Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan mengupayakan program bedah rumah bagi warga terdampak kebakaran 16 rumah di Jalan Bangka III RT 14/RW 02 Mampang Prapatan.
"Kami sedang mengupayakan program bedah rumah," kata Wali Kota Jakarta Selatan Muhammad Anwar saat ditemui di lokasi kebakaran Mampang, Jakarta, Jumat.
Anwar mengatakan, daripada memperbaiki bagian yang masih bisa dimanfaatkan, lebih baik dilakukan bedah rumah melalui program yang dilaksanakan oleh Baznas-Bazis Jakarta Selatan.
Diharapkan dengan bedah rumah, maka warga bisa segera pulih dan bisa beraktivitas kembali. "Karena kondisi bangunan saat ini sudah hancur total dan tidak dapat digunakan lagi," katanya.
Untuk antisipasi kejadian serupa terulang, pihaknya melalui Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan sudah sering memberikan sosialisasi di tingkat kecamatan, kelurahan maupun kota.
Hal ini juga mencakup pembinaan langsung. "Saya juga mengingatkan, khususnya kepada ibu-ibu agar lebih teliti," katanya.
Terkadang ada yang meninggalkan kompor saat sedang memasak dan ketika kembali, rumah sudah habis terbakar. "Hal-hal seperti ini yang perlu kita waspadai bersama," katanya.
Seorang warga terdampak kebakaran tersebut, Afri Utami berharap agar semuanya dapat dibantu, terutama untuk pembangunan kembali rumah sehingga ia dan keluarganya bisa kembali menata hidup dan segala urusan dapat berjalan lancar.
Dia hanya bisa menyelamatkan dokumen-dokumen saja karena sudah satu tas. "Mudah-mudahan dengan kedatangan Bapak Wali Kota akan membuka jalan untuk kami mendapatkan kemudahan, terutama dalam membangun rumah kembali," katanya.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan menaksir kerugian kebakaran 16 rumah di Jalan Bangka III RT 14/RW 02, Mampang Prapatan, pada Selasa (10/2) mencapai lebih dari Rp2 miliar.
Sebanyak 19 unit atau 91 personel dikerahkan setelah menerima laporan kebakaran yang terjadi pada pukul 04.39 WIB tersebut.
Tercatat 55 jiwa atau 22 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran tersebut. Tak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa itu.







