TRIBUNJAKARTA.COM - Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, menanggapi kabar Persija Jakarta yang terancam terusir dari kandang untuk tiga laga ke depan.
Persija akan menjamu PSM Makassar pada 20 Februari 2026 dengan kick off pukul 20.30 WIB, lalu menghadapi Borneo FC pada 3 Maret 2026 pada waktu yang sama.
Selanjutnya, Persija akan menjamu Dewa United pada 8 Maret 2026, juga pukul 20.30 WIB.
Ketiga laga ini menjadi sorotan karena kepastian stadion yang akan digunakan masih menunggu keputusan panitia pelaksana.
Situasi ini terjadi lantaran Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak dapat dipakai karena memasuki tahap perawatan jelang ajang FIFA Series yang akan berlangsung pada 23–31 Maret 2026.
Tak hanya SUGBK, Jakarta International Stadium (JIS) yang sempat digadang-gadang menjadi alternatif juga belum sepenuhnya dipastikan siap digunakan.
Ketua Umum The Jakmania, Diky Soemarno, mengatakan hingga kini belum ada keputusan final terkait lokasi pertandingan kandang Persija.
"Saat ini belum ada kepastian, komunikasi masih berjalan, tetapi belum ada keputusan final, setahu saya masih dalam tahap pembahasan," kata Diky Soemarno, Kamis (12/2/2026), dikutip dari Tribunnews.
Diky menjelaskan, pada Senin lalu pihaknya bersama panitia pelaksana telah melakukan peninjauan langsung ke JIS untuk melihat kesiapan stadion di Jakarta Utara tersebut.
"Ada progres yang cukup baik di JIS, tetapi kami masih menunggu keputusan dari panitia pelaksana (panpel)," ujarnya.
JIS sendiri saat ini tengah dalam tahap perawatan rumput usai menggelar konser beberapa waktu lalu. Kondisi itu membuat kepastian penggunaan stadion masih menunggu hasil akhir perawatan.
Meski demikian, dari hasil peninjauan terakhir, pihak pengelola disebut optimistis proses perbaikan bisa rampung sebelum 20 Februari 2026.
Dengan begitu, laga kandang Persija melawan PSM Makassar pada 20 Februari mendatang berpeluang digelar di JIS.
"Panpel optimistis bahwa stadion JIS bisa digunakan tanggal 20 besok," ucap Diky.
Hingga saat ini, manajemen Persija dan panitia pelaksana masih terus berkoordinasi untuk memastikan stadion yang akan dipakai.
Sementara itu, The Jakmania memilih menunggu keputusan resmi sembari berharap Macan Kemayoran tetap bisa bermain di Jakarta.
GBK dikabarkan tak bisa digunakan Persija Jakarta karena akan dilakukan perbaikan rumput untuk persiapan agenda Timnas Indonesia.
Timnas Indonesia akan menggunakan GBK untuk berlaga di FIFA Series pada 23–31 Maret 2026.
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Tauhid Indrasjarief, mengungkapkan pihaknya sudah menyiapkan plan terburuk bila nantinya harus benar-benar terusir dari Jakarta.
Terdekat laga melawan PSM Makassar pada 20 Februari 2026 menjadi pertandingan pertama yang terdampak.
“Tanggal 20 (Februari) katanya ini sudah nggak bisa kami pakai lagi, karena mau diperbaiki rumputnya,” ujar pria yang akrab disapa Bung Ferry dikutip dari Tribunnews, Kamis (12/2/2026).
Laga Persija vs PSM dijadwalkan kick off pukul 20.30 WIB.
Tak hanya itu, Persija juga disebut tidak dapat menggunakan GBK untuk dua laga kandang berikutnya.
“Terus ada dua pertandingan lagi berikutnya kami katanya nggak bisa di GBK. Karena GBK mau perbaikan rumput, mau dipakai lagi Timnas. Ini sudah bagus, dia mau diperbaiki lagi, katanya sih kualitasnya lebih bagus lagi,” tambahnya.
Setelah tanggal itu, Persija disebut tidak dapat menggunakan stadion untuk sementara waktu.
Jika situasi tidak berubah, setidaknya tiga laga kandang Persija terancam dipindahkan, termasuk saat menjamu Borneo FC pada 3 Maret dan Dewa United pada 15 Maret.
Kondisi ini jelas memengaruhi persiapan tim, mulai dari logistik, adaptasi lapangan, hingga atmosfer dukungan suporter.