Musrenbang Pattallassang 2026 Bahas 80 Usulan Prioritas, DPRD dan Bappeda Siap Kawal hingga SIPD
Sudirman February 14, 2026 01:22 PM

TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pattallassang digelar di Baruga Panrannuangku, Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Sabtu (14/02/2026).

Suasana baruga tampak semarak dengan tiga balon berwarna pink dan putih berada di dasar lantai dan terpasang di setiap tiang.

Enam meja bundar tertata rapi di arena utama, lengkap dengan sajian khas berupa bosara, tempat penyajian tamu khas Makassar.

Di atas mejatersaji air kemasan, jagung, dan ubi jalar sebagai hidangan sederhana yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Pattallassang.

Para lurah se-Kecamatan Pattallassang duduk di sisi kiri baruga, sementara sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan menempati sisi kanan.

Hadir Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Takalar, Rahmansyah Lantara, bersama Kepala Dinas Pertanian Takalar, Parawansa.

Sekretaris Camat Pattallassang, Imal Fizal, juga turut mendampingi jalannya kegiatan.

Baca juga: Pegawai Kantor Camat Pattallassang Takalar Kerja Bakti Jelang Ramadan

Hadir Anggota DPRD Takalar Daerah Pemilihan (Dapil) 1 meliputi Kecamatan Pattallassang, Polongbangkeng Utara, dan Polongbangkeng Timur.

Mereka Husniah Rahaman, Darwis Sijaya, Rukmana, dan Rahmat Afandi.

Nawir Lallo, warga Kelurahan Kalabbirang yang juga mantan anggota DPRD Takalar, terlihat duduk di sisi kanan baruga bersama Kadis Pertanian Takalar.

Husniah Rahaman menegaskan pentingnya pokok pikiran (pokir) DPRD sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat.

Ia berharap usulan yang masuk melalui Musrenbang dapat diakomodir sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada konstituen.

“Sejatinya pokok pikiran ini adalah amanah dari masyarakat. Kami tidak menunggu ini harus di-E-Plus atau tidak, yang kami tunggu adalah ketika aspirasi itu masuk, bisa diakomodir sebagai bentuk pertanggungjawaban kami kepada rakyat,” ujarnya.

Dari enam usulan yang masuk di luar Musrenbang, lima di antaranya berkaitan dengan infrastruktur dan satu terkait pelayanan.

Kebutuhan infrastruktur memang mendesak, namun memerlukan dukungan anggaran yang memadai agar bisa menjadi prioritas. 

Darwis Sijaya memberikan apresiasi tinggi kepada Camat Pattallassang atas inovasi dan gagasan yang dinilai progresif dalam membangun wilayahnya.

“Apa yang kita lakukan hari ini menunjukkan bahwa Camat Pattallassang bukan camat yang biasa-biasa saja. Beliau tidak kehabisan ide dan gagasan untuk membangun kecamatan ini, baik dari sisi pelayanan maupun infrastruktur,” tegas Darwis.

DPRD Kabupaten Takalar khususnya Dapil 1 siap mengawal dan membersamai setiap program yang lahir dari Pemerintah Kecamatan Pattallassang.

“Kami satu kata: siap! Siap membersamai dan mengawal sampai tingkat kabupaten,” katanya.

Rahmat Afandi menyoroti pentingnya pengawalan usulan hingga masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

Ia mempertanyakan sejauh mana penginputan SIPD mampu mengakomodir sekitar 80 usulan kegiatan yang disebut menjadi prioritas.

“Kalau semuanya prioritas, bagaimana menyikapinya supaya progres kegiatan di masyarakat bisa cepat kita realisasikan,” ujarnya.

Rahmat juga mengapresiasi persiapan Musrenbang yang dinilainya meriah dan representatif.

“Saya kira tadi orang mau pesta. Ternyata ini Musrenbang. Artinya semangat dan keseriusan pemerintah kecamatan sangat terlihat,” ucapnya.

Camat Pattallassang Bansuhari Said Daeng Baji menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis menyatukan gagasan.

“Musrenbang ini bukan hanya forum seremonial, tetapi ruang menyamakan persepsi dan menyatukan program agar apa yang kita usulkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegas Bansuhari.

Ia menyebutkan, puluhan usulan prioritas yang muncul merupakan hasil penjaringan aspirasi dari tingkat kelurahan.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap usulan yang lahir dari bawah benar-benar terinput, terverifikasi, dan diperjuangkan hingga ke tingkat kabupaten,” tambahnya.

Bansuhari juga mengajak seluruh pihak, baik DPRD, Bappeda, OPD teknis maupun tokoh masyarakat, untuk membangun kolaborasi yang solid.

Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pembangunan di Pattallassang berjalan efektif dan tepat sasaran.

Musrenbang Kecamatan Pattallassang 2026 diharapkan menjadi fondasi kuat dalam penyusunan program pembangunan tahun mendatang.

Forum tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk mengawal setiap usulan agar tidak berhenti di meja diskusi, tetapi berlanjut hingga tahap realisasi demi kesejahteraan masyarakat Pattallassang.

 

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.