TRIBUNJAMBI.COM - Jagat media sosial tengah diramaikan oleh beredarnya sebuah video yang merekam proses mediasi dugaan perselingkuhan di Probolinggo, Jawa Timur.
Perhatian publik tersedot bukan hanya karena kasusnya, tetapi karena keputusan tak biasa dari seorang suami yang memilih merelakan istrinya menikah dengan pria lain yang diduga menjadi selingkuhannya.
Sikap sang suami yang tampak tenang dan terkendali membuat banyak warganet terkejut sekaligus kagum setelah menyaksikan rekaman tersebut.
Peristiwa itu dinilai menyita perhatian karena penyelesaiannya dilakukan dengan cara damai, jauh dari keributan ataupun kekerasan yang kerap muncul dalam konflik rumah tangga serupa.
Dalam video yang beredar luas, pria yang disebut bernama Mas E sebagai suami sah terlihat menghadapi persoalan tersebut dengan sikap yang tidak emosional.
Alih-alih meluapkan amarah, ia justru memilih jalur musyawarah untuk menyelesaikan persoalan rumah tangganya.
Baca juga: Karma Oknum TNI Peras Mantan Pacar Pakai Rekaman VCS, Modus Diiming-imingi Jadi Ibu Persit
Baca juga: Kejamnya Briptu Rizka Aniaya Brigadir Esco Sang Suami hingga Tewas Gegara Uang Remon
Baca juga: Yaqut Cholil Melawan KPK dengan Ajukan Praperadilan Status Tersangka, Jubir Klaim Sudah Sesuai SOP
Pertemuan mediasi tersebut turut dihadiri oleh keluarga dari kedua belah pihak serta sejumlah tokoh masyarakat setempat.
Di hadapan mereka, pria yang diduga menjalin hubungan dengan istrinya, yang disebut sebagai Mas Yasin, mengakui perbuatannya dan menyatakan siap bertanggung jawab.
Keputusan Mas E kemudian menjadi sorotan luas di media sosial.
Dengan sikap yang dinilai lapang dada, ia menyatakan kesediaannya melepaskan sang istri, namun dengan syarat pria tersebut menikahinya secara sah.
Langkah itu disebut diambil untuk mencegah konflik berkepanjangan sekaligus memastikan adanya tanggung jawab moral di kemudian hari.
Kesepakatan tersebut juga disaksikan pihak keluarga sebagai bentuk komitmen bersama agar persoalan tidak kembali memicu masalah baru di masa mendatang.
Banyak komentar dari warganet yang memuji kedewasaan sikap Mas E.
Ia dianggap mampu mengontrol emosi dalam situasi yang menyakitkan serta memilih penyelesaian secara damai tanpa kekerasan ataupun jalur hukum.
Kisah ini pun menjadi bahan perbincangan luas sekaligus pelajaran bahwa persoalan rumah tangga, meski pahit, tetap dapat diselesaikan melalui kepala dingin.
Pendekatan dialog dan musyawarah dinilai mampu menekan dampak negatif yang mungkin timbul bagi semua pihak yang terlibat.
Langkah Bijak Saat Mengetahui Pasangan Berselingkuh
Dalam sebuah hubungan, kesetiaan tentu menjadi harapan utama. Namun kenyataannya, perselingkuhan masih menjadi salah satu masalah yang kerap terjadi dalam banyak pasangan.
Mengetahui pasangan tidak setia bisa menjadi pukulan emosional yang berat. Kebingungan tentang apa yang harus dilakukan setelahnya adalah hal yang sangat wajar.
Apa pun alasan di balik perselingkuhan, menjaga diri agar tidak terpuruk adalah hal penting. Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan saat menghadapi situasi tersebut.
1. Akui dan terima emosi yang muncul
Rasa sedih, marah, kecewa, bahkan putus asa sering kali datang bersamaan. Semua emosi itu wajar dirasakan. Mengakui bahwa diri sedang terluka adalah bagian awal dari proses pemulihan.
Berusaha terlihat kuat dengan menekan perasaan justru bisa memperpanjang beban batin. Terimalah bahwa kesedihan itu ada dan butuh waktu untuk mereda.
2. Tetap menjaga kondisi diri
Tekanan emosional sering berdampak pada fisik, seperti sulit tidur, kehilangan nafsu makan, atau gangguan pencernaan. Setelah fase syok awal terlewati, penting untuk mulai merawat diri kembali.
Mengonsumsi makanan bergizi, menjaga pola tidur, cukup minum, dan berolahraga ringan dapat membantu tubuh tetap stabil. Menghabiskan waktu bersama sahabat atau melakukan perjalanan singkat juga bisa membantu menjernihkan pikiran.
3. Tahan dorongan untuk balas dendam
Rasa marah yang memuncak kadang memicu keinginan untuk membalas. Namun tindakan seperti menyebarkan aib pasangan di media sosial atau berselingkuh balik hanya memberi kepuasan sesaat.
Balas dendam tidak akan menghapus luka, justru berpotensi menambah masalah baru yang lebih rumit.
4. Lindungi anak dari konflik orang tua
Anak tidak seharusnya terbebani oleh detail masalah orang dewasa. Membicarakan perselingkuhan di hadapan mereka dapat berdampak pada kondisi psikologis anak dan membuat mereka berada dalam posisi sulit.
Menjaga anak tetap berada di luar konflik adalah bentuk perlindungan yang penting.
5. Pertimbangkan bantuan profesional
Menghadapi pengkhianatan sendirian bisa terasa sangat berat. Konselor pernikahan atau psikolog dapat membantu melihat persoalan secara lebih jernih sebelum mengambil keputusan besar.
Pendampingan profesional memberi ruang bagi kedua pihak untuk berbicara secara terarah dan objektif.
6. Susun rencana ke depan
Keputusan untuk bertahan atau berpisah ada di tangan masing-masing. Jika memilih berpisah, perlu dipikirkan langkah lanjutan seperti tempat tinggal, pembagian tanggung jawab terhadap anak, serta urusan finansial.
Pemeriksaan kesehatan, termasuk tes infeksi menular seksual, juga disarankan bila ada risiko terkait hubungan di luar pernikahan.
Keputusan memaafkan atau tidak memang tidak mudah. Sebelum menentukan pilihan, ada baiknya mempertimbangkan beberapa kondisi berikut:
Perselingkuhan dilakukan dengan mantan pasangan
Hubungan terlarang berlangsung lama
Pasangan tidak menunjukkan penyesalan
Perselingkuhan terjadi berulang kali
Terdapat perilaku kekerasan atau kontrol berlebihan dalam hubungan
Bila situasi-situasi tersebut muncul, mencari bantuan profesional secara individu sangat dianjurkan. Pada akhirnya, keselamatan dan kebahagiaan diri tetap menjadi prioritas utama.