Rakerda KONI DIY 2026, HB X Tekankan Olahraga DIY Harus Berbasis Karakter
Hari Susmayanti February 14, 2026 01:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) menjadi momentum strategis untuk merumuskan arah pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar forum rutin organisasi, melainkan ruang konsolidasi, evaluasi, sekaligus proyeksi masa depan olahraga daerah.

“Di forum inilah arah pembinaan, strategi peningkatan prestasi, serta komitmen tata kelola dirumuskan secara bersama agar olahraga DIY terus bergerak maju, berprestasi, dan berintegritas,” ujarnya saat memberikan sambutan pada Rakerda KONI DIY, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, DIY memiliki kekhasan sebagai daerah berbasis pendidikan dan kebudayaan. Karena itu, pembangunan olahraga tidak boleh hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga pada pembentukan karakter.

Dalam pandangan Jawa, lanjut Sultan, kesempurnaan hidup tercapai ketika cipta, rasa, dan karsa berada dalam keselarasan. Olahraga dipandang bukan hanya sebagai aktivitas fisik, melainkan laku disiplin yang menanamkan pengendalian diri, ketekunan, daya juang, dan sportivitas.

“Dalam setiap latihan dan pertandingan, seorang atlet sesungguhnya sedang menempa bukan hanya raganya, tetapi juga budinya. Di sinilah makna manunggal ing raga lan jiwa menemukan relevansinya,” tegasnya.

Sultan juga menekankan pentingnya pembinaan atlet secara menyeluruh dan berjenjang, mulai dari usia dini, pembibitan di sekolah, hingga pembinaan atlet elit.

Dengan ekosistem pendidikan dan perguruan tinggi yang kuat di DIY, kolaborasi antara KONI, pemerintah daerah, sekolah, dan kampus perlu diperkuat, termasuk pemanfaatan sport science dan analisis data prestasi.

Baca juga: Penjelasan Menkeu Soal Jadwal Pencairan THR ASN dan TNI Polri

Selain itu, tata kelola organisasi disebut sebagai fondasi utama. Profesionalisme pengelolaan program, akuntabilitas anggaran, dan transparansi pelaporan menjadi syarat menjaga kepercayaan publik.

“Olahraga yang berprestasi harus berjalan beriringan dengan tata kelola yang berintegritas,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum KONI DIY, KGPAA Paku Alam X menyebut Rakerda sebagai momentum strategis untuk evaluasi, konsolidasi, dan perumusan langkah konkret peningkatan prestasi olahraga daerah.

“Tantangan ke depan semakin kompleks. Peningkatan koordinasi dalam pembinaan prestasi olahraga daerah menjadi hal yang mutlak,” ujarnya.

Ia menegaskan pembinaan tidak boleh berjalan parsial. Antarbidang harus terintegrasi dan sinkron dalam perencanaan maupun pelaksanaan program. Setiap kebijakan dan alokasi anggaran harus selaras dengan target prestasi.

“Tidak boleh ada lagi ego sektoral. Yang ada adalah semangat kolektif untuk kemajuan olahraga DIY,” tegasnya.

Tantangan terdekat, lanjutnya, adalah menyukseskan PORDA 2027 sebagai barometer hasil pembinaan sekaligus ajang penjaringan atlet potensial. Penyelenggaraan harus profesional, tertib administrasi, dan berkualitas secara teknis.

Lebih jauh, KONI DIY mulai mempersiapkan target besar pada PON 2028. Untuk meraih hasil maksimal, diperlukan persiapan matang, terencana, dan berbasis evaluasi objektif.

Menurut Paku Alam X, sudah saatnya dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap cabang olahraga dan penentuan prioritas berbasis kualitas serta peluang prestasi.

Terlebih, KONI Pusat menekankan bahwa PON 2028 akan memprioritaskan nomor-nomor olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.

“Kita dituntut lebih selektif, strategis, dan berbasis data dalam menentukan arah kebijakan,” katanya.

Penguatan sistem pembinaan berjenjang, sport science, peningkatan kualitas pelatih, hingga kesejahteraan atlet menjadi agenda penting yang harus dijalankan secara konsisten.

“Semua ini membutuhkan kerja keras, kebersamaan, dan komitmen yang konsisten,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.