juga masih berada di Kecamatan Seunuddon, Lapang, dan Dewantara, masing-masing tersebar di tiga titik pengungsian.

Sementara di Kecamatan Muara Batu dan Kecamatan Nibong, terdapat empat titik pengungsian di masing-masing wilayah. Adapun Kecamatan Baktiya dan Kecamatan Cot Girek masing-masing masih memiliki satu titik pengungsian.

Ayahwa menyebutkan, hunian sementara yang sudah mulai ditempati pengungsi berada di Desa Simpang Tiga dan Desa Tanjong Dalam, Kecamatan Langkahan, serta di Desa Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.

“Kita terus mendorong percepatan penyelesaian seluruh hunian sementara agar bisa ditempati sebelum Ramadhan. Itu sangat diharapkan seluruh pengungsi di Aceh Utara,” kata Ayahwa.

Selain percepatan pembangunan huntara, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara juga terus melakukan validasi data penerima bantuan sosial dari Kementerian Sosial RI serta data calon penerima hunian tetap oleh BNPB. Proses validasi tersebut dilakukan di seluruh desa terdampak banjir.

Ayahwa mengimbau warga agar aktif berkoordinasi dengan aparatur desa, khususnya kepala desa, guna memastikan data mereka masuk dalam proses validasi.

“Validasi data masih terus berjalan. Kita dorong agar prosesnya dipercepat, sehingga masyarakat bisa segera menerima bantuan sosial,” ujar Ayahwa.(*)

Baca juga: 50 Mahasiswa USK Usung Program Mitigasi Bencana Berbasis IoT dan Geospasial di Lampahan Timur

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.