Pendaki 23 Hari Hilang di Mongkrang Ditemukan di Bukit Mitis 
M Syofri Kurniawan February 11, 2026 05:14 AM

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Misteri hilangnya Yazid Ahmad Firdaus pendaki di Bukit Mongkrang, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, akhirnya terungkap.

Setelah 23 hari lamanya dinyatakan hilang, Yazid ditemukan oleh relawan Komunitas Wanadri Bandung, pada Selasa (10/2/2026).

Mendapati informasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Basarnas pun berkoordinasi untuk proses evakuasi.

Yazid ditemukan dalam kondisi meninggal di aliran sungai kecil, kawasan Bukit Mitis, area yang berada di sebelah barat jalur utama pendakian Bukit Mongkrang.

Lokasi tersebut tepatnya berada di jalur Tapak Nogo, arah Bukit Mitis.

Titik penemuan disebut memiliki medan yang cukup sulit dijangkau.

Kepala BPBD Karanganyar, Hendro Prayitno, mengungkapkan jenazah Yazid ditemukan, pada Selasa pukul 08.00, oleh tim relawan gabungan yang tengah melakukan operasi pencarian mandiri.

"Kami temukan bersama teman relawan. Itu tempatnya di aliran sungai daerah Mitis," ujar Hendro, Selasa.

Hendro menegaskan, jenazah Yazid ditemukan dalam keadaan utuh dan kostum yang dikenakan saat mendaki masih melekat di tubuhnya.

"Hanya tadi sepatu dan kaus kaki hilang. Mungkin terbawa arus," kata Hendro. 

Setelah evakuasi berhasil dilakukan, jenazah Yazid rencananya akan langsung dibawa ke RSUD Karanganyar untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

"Kami koordinasi dengan keluarga, kami evakuasi rencananya langsung ke RSUD," tutur Hendro.

Sementara itu, pantauan di rumah duka, Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, para pelayat mulai berdatangan.

Rencana keluarga, jenazah Yazid langsung dikebumikan di pemakaman Gawanan, pada Selasa malam.

Ibu umrah

Saat putranya ditemukan, Rustiningsih, ibunda Yazid, tengah melaksanakan ibadah umrah di Tanah Suci.

"Iya, betul, ibu lagi umrah," terang Asytari Fauziah, kakak perempuan Yazid, melalui pesan singkat.

Sementara itu, tetangga yang ditemui di rumah duka menceritakan, sempat mendengar Rustiningsih berangkat ke Tanah Suci selain untuk umrah juga untuk mendoakan agar anaknya bisa segera ditemukan.

Ibu Yazid berangkat umrah, sejak 3 Februari lalu, dan hingga saat ini masih berada di Tanah Suci.

"Saya dapat cerita dari ibu saya yang sempat ngobrol dengan beliau. Beliau berangkat umrah tanggal 3 kemarin, salah satunya bernazar doa di sana agar Yazid segera ditemukan," ungkap salah satu tetangga Yazid.

Penemuan ini menutup misteri hilangnya Yazid, yang sempat membuat SAR menggelar operasi besar-besaran di kawasan lereng Gunung Lawu.  

Sebelumnya, Yazid dilaporkan hilang, sejak 18 Januari, saat mendaki bersama tiga rekannya melalui jalur Bukit Mongkrang di lereng Gunung Lawu.

Pendakian dimulai sekira pukul 06.30 dan ke empatnya sempat mencapai puncak untuk beristirahat sebelum akhirnya memutuskan kembali turun.

Namun saat perjalanan turun, rombongan mulai terpencar di sekitar Pos 3.

Tiga rekan Yazid kembali ke basecamp dengan selamat, sementara Yazid tidak kunjung menyusul hingga sore hari.

Operasi SAR dimulai, pada 19 Januari, melibatkan tim SAR, relawan, dan masyarakat setempat.

Pencarian berlangsung selama hampir dua pekan dengan melakukan penyisiran menyeluruh di hampir seluruh sudut Bukit Mongkrang.

Namun cuaca buruk dan medan ekstrem kerap menjadi kendala.

Hingga hari ke-13 pencarian, korban belum ditemukan dan operasi SAR resmi ditutup, pada 31 Januari. (Kompas.com/Tribunsolo.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.