Ramai dr Tirta Soroti Pentingnya di Pihak Korban Terduga Pelecehan, Ini Kata Ahli Jiwa
GH News February 12, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi alias dr Tirta menyoroti pentingnya untuk siapa saja melakukan pendekatan 'stay with victim first'. Ini setelah gaduh dugaan pelecehan oleh salah satu pengusaha muda Tanah Air.

Merespons hal tersebut, dokter spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ mengatakan otak korban pelecehan biasanya berada dalam mode ancaman (threat mode), sehingga dalam kondisi ini perlunya dukungan dari banyak pihak.

"Sistem sarafnya sedang aktif mempertahankan diri, bukan sedang berada di kondisi aman untuk menjelaskan kronologi secara rapi seperti yang diharapkan netizen," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Kamis (12/2/2026).

"Pendekatan 'stay with victim' bukan berarti langsung menghakimi pelaku bersalah, tetapi memberikan ruang aman secara emosional agar korban tidak mengalami trauma kedua (secondary trauma) dari reaksi sosial," sambungnya.

Saat korban pelecehan mendapatkan dukungan penuh dari sosial, menurut dr Lahargo akan muncul sebuah 'tembok' yang menghadang kondisi mereka menjadi lebih buruk.

"Aktivasi sistem stres (amigdala/pusat emosi) lebih stabil. Risiko berkembang menjadi PTSD, depresi, atau rasa bersalah berlebihan bisa menurun," kata dr Lahargo.

"Korban lebih mungkin memberikan keterangan yang konsisten karena merasa aman," sambungnya.

Sebaliknya, saat korban mendapatkan komentar-komentar buruk, kebencian, hingga rasa tidak percaya maka kemungkinan besar mereka akan menarik diri.

"Komentar seperti 'bener nggak sih?' atau 'jangan-jangan bohong' dapat memperkuat rasa malu dan membuat korban menarik diri," katanya.

"Mendukung korban bukan berarti menghakimi pelaku, tapi memberi ruang aman agar kebenaran bisa muncul tanpa rasa takut," tutupnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.