TRIBUNHEALTH.COM - Penderita kolesterol tinggi yang menjalankan puasa Ramadhan perlu memperhatikan kondisi mereka dengan cermat.
Terutama soal pola makan.
Beberapa jajanan dan makanan khas Ramadhan memang menggoda, namun bisa menyebabkan kenaikan kadar kolesterol jika tidak dikonsumsi dengan bijak.
Misalnya aneka takjil manis, gorengan, atau berbagai kue kering khas Ramadhan dan lebaran.
Melansir WebMD, berikut ini tips agar kadar kolesterol aman saat berpuasa Ramadhan.
Saat sahur dan berbuka, godaan menggoreng dan bersantan memang besar.
Padahal, lemak jenuh dan lemak trans yang terkandung di dalamnya adalah pemicu utama naiknya kolesterol.
Batasi konsumsi gorengan, santan kental, margarin.
Sebagai alternatif, pilih metode masak seperti panggang, kukus, atau tumis dengan sedikit minyak sehat.
Baca juga: 5 Poin Keunggulan Kurma untuk Buka Puasa, Sederhana tapi Kaya Manfaat
Produk hewani seperti jeroan, kuning telur berlebihan, dan daging merah perlu dikontrol.
Saat membuat menu berbuka, pilih bagian daging tanpa lemak atau ganti dengan sumber protein nabati.
Produk susu rendah lemak juga bisa jadi alternatif untuk campuran kolak atau es buah.
Tidak semua jenis lemak buruk untuk kesehatan.
Lemak tak jenuh tunggal justru membantu menurunkan LDL tanpa mengganggu HDL.
Kabar baiknya, beberapa makanan takjil khas Ramadhan sudah menggunakan makanan yang mengandung lemak sehat.
Misalnya alpukat untuk es buah, minyak zaitun sebagai campuran salad, atau selai kacang murni sebagai isian kurma.
Ikan berlemak seperti salmon atau tuna juga bisa dijadikan menu berbuka atau sahur yang lezat dan menyehatkan.
Baca juga: 5 Tips Berikut Bikin Tubuh Tak Mudah Lemas Saat Puasa Ramadhan
Nasi putih dan mie instan memang praktis, tapi bikin cepat lapar dan kurang bersahabat dengan kolesterol.
Ganti dengan sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oat, kentang rebus, atau roti gandum utuh.
Tambahkan sayuran dan kacang-kacangan dalam menu sahur dan berbuka untuk memenuhi kebutuhan serat harian.
Serat membantu mengikat kolesterol dan mengeluarkannya dari tubuh.
Puasa bukan alasan untuk bermalas-malasan.
Aktivitas fisik justru membantu meningkatkan HDL dan membakar lemak.
Lakukan olahraga ringan 30 menit menjelang berbuka, seperti jalan santai, bersepeda statis, atau sekadar berkebun.
Setelah tarawih, Anda juga bisa mencoba senam ringan atau yoga.
(TribunHealth.com)