IHSG Anjlok Dua Hari, Dirut BEI dan 4 Pimpinan OJK Mundur, Prabowo Marah Besar
Heriani AM February 12, 2026 11:07 AM

 

 

TRIBUNKALTIM.CO - Gejolak pasar modal Indonesia berujung pada pengunduran diri lima pejabat otoritas dan bursa dalam satu hari, Jumat (30/1/2026).

Mundurnya Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman disusul empat pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi sorotan luas pelaku pasar.

Langkah tersebut terjadi setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok dalam dua hari berturut-turut, dipicu pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta penyesuaian bobot Indonesia oleh sejumlah lembaga keuangan global.

Baca juga: Hasil Survei Kepuasan Publik Tinggi, Parpol Mulai Dekati Prabowo untuk Pilpres 2029

OJK menyebut pengunduran diri itu sebagai bentuk tanggung jawab moral atas kondisi pasar.

Kemudian  disusul empat unsur pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yakni:

  • Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar
  • Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Mirza Adityaswara
  • Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (KE PMDK) OJK Inarno Djajadi
  • Deputi Komisioner Pengawas Emiten, Transaksi Efek, Pemeriksaan Khusus, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (DKTK) OJK Aditya Jayaantara.

Gara-gara IHGS Anjlok

Lima pejabat tersebut belum secara terperinci menjelaskan alasan pengunduran diri.

Namun pihak OJK menjelaskan pengunduran diri para pejabat itu dilakukan sebagai tanggung jawab moral OJK terhadap turunnya indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok dua har.

Analis sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana sebagaimana dilansir Kompas.com menyebut mundurnya lima pejabat di pasar modal kala itu tak lepas dari  anjloknya IHSG dalam dua hari berturut-turut imbas dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Hal itu diperparah dengan keputusan Goldman Sachs dan UBS juga mengubah bobot pasar modal Indonesia.

"Dalam konteks ini, mundurnya Direktur Utama BEI dipandang sebagai bentuk tanggung jawab institusional sekaligus momentum evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar modal Indonesia," ungkap dia.

Baca juga: Susno Duadji sebut Prabowo Kantongi Daftar Nama Jenderal yang Main Tambang Ilegal

Prabowo marah besar

Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan apa yang terjadi saat pasar modal bergejolak beberapa waktu lalu.

Menurut Hashim saat itu Presiden Prabowo Subianto marah besar.

Gejolak itu dinilai banyak merugikan investor ritel domestik dan bahkan mempertaruhkan kehormatan Indonesia.

“Jadi, saya mengambil kesempatan ini untuk mengatakan dengan tegas, Presiden Prabowo sangat marah. Beliau marah dengan apa yang terjadi minggu lalu, terutama dengan kehormatan negara kita yang dipertaruhkan,” ujar Hashim, dalam Asean Climate Forum (ACF) 2026, di Jakarta, Rabu (11/2/2026) kemarin. 

  Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo dalam acara Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (19/2/2025).  (Endrapta Pramudhiaz/Tribunnews)
Ia pun secara terbuka mengingatkan bila pemerintah memperketat pengawasan negarawan yang berkait dengan pasar modal di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

“Jadi saya tujukan ini kepada Anda, Pak Jeffrey (BEI) dan Anda Pak Hasan (OJK). Pemerintah akan mengawasi Anda dengan ketat, dan saya serius,” tegasnya. 

Hashim menuturkan, gejolak pasar saham di Tanah Air yang berujung pada pengunduran diri sejumlah petinggi inti BEI dan OJK menjadi perhatian luas, termasuk sorotan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebagai pengelola indeks saham global. 

Baca juga: Prabowo Diingatkan Jangan Bayar Iuran Board of Peace Rp 17 T, Dino Patti Djalal: Angka Itu Fantastis

Menurutnya, hal itu terjadi lantaran kurangnya transparansi pengelolaan bursa saham di bawah kewenangan BEI dan OJK. 

“Kalian semua tahu kan apa yang terjadi minggu lalu? Morgan Stanley, jatuhnya pasar saham, dan saya tidak tahu apakah kalian mengikutinya, tapi itu menjadi topik hangat minggu lalu, kan? Beberapa orang diminta untuk mengundurkan diri,” bebernya. 

Bahkan, Hashim mengungkapkan, MSCI mengirim empat surat kepada pemerintah Indonesia untuk mempertanyakan sejumlah hal berkait dengan kondisi pasar modal. Namun, soal empat surat tersebut, ia enggan menjelaskan lebih jauh. 

“Dan ada alasannya, karena tidak ada transparansi, dan ada ketidaktransparanan, itu dianggap sebagai pasar yang tidak transparan. Rupanya, Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat kepada Pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Adik Presiden Prabowo itupun menekankan, kepercayaan dan kredibilitas merupakan fondasi utama keberhasilan pasar keuangan. Tanpa itu, pasar tidak akan berfungsi secara sehat. 

Hashim juga menyampaikan ada delapan investor yang bertemu dengannya meminta agar pemerintah memastikan integritas pasar tetap terjaga. 

“Ini semua tentang kepercayaan dan kredibilitas. Pasar-pasar ini hanya akan berhasil jika ada kepercayaan dan kredibilitas. Jadi, delapan investor yang bertemu dengan saya pada hari Senin lalu, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kita,” ucapnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.