TRIBUNMANADO.CO.ID - Berikut jalan di Sulawesi Utara (Sulut) yang disorot kemarin Selasa 10 Februari 2026 karena dinilai warga membahayakan pengendara dan pengguna jalan.
Jalan-jalan tersebut berada di kabupaten kota di Sulut.
Simak rangkuman Tribunmanado.co.id terkait jalan tersebut:
Kondisi jalan berlubang di Jalan Garuda, Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara mulai dikeluhkan pengendara.
Kotamobagu berjarak sekitar 181 kilometer dari Manado, Ibu Kota Provinsi. Estimasi waktu tempuh sekitar 4 jam 12 menit.
Tepat di dekat sebuah jembatan, tampak beberapa lubang menganga di badan jalan.
Hal ini membuat pengguna kendaraan yang lewat sebisa mungkin memperlambat laju demi menghindari kerusakan maupun kecelakaan.
Dalam pantauan Tribunmanado.co.id, baik pengendara roda dua maupun roda empat beberapa kali terlihat hati-hati saat melintas.
Beberapa bahkan harus bergantian mengambil jalur untuk menghindari lubang yang berada di titik rawan tersebut.
“Kalau tidak pelan-pelan bisa bahaya, apalagi malam hari lubangnya tidak terlalu kelihatan.
Sudah beberapa kali lihat motor hampir jatuh,” kata Arman, salah seorang pengendara yang melintas, Senin (10/2/2026).
Hal senada disampaikan warga setempat.
Menurut mereka, kondisi jalan sudah cukup lama mengalami kerusakan, terlebih saat hujan turun, lubang tertutup genangan air sehingga sulit diperkirakan kedalamannya.
“Ini jalan penghubung antar kelurahan dan desa di Kotamobagu Selatan. Setiap hari ramai dilewati.
Kami berharap cepat diperbaiki sebelum tambah parah,” kata Egi, warga Motoboi Kecil.
Diketahui, Jalan Garuda merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Kotamobagu Selatan.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan agar aktivitas masyarakat tidak terganggu akibat jalan yang rusak dan berlubang. Baca selengkapnya di sini
Ruas jalan di Desa desa Kuala, Kecamatan Kaidipang, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara) rusak parah.
Padahal, jalan tersebut merupakan salah satu akses menuju Ibu Kota Kabupaten Boltara desa Boroko karena jaraknya cuma sekitar 5 menit dari ruas jalan itu.
Apalagi pada hari kerja, jalur ini merupakan akses vital menuju ke lokasi perkantoran pemerintah Bolaang Mongondow Utara maupun ke Pasar Boroko.
Dari pantauan Tribun Manado Selasa (10/02/2026) kondisi jalan sangat memprihatinkan.
Terdapat beberapa lubang yang cukup besar. Lubang-lubang tersebut dipenuhi genagan air.
Tak jarang, kendaraan yang melintas terperosok ke dalam lubang-lubang tersebut.
Bahkan, sejumlah pengendara roda empat dan roda dua terlihat mengambil jalur dari arah berlawanan demi menghindari lubang.
Sementara itu, Kepala Dinas PUTR Boltara, Abdul Jalil Pandialang mengatakan ruas jalan itu merupakan jalan kabupaten.
"Iya itu kewenaganya pemerintah kabupaten Boltara," tutur Pandialang.
Dikatakannya, sejauh ini pemerintah daerah terus berupaya untuk memenuhi semua keluhan masyarakat.
"Namun karena keterbatasan anggaran, membuat pemerintah daerah harus mencari solusi lain," sebutnya.
Meski begitu kata Pandialang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat terkait penanganan jalan tersebut.
"Ini sudah kami masukan ke ususlan Impres jalan daerah. Dari 9 ususlan prioritas nomor 1 adalah jalan di Desa Kula ini," tutupnya. Baca selengkapnya di sini
Spot berlubang di Jalan Walanda Maramis, Kota Manado, Sulawesi Utara, dikeluhkan oleh pengguna jalan. \\
Salah satu titik kerusakan ada di persimpangan Jalan Walanda Maramis dan Jalan Sugiono.
Kerusakan tersebut dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Salah satu tukang parkir, Alfon, mengatakan bahwa kerusakan di Jalan Walanda Maramis sudah beberapa kali ditambal.
Namun, kualitas perbaikan dinilai belum maksimal.
"Kebanyakan pakai aspal, tapi ada juga yang cuma pakai semen,” ujar Alfon, Selasa (10/2/2026).
Meski begitu, ia bersyukur belum pernah ada kecelakaan.
“Selain karena ada parkiran, lubang-lubang ini juga bikin macet,” tambahnya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh seorang pengendara yang kerap melintas di sana bernama Wanda.
Kerusakan jalan semakin memperparah kepadatan lalu lintas, khususnya pada sore hari.
“Volume kendaraan di sini cukup padat, apalagi kalau sore. Ditambah ada jalan berlubang bikin tambah padat, belum lagi banyak kendaraan parkir,” kata Wanda.
Wanda menduga, seringnya kendaraan besar melintas menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Baca selengkapnya di sini
Sulawesi Utara disingkat Sulut adalah salah satu provinsi yang terletak di ujung utara Pulau Sulawesi, Indonesia, dengan ibu kota terletak di Kota Manado.
Sulawesi Utara atau Sulut berbatasan dengan Laut Maluku dan Samudra Pasifik di sebelah timur, Laut Maluku dan Teluk Tomini di sebelah selatan, Laut Sulawesi dan Provinsi Gorontalo di sebelah barat, dan Provinsi Davao Occidental di sebelah utara.
Penduduk Sulawesi Utara pada akhir tahun 2024 berjumlah 2.645.291 jiwa, dan luas wilayahnya adalah 13.892,47 km2.
Sulawesi Utara memiliki kepulauan dengan jumlah pulau sebanyak 287 pulau dengan 59 di antaranya berpenghuni.
Wilayah administratif Sulawesi Utara terbagi menjadi 4 kota dan 11 kabupaten dengan 1.664 desa/kelurahan.
Sulawesi Utara terbagi menjadi dua zona yaitu zona selatan yang berupa dataran rendah dan dataran tinggi serta zona utara yang meliputi kepulauan.
Zona ekonomi eksklusif Sulawesi Utara mencapai 190.000 km2 dengan pesisir pantai sepanjang 2.395,99 km dan luas hutan mencapai 701. 885 hektare. (Isv/Dik/Pri)