Asal Usul Julukan Laskar Sape Kerrab, Filosofi Pantang Menyerah Madura United
Mujib Anwar February 14, 2026 12:42 AM

TRIBUNMADURA.COM – Madura United merupakan salah satu tim kontestan kompetisi tertinggi sepak bola Liga 1 Indonesia, Super League. Resmi berdiri pada 10 Januari 2016, klub kebanggaan masyarakat Pulau Madura ini memiliki julukan Laskar Sape Kerrab.

Julukan tersebut bukan sekadar nama, melainkan mengandung filosofi mendalam yang berakar dari budaya masyarakat Madura.

Lantas, bagaimana asal usul julukan Laskar Sape Kerrab bagi Madura United?

Baca juga: Arema FC vs Semen Padang, Marcos Santos Waspadai Transisi Cepat dan Kecepatan Pemain Kabau Sirah

Berasal dari Tradisi Karapan Sapi

Sape Kerrab merujuk pada tradisi karapan sapi, lomba pacuan sapi yang telah menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Madura. Dalam tradisi tersebut, sapi-sapi terbaik dipacu untuk mencapai garis finish dengan semangat, kekuatan, dan ketangguhan.

Media Officer Madura United, Tabri S Munir, pada 25 April 2020 menjelaskan, Sape Kerrab merupakan simbol sifat pantang menyerah.

Sape Kerrab juga merepresentasikan ketangguhan dalam memperjuangkan jati diri agar memiliki keunggulan. Tidak ada kata menyerah sebelum mencapai garis akhir.

Filosofi tersebut, kata Tabri mengajarkan sikap untuk bangkit saat terjatuh, terus mengejar peluang yang hampir lepas, serta memandang kekalahan bukan sebagai akhir dari segalanya.

Baca juga: Meriah, PWI Sampang Satukan Instansi Lewat Futsal dan Donor Darah di HPN 2026

Diberikan Langsung oleh Achsanul Qosasi

Julukan Laskar Sape Kerrab diberikan langsung oleh pendiri sekaligus Presiden Madura United, Achsanul Qosasi. Meski tidak diketahui secara pasti kapan pertama kali dicetuskan, julukan tersebut sudah melekat sejak klub resmi berdiri pada 2016.

Tujuan pemberian julukan itu agar Madura United mampu mengadopsi filosofi Sape Kerrab dalam setiap pertandingan.

Filosofi tersebut tidak hanya menjadi identitas klub, tetapi juga menjadi gaya bermain atau pakem permainan Madura United. Para pemain diharapkan memahami dan menghayati nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Karakteristik yang ingin dibangun adalah sosok pemain yang jantan, gagah, pekerja keras, dan pantang menyerah. 

Dalam praktiknya di lapangan, para pemain dituntut untuk terus mengejar bola yang hilang, bangkit ketika terjatuh, serta memperjuangkan kemenangan, bukan sekadar menunggu hasil.

Baca juga: Persebaya di Bawah Racikan Bernardo Tavares Tampil Moncer Tak Terkalahkan 4 Laga

Lebih dari Sekadar Julukan

Laskar Sape Kerrab bukan hanya sekadar julukan, melainkan simbol perjuangan dan semangat khas Madura yang ditanamkan dalam tubuh Madura United.

Dengan semakin kompetitifnya Super League Liga 1 Indonesia musim ini, semangat Sape Kerrab bukan hanya jadi identitas klub, tetapi juga modal kuat bagi Madura United untuk bertahan, bangkit, dan menunjukan karakter jantan serta pekerja keras seperti nilai-nilai budaya Madura yang selama ini menjadi warisan nilai luhur karapan sapi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.