TRIBUNJATENG, YOGYAKARTA - Eviana (21), mahasiswi asal Sukorejo, Kabupaten Kendal, yang menjadi korban penjambretan di Yogyakarta, membeberkan alasannya nekat mengejar hingga menabrak pelaku.
Ia mengaku aksi tersebut dilakukan secara spontan demi menyelamatkan ponsel miliknya yang berisi data-data penting perkuliahan.
"Hp satu-satunya banyak file penting. Enggak takut, soalnya itu barang berharga buat kuliah juga, spontan aja," ujar Eviana saat ditemui di Polresta Yogyakarta, Rabu (11/2/2026).
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia, memberikan apresiasi kepada mahasiswi yang berani menangkap penjambret.
Selain Eviana, penghargaan juga diberikan kepada sejumlah warga yang turut serta menangkap penjahat tersebut.
Sebelumnya, Eviana mengejar penjambret yang mengambil ponselnya di Jalan Menteri Supeno, Umbulharjo, Yogyakarta, Senin (9/2/2026) petang.
Eviana juga menabrak sepeda motor penjambret hingga tersungkur.
Eviana menceritakan, peristiwa itu bermula saat ia sedang berboncengan dengan rekannya menuju sebuah toko modern.
Oleh karena kondisi jalanan yang ramai, ia melajukan sepeda motornya dengan kecepatan rendah.
Dia menduga, kecepatan motornya yang rendah saat melintas di depan salah satu hotel menjadi celah bagi pelaku untuk beraksi.
"Mungkin itu jadi celah (lambat),” kata Eviana.
Ponsel milik Eviana yang diletakkan di dasbor sebelah kiri tiba-tiba disambar oleh pelaku yang beraksi seorang diri.
Tak mau kehilangan barang berharganya, mahasiswi ini langsung memacu kendaraannya untuk mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri.
"Hp diambil dari dashboard sebelah kiri, lalu saya kejar lalu di belokan Jalan Pakel Baru itu saya pepet senggol gitu," ucap Eviana.
Akibat senggolan tersebut, pelaku terjatuh dari motornya dan langsung diamankan oleh warga sekitar yang berada di lokasi kejadian.
Belakangan diketahui, pelaku berinisial W tersebut merupakan residivis kasus penganiayaan, yang baru bebas pada Januari lalu.
Dia menjambret dengan menggunakan sepeda motor hasil curian di wilayah Banguntapan, Bantul.
"Baru selesai putusan, baru lepas kemarin sekitar Januari. Setelah kami susuri, motor yang digunakan pelaku, motor hasil curian di Polsek Banguntapan," ujar PS Kanit Reskrim Polsek Umbulharjo, Brimastya Paramadhanys.
Tidak mengaku
Penangkapan penjambret di Jalan Menteri Supeno, Kota Yogyakarta, menyisakan cerita menarik dari warga yang turut menangkap pelaku.
Fandy Yulianto, salah satu warga yang ikut mengejar, mengaku sempat merasa khawatir akan dijadikan tersangka karena ikut menangkap pelaku kriminal.
"(Sekarang) Nggak takut lagi jadi tersangka, nggak kaya di Sleman. Sempat (kepikiran takut), makanya (pelaku) saya amankan, saya minta warga kampung untuk tidak terjadi pemukulan, jangan sampai (ada warga) jadi tersangka," kata Fandy saat ditemui di Polresta Yogyakarta, Rabu (11/2).
Bersama Eviana, Fandy dan sejumlah warga yang menangkap penjambret juga memperoleh penghargaan dari Polresta Yogyakarta.
Fandy menceritakan, dirinya bersama warga lainnya mengejar penjambret sejauh kurang lebih 300 meter, setelah motor pelaku ditabrak oleh Eviana.
Awalnya, pelaku tidak mengakui perbuatannya, meski sudah terjatuh.
"Warga berdatangan, itu baru pelaku mengaku," lanjutnya.
Apresiasi polisi
Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Eva Guna Pandia memberikan apresiasi tinggi atas keberanian Eviana.
Pandia menegaskan, kepolisian tidak akan memproses hukum tindakan korban yang menabrak pelaku, bahkan akan menolak, jika pelaku mencoba melaporkan balik.
"Akan kami tolak (jika pelaku melapor balik—Red) karena dia pelaku. Tidak perlu khawatir, kalau masyarakat membantu kepolisian kami apresiasi itu yang kita harapkan,” kata Pandia.
“Itu yang saya harapkan sinergitas dengan masyarakat," sambungnya.
Pandia menambahkan, tindakan Eviana merupakan bentuk bela diri dan bantuan nyata masyarakat dalam menjaga situasi Yogyakarta agar tetap aman dan kondusif.
Polresta Yogyakarta juga memberikan penghargaan berupa piagam dan tali asih kepada Eviana atas inisiatifnya melawan kejahatan secara langsung di lapangan. (Kompas.com/Tribun Jogja)