Buka Beasiswa Kuliah ke Cina dan Singapura, Disdikbud Kalsel Beberkan Persyaratan 
Budi Arif Rahman Hakim February 14, 2026 12:52 AM


BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kesempatan kuliah ke luar negeri bagi lulusan SMA/SMK di Kalimantan Selatan terbuka lebar.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel memastikan program beasiswa ke Cina dan Singapura tetap berjalan dengan proses seleksi ketat dan pendampingan dari pemerintah daerah.

Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra mengatakan, proses seleksi akan dilakukan secara bertahap melalui sekolah, kemudian peserta akan mendapat pendampingan agar mampu memenuhi standar kampus tujuan.

“Anggaran itu baru kita keluarkan kalau mereka lulus,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa Pemprov Kalsel tidak ingin melepas peserta tanpa persiapan matang.
Oleh sebab itu, siswa yang berminat akan melalui tahapan seleksi awal dari sekolah masing-masing sebelum mendapatkan pembekalan khusus agar mampu memenuhi standar kampus tujuan.

“Kita juga tidak ingin anak-anak kita kenapa-kenapa di luar sana nanti,” katanya.

Untuk tujuan China, program bekerja sama dengan Jiangsu Agri-Animal Husbandry Vocational College (JAHVC), dengan menyediakan beberapa pilihan bidang vokasi yang berorientasi kebutuhan industri.

Baca juga: Proyek Aero City Banjarbaru Berlanjut, Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru

Baca juga: 711 Calon Haji Jalani Vaksinasi Meningitis: Dinkes Banjarmasin: Empat Orang Tidak Istitaah

Peserta dapat memilih jurusan peternakan dan kesehatan hewan (Animal Husbandry & Veterinary), teknologi lingkungan dan pertamanan (Garden Technology), teknologi akuakultur atau perikanan budi daya (Aquaculture Technology), serta bisnis digital melalui program perdagangan elektronik (Electronic Commerce).

Beasiswa ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK berusia 17 hingga 25 tahun yang memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang baik, dalam kondisi sehat dan dibuktikan hasil pemeriksaan laboratorium, tidak pernah melakukan tindakan kriminal, serta memiliki pihak yang dapat menjamin keuangan selama masa studi.

Pendaftaran dan pengumpulan berkas berlangsung sejak Oktober 2025 hingga Mei 2026, sementara registrasi kampus dijadwalkan 1 Februari sampai 15 Juni 2026. Perkuliahan direncanakan dimulai pada September 2026.

Sementara itu, untuk tujuan Singapura, program difokuskan pada bidang keperawatan melalui Asian Nursing Singapore (ANS).

Program ini diperuntukkan bagi lulusan SMA, khusus perempuan, berusia di bawah 25 tahun.

Persyaratan akademik mencakup nilai minimal 70 untuk mata pelajaran inti seperti Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA, serta rata-rata nilai mata pelajaran inti dan dua mata pelajaran terbaik lainnya minimal 70. Peserta juga harus memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang sangat baik.

Tahapan seleksi Singapura dimulai dengan pendaftaran universitas dan tes Bahasa Inggris pada April atau Mei 2026, dilanjutkan wawancara oleh pihak Singapura pada Agustus 2026.

Peserta yang lolos akan mengikuti tes writing dan speaking pada September 2026, penandatanganan perjanjian, pembekalan, hingga keberangkatan yang dijadwalkan Februari atau Maret 2027. Pendidikan diploma keperawatan tersebut berlangsung selama tiga tahun.

Tantri menjelaskan, program ini masih bersifat pilot project pada 2026 dengan kuota total 150 orang, masing-masing 75 orang untuk Singapura dan 75 orang untuk Cina. Anggaran yang disiapkan sekitar Rp 1,5 miliar dan baru akan dicairkan apabila peserta dinyatakan lulus seleksi.

Ia berharap sekolah dan masyarakat dapat mendorong siswa yang memiliki kemampuan serta kemauan kuat untuk mengikuti proses seleksi ini, sehingga kesempatan kuliah ke luar negeri benar-benar dimanfaatkan secara maksimal oleh putra-putri daerah. (Banjarmasinpost.co.id/muhammad syaiful riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.