Sambut Ramadan 2026, Ini Amalan Doa dan Tata Cara Niat Puasa yang Benar Menurut Penjelasan Ulama
Abd Rahman February 12, 2026 09:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM-  Bulan suci Ramadan tinggal hitungan hari lagi. 

Menjelang momen penuh berkah tersebut umat muslim di seluruh dunia tentu berbahagia dengan kedatangan bulan penuh ampunan ini.

Namun setiap umat muslim harus mengetahui tentang doa dan amalan disetiap menyambut Ramadan.

Doa adalah bagian penting dalam kehidupan bagi umat islam, agar setiap langkah dan perbuatan selalu diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Kamis 12 Februari 2026: Siang hingga Malam Berpotensi Hujan Ringan

Baca juga: Kunci Jawaban PAI Kelas 9 Kurikulum Merdeka Tentang Al-Quran Menginspirasi

Selain itu doa menyambut bulan suci ini adalah bagian dari kesiapan kita beribadah sebulan penuh agar tetap berkah dan bersyukur.

Karena itu Ramadan 1447 H / 2026 M, umat Islam dianjurkan mempersiapkan diri secara spritual untuk menjadi orang-orang mulia di bulan suci-Nya.

Doa menyambut Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi menjadi ungkapan rasa syukur dan harapan agar Allah SWT memberikan kekuatan serta kesehatan untuk menunaikan ibadah puasa dengan khusyuk.

Salah satu doa yang dianjurkan oleh para ulama adalah bacaan yang diriwayatkan oleh Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani. 

Doa ini dipanjatkan ketika memasuki bulan Ramadhan agar diberi keselamatan dan diterimanya ibadah di bulan suci.

Berikut doa menyambut bulan Ramadan yang dikumpulkan oleh Imam ath-Thabrani:

عن عبادة بن الصامت رضي الله عنه, قال: كان رسول الله صلي الله عليه وسلم يعلمنا هؤلاء الكلمات إذا جاء رمضان أن يقول أحدنا: أللهمَّ سَلِّمْنِي مِنْ رَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلًا

Allahumma salimnî min ramadlâna wa sallim ramadlâna lî wa tasallamhu minnî mutaqabbalan

“Dari ‘Ubadah bin al-Shamith radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengajari kami bacaan berikut ini untuk dibaca oleh salah satu dari kami saat Ramadhan datang:

(Ya Allah, sampaikan aku [dengan selamat menuju bulan] Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah [amal-amal]ku [di bulan] Ramadhan.” (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, Kitâb al-Du’â’, Kairo: Dar al-Hadits, 2007, hlm. 311)

JADWAL IMSAKIYAH - Gambar hasil olahan Ai menunjukkan ilustrasi Imsakiyah di bulan Ramadan, diunggah Senin (10/3/2025).
JADWAL IMSAKIYAH - Gambar hasil olahan Ai menunjukkan ilustrasi Imsakiyah di bulan Ramadan, diunggah Senin (10/3/2025). (Freepik)

Banyak ulama juga menekankan pentingnya memperbanyak zikir dan doa pada bulan Rajab serta Sya’ban agar siap secara mental dan rohani.

Selain doa menyambut Ramadhan, niat puasa menjadi bagian krusial yang harus dipenuhi agar ibadah puasa sah menurut syariat Islam. 

Dalam ajaran Islam, niat bukan sekadar formalitas semata, tetapi bagian dari rukun puasa itu sendiri.

Para ulama sepakat bahwa niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari, yakni sejak setelah Maghrib hingga waktu Subuh sebelum terbit fajar.


Bacaan niat puasa yang lazim digunakan umat Muslim adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adā’i fardhi syahri Ramadhāna hādzihis sanati lillāhi ta‘ālā

Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”

Kata “Ramadhana” dianggap sebagai mudhaf ilaihi sehingga diakhiri dengan fathah yang menjadi tanda khafadh atau tanda jarr-nya. Sedangkan kata “sanati” diakhiri dengan kasrah sebagai tanda khafadh atau tanda jarr dengan alasan lil mujawarah.

Niat ini bisa dilafalkan, namun niat yang hanya terbenak di hati pun sah menurut banyak ulama, selama disertai kesadaran dan keyakinan untuk berpuasa.

Doa menyambut Ramadhan dan niat puasa merupakan dua elemen penting persiapan spiritual yang membantu umat Islam memasuki bulan puasa dengan penuh kesungguhan dan harapan agar segala ibadah diterima oleh Allah SWT.

Dengan memahami makna dan tata cara doa serta niat puasa, umat Muslim diharapkan bisa menjalankan Ramadhan 1447 H/2026 dengan lebih khusyuk, tertib, dan penuh keikhlasan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.