Petani Lubuk Besar Manfaatkan Lahan Sawit Untuk Tanam Semangka, Hasil Panen Bisa Tembus 80 Ton
Fitriadi February 14, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Deretan pohon semangka yang ditanam oleh Saptono warga Desa Lubuk Pabrik, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tumbuh subur.

Memanfaatkan area pada lahan perkebunan sawit, konsep penanaman semangka di kebun Saptono ini menjadi inovasi pada sektor pertanian di wilayah Bangka Tengah.

Meski ditanam di sela-sela pohon sawit, deretan pohon semangka yang ditanam Saptono memilik daun yang sangat hijau.

Berada di lahan sekitar 4 hektare, pohon semangka itu tumbuh subur menjalar rapi di blok perkebunan sawit.

Saat Bangkapos.com menyusuri kebun milik Saptono ini, deretan buah semangka seolah menunggu giliran untuk dipetik.

Di sisi lain kebun, nampak para pekerja sedang sibuk menimbang semangka hasil panen untuk kemudian dimuat ke dalam mobil bak terbuka.

Saptono adalah petani binaan dari program yang dicanangkan Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman.

Hasil panen semangka di kebun Saptono bisa menghasilkan hingga 80 ton.

Saptono mengatakan, hasil tersebut sangat menguntungkan karena hasil panen langsung dibeli oleh para tengkulak dengan harga Rp 7.500 ribu per kilogram.

Terlebih lagi, saat ini memasuki periode menjelang bulan Ramadan yang biasanya membuat tingkat konsumsi buah semangka di masyarakat meningkat hingga perayaan Idulfitri.

"Perkiraan kami ini (lahan) 4 hektare, (hasilnya) kisaran 80 ton lah. Ini baru panen perdana, nanti terus beberapa hari. Dengan harga yang sekarang ini kisaran Rp 7.500, Alhamdulillah menguntungkan," ujar Saptono kepada Bangkapos.com, Sabtu (14/2/2026).

Saptono mengisahkan, proses penanaman dan perawatan pohon semangka bisa dikatakan memiliki tantangan tersendiri.

Akan tetapi, masa tanam hingga panen yang hanya memakan waktu 2 sampai 3 bulan tentu memberikan keuntungan pagi petani.

"(Masa tanam) 2 bulan sudah mulai panen. Untuk perawatannya karena kemarin cuaca agak ekstrem, agak susah. Alhamdulillah berkat kerja keras kita, berkat doa-doa beliau-beliau, Alhamdulillah banyak berhasil," sebutnya.

Saptono berencana menambah luasan area penanaman semangka di waktu yang akan datang.

"Insya Allah nambah lagi, Insya Allah," kata Saptono.

Seorang pedagang buah bernama Rahman memilih membeli langsung semangka dari petani dari Lubuk Besar karena memiliki kualitas unggul.

"Tidak kalah (kualitasnya). Untuk kualitas Bangka nomor satu, tapi kalau untuk di induk Jakarta," kata Rahman.

Rahman membeli 2 ton semangka dari kebun Saptono.

Ia datang langsung ke kebun-kebun warga untuk membeli semangka.

"Ini (ambil) sekitar 2 ton. Harga variasi lah, kadang Rp 7.000, Rp 7.500," ujar Rahman.

Rahman memasarkan semangka ke sejumlah daerah di Pulau Bangka.

"Kalau saya ngisi-ngisi lapak di Pangkalpinang, isi lapak-lapak penjual buah. Sebagian ada yang kawan itu ngirim ke luar," kata Rahman.

(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.