TRIBUNNEWSMAKER.COM - Nama pengusaha sekaligus selebgram Mohan Hazian kini berada di bawah sorotan tajam publik setelah muncul dugaan pelecehan seksual.
Isu tersebut berdampak luas dan memicu reaksi dari berbagai pihak yang sebelumnya memiliki hubungan profesional dengannya.
Sejumlah brand dan mitra kerja satu per satu mulai mengambil jarak secara terbuka.
Bahkan, beberapa di antaranya secara resmi memutuskan kerja sama dengan Mohan Hazian.
Salah satu keputusan tegas datang dari Shira Media selaku penerbit buku Goresan Seorang Begundal karya Mohan Hazian.
Melalui pernyataan resmi, Shira Media menyatakan menghentikan seluruh aktivitas komersial yang berkaitan dengan buku tersebut.
“Kami, Shira Media, menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dugaan kekerasan seksual (KS) yang melibatkan Mohan Hazian, yang karyanya pernah kami terbitkan,” tulis Shira Media, dikutip Tribunnews.com, Selasa (10/2/2026).
Penerbit tersebut menegaskan bahwa keputusan itu berlaku efektif sejak pengumuman dirilis.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan, kami memutus seluruh aktivitas komersial terkait buku Mohan Hazian,” lanjut pernyataan itu.
Langkah yang diambil Shira Media tidak berhenti sampai di situ.
Mereka memastikan seluruh proses pencetakan ulang buku dihentikan sepenuhnya.
Baca juga: Reaksi Alya Putri Istri Mohan Hazian usai Suami Terseret Isu Pelecehan Seksual, Hapus Foto Kenangan
Distribusi dan promosi juga dipastikan tidak lagi dilakukan. “Ini meliputi seluruh rencana pencetakan ulang, distribusi, promosi, dan kerja sama penerbitan di masa mendatang,” tulis Shira Media.
Pihak penerbit juga mengimbau mitra penjualan untuk ikut menarik buku tersebut dari pasar.
“Kami juga meminta seluruh mitra penjualan untuk menghentikan transaksi dan menarik buku-buku tersebut dari peredaran,” tambahnya.
Sikap serupa juga ditunjukkan oleh brand lokal Thanksinsomnia.
Melalui pernyataan di Instagram, manajemen Thanksinsomnia menyatakan telah mengakhiri hubungan kerja sama dengan Mohan Hazian.
Mereka menegaskan bahwa persoalan yang melibatkan Mohan merupakan urusan pribadi.
“Perlu kami tegaskan bahwa isu yang berkaitan dengan saudara Mohan Hazian merupakan masalah pribadi. Yang bersangkutan tidak lagi aktif secara hubungan kerja sama dan kepemilikan atas nama brand Thanksinsomnia, baik secara operasional maupun profesional,” tulis pihak Thanksinsomnia.
Keputusan tersebut disebut berlaku sejak awal Februari 2026.
“Terhitung sejak pernyataan ini diterbitkan pada 9 Februari 2026, pihak manajemen Thanksinsomnia memutuskan untuk menonaktifkan pihak terkait dan segala aktivitas selanjutnya,” lanjut pernyataan itu.
Selain penerbit dan brand lokal, platform media USS juga mengambil langkah tegas.
USS memutuskan menghentikan keterlibatan Mohan Hazian dalam program yang mereka kelola.
Seluruh konten yang berkaitan dengan dirinya pun dihapus dari berbagai kanal.
“Sehubungan dengan isu yang melibatkan salah satu talent program JOHAN pada kanal YouTube USS, kami memutuskan untuk menghentikan keterlibatan talent tersebut serta menghapus konten terkait dari seluruh platform kami,” ungkap USS.
Mereka juga menyampaikan empati kepada pihak korban.
“Kami menyampaikan simpati yang mendalam serta dukungan penuh kepada korban, dan berharap yang bersangkutan diberikan perlindungan serta ruang yang aman dalam melalui proses ini,” imbuhnya.
Langkah-langkah tersebut menjadi bukti nyata dampak serius dari isu dugaan pelecehan seksual yang kini masih menyeret nama Mohan Hazian dan terus menjadi perhatian publik.
Baca juga: Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Mohan Hazian Minta Maaf, Khilaf: Tidak Seperti yang Dituduhkan
Diketahui, Mohan Hazian, pendiri brand Thanksinsomnia, diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap seorang perempuan.
Dugaan itu disampaikan oleh terduga korban yang memiliki akun berinisial AM di media sosial X.
AM mengklaim Mohan melecehkan dia pada bulan Mei 2025.
Saat itu korban mengaku sedang mendapat pekerjaan sebagai talent untuk photoshoot atau video shoot salah salah satu brand. Pada saat photoshoot, korban mendapat ada hal aneh.
“Photoshoot dilakukan bersama 2 Photographer (termasuk Owner M) dan 1 Talent Scouter-nya yang menghubungi saya. Setelah photoshoot selesai saya berencana pulang, kemudian owner menanyakan apakah saya mau makan di suatu tempat. Pada saat itu masih ada Talent Scouter,” tulis AM, Minggu, (8/2/2026).
Korban mendapat ajakan makan malam dengan terduga pelaku. Lalu, dia dibawa masuk ke area photoshoot. Di sana terduga pelaku melancarkan aksi pelecehan.
AM berusaha melawan pelaku dengan cara mendorong, mencakar, dan memukulnya.
Namun, AM kemudian mencoba menenangkan diri dan terlihat baik di depan pelaku agar bisa keluar dengan selamat.
“Saya pada saat itu sudah dissociating dan tidak bisa melawan lagi. Saya hanya berpikir bahwa saya akan diperkosa saat itu. Kemudian M berhenti. Kemudian saya dibiarkan pulang. Saya pulang menggunakan taxi online,” kata AM.
Setelah peristiwa itu, korban mengaku mengalami trauma. Setiap kali melihat wajah pelaku, korban merasa seperti ingin muntah.
Sementara itu, Mohan Hazian dalam akun Instagram pribadinya @mohanhazian membantah melakukan tindakan tersebut.
"Saya tidak seperti yang dituduhkan, saya bukan seorang pemerkosa dan saya tidak pernah memperkosa siapapun," tegasnya.
(TribunNewsmaker.com/ Tribunnews)