BANJARMASINPOST.CO.ID - Kisruh hak asuh, giliran Virgoun sentil Inara Rusli. Tutur kata di hadapan anak disinggung.
Hubungan antara Inara Rusli dan mantan suaminya, Virgoun memanas lagi.
Keduanya kini berseteru soal hak asuh atas tiga anak mereka.
Pihak Inara Rusli sempat mengungkap kekhawatiran tiga anaknya terpapar asap rokok saat tinggal di rumah Virgoun.
Tak tinggal diam, kini giliran Virgoun yang diduga menyindir balik sang mantan istri.
Virgoun nampak membuat bantahan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @virgoun_.
Pelantun lagu Surat Cinta Untuk Starla ini menegaskan, telah mengambil langkah untuk memastikan anak-anaknya berada di lingkungan yang lebih baik.
Ayah tiga anak ini mengisyaratkan bahwa keputusan tinggal di apartemen dilakukan demi melindungi anak-anaknya dari paparan asap rokok maupun lingkungan yang dinilai kurang baik.
"Udah sebulan lebih tinggal di apart... biar anak2 gak kena asep rokok.. dan gak denger dan niru bahasa2 jelek dari orang2 dewasa yg tinggal di rumah greenlake," ujar Virgoun, dikutip Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Artis Senior Dibuat Murka, Firdha Razak Sebut Menantunya Poliandri saat Hamil, Kini Lapor Polisi
Tak berhenti sampai di situ, pemilik nama asli Virgoun Putra Tambunan ini juga menyinggung soal tudingan yang dilayangkan pihak Inara kepadanya.
Virgoun menyebut, tudingan itu dilayangkan tanpa tabayun. Tabayun adalah prinsip Islam untuk meneliti, memverifikasi, dan mengklarifikasi kebenaran suatu informasi sebelum mempercayainya atau bertindak.
"Tabayun kaga.. nuduh.. tabayun kaga.. main lapor.. akal-akalan lawyer," sindirnya.
Di antaranya terkait tidak dibatasinya sang anak mengakses media sosial.
"Berdasarkan pengakuan dari anak-anak dan kesaksian orang-orang yang mengasuh anak-anak, bahwa mereka diberikan akses internet tanpa batas," imbuh Herlina dikutip dari Wartakotalive.com, Rabu (11/2/2026).
Inara juga kesal lantaran anak-anaknya sudah sebulan mengidap batuk karena paparan asap rokok.
"Anak-anak juga sudah batuk hampir sebulan dan tidak sembuh-sembuh dikarenakan terpapar asap rokok dari orang-orang yang berada di rumah itu, dan hampir semuanya perokok aktif," tandasnya.
Akibat itu, anak-anak Inara diduga mengalami penurunan kondisi psikis dan kesehatan.
Apalagi, pernyataan-pernyataan Ibu Virgoun, Eva Manurung cenderung memojokkan Inara.
"Hingga saat ini jejak digitalnya masih ada, tersebar, mengakibatkan anak-anak mengalami penurunan kondisi psikis dan kesehatan secara signifikan," tutup Herlina.
Inara Rusli telah melaporkan Virgoun ke di Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA), 30 Januari 2026 lalu.
Laporan tersebut dilakukan akibat adanya dugaan Virgoun membawa anak-anaknya secara paksa dari Inara Rusli.
Ketua Umum Komnas PA, Agustinus Sirait kemudian membenarkan kabar tersebut.
"Ya, pertama-tama kami menerima kedatangan dari Ibu IR dengan maksud untuk diskusi, sekaligus juga melaporkan kejadian yang dialaminya, terutama tentang bahwa anak yang diasuhnya itu diambil secara paksa tanpa sepersetujuan dari beliau, oleh ayah anaknya (Virgoun)," kata Agustinus Sirait kepada awak media belum lama ini.
"Tentu Komnas Perlindungan Anak menyikapi ini bahwa kami mendukung Ibu IR tersebut karena berdasarkan fakta dan keadaannya hari ini, menurut surat dari keputusan pengadilan bahwa hak asuh anak itu berada di tangan si Ibu, ya," tambahnya.
Agustinus menilai keputusan Virgoun justru keliru dan dianggap telah melanggar aturan Mahkamah Agung lantaran hak asuh anak di tangan Inara.
"Tentu kami tidak bisa membiarkan siapa pun, bahkan ayah kandungnya, dengan secara paksa untuk mengambil anak tanpa persetujuan dari Ibunya yang memiliki hak asuh anak," jelasnya.
"Itu bagian dari kekerasan sebetulnya. Karena kita juga harus memikirkan bagaimana psikisnya anak-anak," tambah Agustinus.
Lebih lanjut, Inara mengklaim adanya dugaan Virgoun memutuskan akses komunikasi sejak dirinya mengambil sang anak secara paksa.
"Dan baru tadi si Ibu IR ini akhirnya setelah sekian lama mendatangi sekolah anaknya supaya bisa bertemu dengan anaknya," tutur dia.
Agustinus Sirait kemudian menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi upaya damai atau mediasi dari kedua pihak.
"Jadi kami menyarankan Ibu IR supaya dilakukan mediasi terhadap Bapak kandungnya. Kami mintakan nanti untuk memanggil ke Komnas Perlindungan Anak supaya bisa mengklarifikasi ini dan kita cari titik temu, ya," tandasnya.
Sejak bercerai dari Virgoun pada 2023 silam, Inara diketahui memenangkan hak asuh ketiga anaknya.
Namun, kini Inara terseret masalah lain.
Ia menghadapi masalah hukum atas dugaan perselingkuhan dengan pengusaha asal Medan, Insanul Fahmi.
Di tengah situasi itu, Virgoun mengambil tindakan untuk membawa pergi anak-anaknya dari Inara.
Virgoun pun kini siap untuk mengajukan gugatan pengalihan hak asuh anak jika urusannya terkait laporan Inara ke Komnas PA selesai.
"Oke, jadi saya sampaikan sekali lagi ya bahwa yang pertama dalam waktu dekat kita menunggu panggilan untuk mediasi dan visit," terang kuasa hukum Virgoun, Sandy Arifin.
"Yang kedua, setelah hasil mediasi itu disepakati, apakah mediasi gagal ataupun sepakat damai, kita akan segera mengajukan gugatan pengalihan hak asuh anak kepada klien kami dalam waktu dekat," terang Sandy.
Sandy mengungkapkan upayanya saat ini.
"Kita lagi menyusun, menyiapkan, menunggu hasil dari mediasi nanti dan hasil visit," tambahnya.
Disinggung soal alasan mengambil hak asuh anak, Virgoun memilih bungkam.
Ia hanya melambaikan tangan sebagai isyarat penolakan menjawab.
Melihat itu, Sandy pun meminta awak media bertanya pada Komnas PA.
"Tanya ke Abang (Agustinus Sirait), tadi sudah disampaikan," pinta Sandy mengarahkan.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)