TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji menyebut pihaknya masih mengupayakan, bantuan motor kepada para Tim Pendamping Keluarga (TPK) dan penyuluh yang mendistribusikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu hamil, menyusui dan non-PAUD. Koordinasi masih dilakukan Kemendukbangga dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Baca juga: Kemendukbangga Kerahkan Psikolog Pulihkan Korban Bencana di Sumatera dari Trauma
“Masih kami koordinasikan dengan Menteri Keuangan (soal bantuan motor). Yang penting secara substansi bisa membantu para pendamping keluarga. Insya Allah kami carikan jalan keluar yang terbaik,” kata dia di kantor Kemendukbangga, Jakarta Timur, Kamis (12/2/2026).
Sampai saat ini, pihaknya belum bisa memberikan kepastian kapan bantuan motor tersebut direalisasikan.
Pemerintah masih menyesuaikan rencana ini agar tepat sasaran dan benar-benar bermanfaat bagi pendamping keluarga di lapangan.
“Sabar dulu. Kami ingin memastikan kebutuhan dan betul-betul bermanfaat,” katanya.
"Penyuluh KB dan kader di lapangan adalah garda terdepan kita. Mereka yang memastikan gizi sampai ke piring ibu hamil dan balita di pelosok negeri dengan data yang akurat, by name by address," tambah Wihaji.
Sebelumnya, pada November 2025 lalu, Presiden Prabowo Subianto disebut-sebut akan memberikan bantuan berupa motor untuk TPK dan penyuluh yang membantu mendistribusikan MBG.
Bantuan motor tersebut adalah bentuk dukungan dan apresiasi kepada tim yang memastikan MBG tersalurkan tepat sasaran dari rumah ke rumah. Adapun bantuan motor kemungkinan berupa motor listrik.
Baca juga: Kampung KB Manggala Jadi Contoh Nasional, Wamen BKKBN Tegaskan Peran Negara Bangun Keluarga
Di kesempatan itu, Wihaji menyampaikan pesan Prabowo kepada para penyuluh, agar meningkatkan kapasitasnya melalui edukasi dan sosialisasi program-program BKKBN sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.