Kanker anak adalah salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Kanker ini dapat dialami oleh siapa saja, tidak mengenal status ekonomi, sosial, ras, dan gender.
Ketua UKK (Unit Kerja Koordinasi) Hemato Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Eddy Supriyadi, SpA, SubspHOnk(K), PhD mengungkapkan ada banyak jenis kanker yang bisa menyerang pada anak, tapi umumnya dibagi menjadi kanker darah dan kanker padat.
Efek gejala yang ditimbulkan dari kanker anak, tergantung pada organ mana kanker menyerang anak.
"Bisa di perut, itu bisa kanker kelenjar getah bening atau limfoma, paling sering adalah kanker ginjal, atau neuroblastoma, kanker pada daerah saraf," ungkap dr Eddy mengungkapkan jenis kanker padat ketika berbincang dengan detikcom, Jumat (6/2/2026).
Kanker padat lain yang bisa ditemukan seperti kanker mata atau retinoblastoma. Kemudian juga ada kanker otak yang cenderung sulit terdeteksi dan kanker tulang atau osteosarkoma.
"Biasanya sih kalau nggak berat banget gejalanya (kanker otak), kadang mereka tidak melakukan skrining. Gejalanya salah satunya itu pusing-pusing terus," sambung dr Eddy.
dr Eddy mengungkapkan kanker pada anak adalah masalah kesehatan serius. Data Globocan memperkirakan kasus kanker anak baru di Indonesia bisa mencapai 11-12 ribu per tahun.
Namun, sayangnya yang berhasil ditemukan bisa kurang dari separuh kasus, sekitar 4 ribu - 4.500 kasus. Oleh karena itu, penemuan kasus kanker anak harus jadi prioritas, untuk meningkatkan peluang kesembuhan.
Berbeda dengan kanker dewasa, kanker pada anak memiliki peluang untuk sembuh yang jauh lebih besar, bahkan hingga 80 persen, bila dikenali dini dan diobati dengan tepat dan tuntas.
"Kalau benar, kemana sisanya? Sisanya mungkin, dia tidak terdiagnosis, kedua dia terdiagnosis tapi keliru, ketiga dia meninggal sebelum terdiagnosis," tandas dr Eddy.
Berikut ini sederet jenis kanker anak beserta gejalanya menurut IDAI:
Leukemia (Kanker Darah)
- Demam berulang atau lebih dari 2 minggu tanpa sebab yang jelas.- Perdarahan pada kulit atau perdarahan spontan.- Pucat.- Nyeri tulang atau sendi.- Kejang hingga penurunan kesadaran.
Limfoma Maligna (Kanker Kelenjar Getah Bening)
- Pembengkakan di leher, ketiak, atau pangkal paha dengan konsistensi padat.- Sesak disertai pembengkakan wajah, leher, dan lengan atas.- Perut membesar, teraba benjolan, dan gejala obstruksi saluran pencernaan- Demam, keringat malam, lemah, lesu.- Nafsu makan berkurang, berat badan turun 10 persen dalam 3 bulan.
Tumor Hati
- Nyeri di area abdomen.- Gejala sistemik seperti demam, lemas, berkurangnya nafsu makan.- Sakit kuning dalam kondisi yang jarang.
Retinoblastoma (Kanker Mata)
- Munculnya leukokoria atau 'mata kucing', ketika mata memantulkan cahaya.- Strabismus, mata merah dan nyeri pada mata, keluar air mata berlebih, katarak, ataupun penurunan tajam penglihatan.- Nyeri kepala, muntah, kejang, dan penurunan kesadaran.
Tumor Otak
- Nyeri kepala yang hilang timbul, menetap atau memberat.- Mual dan muntah.- Kejang, perubahan kesadaran atau status mental (perubahan perilaku, kebingungan).- Gangguan penglihatan- Gangguan hormonal.- Kehilangan keseimbangan dan kesulitan berbicara.
Tumor Ginjal
- Massa padat atau kenyal di sisi kiri atau kanan perut yang tidak disertai nyeri.- Buang air kecil disertai darah (hematuria).- Anemia, penurunan berat badan, demam, tidak nafsu makan.
Neuroblastoma (Kanker Sel Saraf)
- Gejala bila terdapat benjolan pada leher berupa batuk, sesak napas, dan nyeri dada.- Mata menonjol diikuti kebiruan di kelopak mata (periorbital ekimosis) merupakan tanda yang khas.- Gejala penyerta seperti pucat, iritabel, lemah, penurunan berat badan, anoreksia, dan demam tanpa sebab yang jelas.
Osteosarkoma (Kanker Tulang)
- Benjolan atau pembengkakan pada tulang.- Massa atau benjolan dapat teraba hangat- Nyeri tulang yang semakin lama semakin memberat, dan mengganggu aktivitas.- Anak tampak berjalan pincang karena rasa sakit.- Gejala penyerta seperti demam, cepat lelah, berat badan turun, dan pucat.
Karsinoma Nasofaring
- Pilek, hidung tersumbat, ingus yang bercampur darah / mimisan, serta air ludah yang kental.- Nyeri tenggorokan dan sakit kepala.- Gangguan mata seperti penglihatan ganda atau kelopak turun.- Penurunan fungsi pendengaran, telinga berdengung (tinnitus), nyeri telinga, dan rasa penuh di telinga.- Kesemutan dan kebas di area wajah.
Sarkoma Jaringan Lunak Ganas
- Benjolan dibawah kulit yang bertambah besar secara cepat, muncul di bawah kulit, biasanya lebih dari 5 cm.- Nyeri atau mengganggu fungsi organ tergantung letaknya (kesemutan, gangguan gerak bila bertambah besar, gangguan berjalan/gerak).- Penurunan nafsu makan dan berat badan.- Bisa mengenai jaringan lunak di seluruh tubuh (otot, pembuluh darah, lemak, saraf tepi, dan jaringan lunak lainnya
Tumor Testis dan Ovarium Ganas
Tumor testis pada pria gejalanya bertekstur keras dan sulit digerakkan. Ukurannya tidak berubah dan rasa nyeri bisa muncul jika membesar. Lokasi tumor berada dalam testis dan tanda lain yang bisa muncul seperti nyeri punggung atau perut.
Sementara itu, pada ovarium pada wanita gejala yang dapat muncul seperti perut membesar, nyeri perut bawah, mual, muntah, dan sembelit. Gejala lain seperti gangguan kemih, perdarahan abnormal, dan penurunan berat badan tanpa alasan jelas juga dapat muncul.
Langerhans Cell Histiocytosis
Langerhans Cell Histiocytosis (LCH) adalah penyakit langka akibat pertumbuhan dan penumpukan berlebihan sel Langerhans, yaitu sel imun yang normalnya berfungsi melawan infeksi. Pada kondisi ini, sel-sel tersebut justru merusak jaringan dan dapat menyerang tulang, kulit, paru-paru, kelenjar getah bening, hingga organ lain, dan paling sering terjadi pada anak.
Salah satu gejala yang muncul adalah demam dan penurunan berat badan yang tidak disadari. Gejala sesuai target organ misalnya nyeri pada area tulang jika yang terkena tulang, kemudian kemerahan hingga eksim jika menyerang kulit.







