TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kisah haru tentang ketulusan seorang guru ngaji asal Bandung mendadak menjadi sorotan publik, setelah video kesehariannya viral di media sosial.
Sosok guru ngaji tersebut berasal dari Babakan Ciparay, Kota Bandung sempat diundang Dedi Mulyadi.
Lantaran kisah sang ustaz yang mengajar tanpa memungut biaya viral di media sosial.
Sosok ustaz tersebut diketahui bernama Deni Firmansyah.
Kejadian viralnya sang ustaz pun bermula tatkala dia diketahui kesulitan ekonomi.
Bahkan ia sampai terusir dari rumah kontrakannya karena tidak bisa membayar uang sewa. Dan siapa sangka, video viral itu sampai ke telinga gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Baca juga: TNI AD Resmi Tahan Serda Heri Usai Tuduh Pedagang Es Gabus Gunakan Spons
Setelahnya, ustaz Deni Firmansyah diundang Dedi Mulyadi ke kediaman sang gubernur Jawa Barat itu di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, Rabu 4 Februari 2026.
Tak cukup sampai di situ, kabar terbaru ustaz Deni kini juga terbilang membaik.
Bagaimana tidak, ia kini dibanjiri bantuan dari berbagai pihak.
Mulai dari para tetangga, konten kreator, hingga Dedi Mulyadi. Terbaru Deni mendapat bantuan berupa beras, uang, hingga sepeda motor.
"Alhamdulillah jadi banyak yang ngirim, beras, uang, terakhir semalam dari Aisar ngasih sepeda motor," ujar Deni dikutip Grid.ID dari TribunJabar.id, Senin (9/2/2026).
Tak berhenti sampai disitu, ustaz Deni juga mengaku menerima uang sebesar Rp 32 juta dari bantuan yang dikumpulkan konten kreator bernama Abi Fatima.
Serta setelahnya mendapat bantuan uang donasi publik sekitar Rp 18 juta.
Total bantuan yang diperoleh ustaz Deni sampai saat ini mencapai angka Rp 50 juta.
Dan karena sebelumnya sang ustaz memiliki hutang, ia berniat untuk membayarnya terlebih dahulu.
Sehingga sisa uang yang masih disimpannya kurang lebih tersisa sekitar Rp 30 jutaan. Bahkan puncaknya, sang ustaz juga mendapatkan kado berupa umrah.
Sementara itu, sebelumnya sang ustaz diundang Dedi Mulyadi dan menceritakan soal apa yang dialaminya.
"Karena memang waktu di hari itu saya nggak ada uang untuk beli beras, beli pangan buat makan. Jadi viralnya yang menjadi besar kayak saya itu nggak makan sehari-hari," ujar ustaz Deni dikutip dari Instagram @dedimulyadi71
Tak berhenti sampai di situ, ustaz Deni rupanya sudah pernah mencoba membuka usaha makanan ringan basreng (baso goreng).
Namun sayang, usahanya itu justru bangkrut dan malah menyisakan hutang puluhan juta.
Kendati demikian, ustaz Deni tetap konsisten mengajar anak-anak sebagai guru ngaji secara sukarela. Meski sesekali santri memberikan uang infak, ustaz Deni tetap ingin menggratiskan program mengajinya secara penuh di masa depan.
"Cuma sekarang saya mau program gratisin," imbuh ustaz Deni.
Sontak saja, usai mendengar kisah ustaz Deni, Dedi Mulyadi janjikan pekerjaan ke ustaz.
Mendengar kisah tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi langsung mengambil tindakan nyata. Ia memutuskan untuk mengangkat Ustaz Deni sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate, Kota Bandung.
Dedi menyebut, penunjukan ini juga mempertimbangkan keterampilan teknis yang dimiliki Ustaz Deni di bidang pertukangan.
"Saya sudah bertemu, Pak Ustadznya mau umroh dulu. Terhitung 1 Maret 2026, nanti kerja sebagai tenaga kebersihan di lingkungan Gedung Sate," ujar Dedi.
Dedi berharap, dengan pekerjaan tetap ini, kondisi ekonomi Ustaz Deni bisa segera pulih. Ia meminta sang guru ngaji untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab.
"Nanti kan bantu-bantu pekerjaan di Gedung Sate ya. Bergaji tiap bulan. (Harus) Jujur dan kerjanya profesional," pungkas Dedi.