Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pasca jebolnya tanggul Sungai Cisunggalah di Kampung Bojong Keusik, Desa Bojong, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, pemerintah setempat mulai melakukan pemasangan geobag atau kantung penahan.
Camat Majalaya, Rofiran mengatakan bahwa pemasangan geobag tersebut dilakukan sebagai langkah penanganan darurat untuk mengantisipasi potensi hujan susulan yang dikhawatirkan dapat memperparah kondisi tanggul yang rusak.
"Lalu kami juga akan membuat Tembok Penahan Tanah (TPT) sementara, ini untuk mengantisipasi kemungkinan curah hujan nanti yang akan datang. Takutnya sungai kembali meluap dan masuk lagi," ujarnya kepada Tribun Jabar, Kamis (12/2/2026).
Baca juga: Jalan Desa Bojong Majalaya Bandung Tertutup Lumpur Dampak Tanggul Jebol, 310 Keluarga Terdampak
Saat ditanya mengenai bagian tanggul yang jebol tersebut, Rofiran mengungkapakan bahwa kerusakan memiliki lebar sekitar 5 sampai 6 meter. Di mana lokasinya berada di belakang rumah warga yang saat ini terkena dampak cukup parah.
"Tapi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kami akan coba bangun lebih lebih lebar. Jadi nantinya kurang lebih di 10 sampai 12 meter untuk mengantisipasi tidak dampak tidak meluas," katanya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung, Asep Mahmud, mengatakan, terdapat ratusan keluarga yang mengalami dampak dari kejadian itu.
Berdasarkan data sementara dari hasil asesmen BPBD Kabupaten Bandung tercatat ada sekitar 310 kepala keluarga dengan total 660 jiwa yang terdampak. Namun angka tersebut masih sebatas sementara, sebab asesmen masih terus dilakukan.
"Ada dua desa dari dua kecamatan yang terdampak Desa Bojong, Kecamatan Majalaya dan satu lagi yang di sana masuk ke Desa Panyadap, Kecamatan Solokan Jeruk," ucapnya
Baca juga: Tanggul Sungai Citalahab Jebol, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya Terjang Banjir Pamarican dan Cidolog
Selain itu, pihaknya juga mendata untuk sementara, bangunan rumah yang mengalami rusak tercatat ada 12 unit, di mana 5 diantaranya mengalami rusak berat dan 7 lainnya rusak sedang.