Dirut BPJS Kesehatan Emosi usai Kinerjanya Dianggap Tak Maksimal oleh Anggota Komisi IX DPR
Arifah Nur Shufiyatin February 13, 2026 12:11 PM

- Rapat kerja antara Komisi IX DPR RI dengan BPJS Kesehatan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) diwarnai ketegangan dan debat panas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Profesor Ali Ghufron Mukti, melontarkan respons keras terhadap kritik yang disampaikan oleh anggota DPR, Zainul Munasichin.

Zainul menilai BPJS Kesehatan tidak proaktif dalam mengantisipasi dampak dari penonaktifan 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang menyebabkan kendala layanan kesehatan di awal Februari.

Ia menyayangkan BPJS Kesehatan yang dianggap tidak segera memilah data terhadap sekitar 120.000 pasien penyakit katastropik yang ikut terdampak kebijakan tersebut.

Mendengar tudingan tersebut, Ali Ghufron tampak emosi dan menegaskan bahwa jajarannya telah bekerja keras serta tidak tinggal diam melihat persoalan data tersebut.

Suasana semakin memanas saat Ali Ghufron menantang balik Zainul dengan menyatakan kesiapan untuk menggajinya jika mampu menunjukkan cara kerja yang lebih efektif daripada timnya.

Ali menekankan bahwa BPJS Kesehatan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar pasien dengan penyakit berat tetap mendapatkan hak pelayanan mereka.

Hingga kini, persoalan sinkronisasi data PBI terus menjadi perhatian guna mencegah adanya warga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan akses pengobatan medis.

- Rapat kerja antara Komisi IX DPR RI dengan BPJS Kesehatan yang berlangsung pada Rabu (11/2/2026) diwarnai ketegangan dan debat panas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Profesor Ali Ghufron Mukti, melontarkan respons keras terhadap kritik yang disampaikan oleh anggota DPR, Zainul Munasichin.

Zainul menilai BPJS Kesehatan tidak proaktif dalam mengantisipasi dampak dari penonaktifan 11 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang menyebabkan kendala layanan kesehatan di awal Februari.

Ia menyayangkan BPJS Kesehatan yang dianggap tidak segera memilah data terhadap sekitar 120.000 pasien penyakit katastropik yang ikut terdampak kebijakan tersebut.

Mendengar tudingan tersebut, Ali Ghufron tampak emosi dan menegaskan bahwa jajarannya telah bekerja keras serta tidak tinggal diam melihat persoalan data tersebut.

Suasana semakin memanas saat Ali Ghufron menantang balik Zainul dengan menyatakan kesiapan untuk menggajinya jika mampu menunjukkan cara kerja yang lebih efektif daripada timnya.

Ali menekankan bahwa BPJS Kesehatan terus berkoordinasi dengan Kementerian Sosial agar pasien dengan penyakit berat tetap mendapatkan hak pelayanan mereka.

Hingga kini, persoalan sinkronisasi data PBI terus menjadi perhatian guna mencegah adanya warga kurang mampu yang kesulitan mendapatkan akses pengobatan medis.

">Tribun-Video.com)
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.