Industri Kreatif Potensial Jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
GH News February 12, 2026 11:09 PM
Jakarta -

Industri ekonomi kreatif (ekraf) di Jakarta berpotensi untuk didorong lebih maju sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru mengingat pertumbuhannya sangat baik.

Rektor Perbanas Institute, Hermanto Siregar menyebut ekonomi kreatif sebagai the new engine of growth bukanlah suatu hal yang berlebihan mengingat kekayaan budaya Indonesia dapat membuatnya semakin terangkat.

"Ekonomi kreatif dilihat dari sisi penelitian, menunjukkan pengaruhnya itu setara kira-kira dengan institusi, jadi, pengaruh teknologi terhadap output atau produktivitas ekraf itu jelas. Untuk semakin mengembangkan ekraf, memang diperlukan sentuhan kapital di industri yang sesuai dengan setiap sektor pada ekonomi kreatif," ujar Hermanto seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/2/2026).

Meski terus tumbuh, namun pangsanya masih rendah. Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota tercatat 8,13 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 9,42 persen pada 2025.

"Share-nya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) DKI Jakarta, ekonomi kreatif itu hanya 11,53 persen. Ini sebetulnya kami melihat ruang improvement-nya sangat banyak. Sangat besar peluangnya untuk kita dorong pertumbuhan ekonomi kreatif dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta," kata dia.

Tumbuhnya sektor itu dinilai dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni menjadi efek pengganda terhadap subsektor lain seperti kuliner, transportasi, perhotelan, fesyen hingga rumah produksi.

"Kami yakin bahwa (ekonomi kreatif) ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat lagi," kata Iwan.

Sementara itu, dari sisi lapangan kerja, data BPS mencatat jumlah tenaga kerja di sektor kreatif mencapai 27,4 juta orang, melampaui target RPJMN 2025 sebesar 25,55 juta orang.

"Faktanya memang ekonomi kreatif Indonesia bukan akan, tapi telah menjadi mesin baru ekonomi nasional," kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

Capaian positif tersebut tercermin juga dari data investasi dan ketenagakerjaan. Berdasarkan data BKPM, realisasi investasi ekonomi kreatif pada semester I tahun 2025 telah mencapai 66 persen atau sebesar Rp90,12 triliun dari target investasi sebesar Rp123,9-136,3 triliun.

Angka itu menunjukkan kreativitas anak bangsa di Indonesia mempunyai akar budaya yang kuat. Namun perlu didukung dengan sentuhan inovasi teknologi di zaman digital, sehingga para pelaku industrinya bisa naik kelas.

Wahyu Setyo Widodo
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.