TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah melakukan pengukuhan terhadap Dewan Pimpinan MUI Sulawesi Utara, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Safira Machrusah, M.A lanjut mengukuhkan para ketua dan anggota Komisi MUI Sulut.
Total komisi di MUI Sulut ada sembilan.
Yakni Komisi Fatwa, Komisi Ukhuwah Islamiyah, Komisi Dakwah, Komisi Pendidikan dan Kaderisasi, Komisi Pengkajian Penelitian dan Pengembangan, Komisi Hukum dan HAM, Komisi Perempuan Remaja dan Kekuarga, Komisi Informasi, Komunikasi dan Digitalisasi, Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama.
Baca juga: Daftar Lengkap Nama Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Sulut Masa Khidmat 2025-2030
Beriku daftar nama para Ketua Komisi:
Komisi Fatwa (Ketua: KH. Muyassir Arif, M.Pd)
Komisi Ukhuwah Islamiyah (Ketua: H. Masrur Mustamat, S.E., M.E)
Komisi Dakwah (Ketua: Drs. H. Kudrat Dukalang, M.Pd)
Komisi Pendidikan dan Kaderisasi (Ketua: Drs. H. M.S. Anwar Sandiah)
Komisi Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan (Ketua: Prof. Dr. Ir. H. Sangkertadi, DEA)
Komisi Hukum dan HAM (Ketua: Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H)
Komisi Perempuan, Remaja dan Keluarga (Ketua: Prof. Dr. Dra. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si)
Komisi Informasi, Komunikasi dan Digitalisasi (Ketua: Drs. H. Ramli Makatungkang, M.Pd)
Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama (Ketua: KH. Mashar Kinontoa, S.Ag)
Daftar nama susunan Pengurus Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Utara Masa Khidmat 2025-2030
Ketua: K.H. Abdul Wahab Abdul Gafur, Lc
Wakil Ketua I: Prof. Dr. H. Hamdi Gugule, M.Si.
Wakil Ketua II: Dr. Drs. H. Ulyas Taha, M.Pd.
Wakil Ketua III: Dr. dr. Taufik Passiak, M.Pd.I, M.Kes.
Wakil Ketua IV: Ir. H. Hamzah Latief
Sekretaris: Dr. Muhamad Taher Tanggung, M.Si (Ex Officio)
K.H. Drs. Sofyan Alwi Lahilote, S.H., M.H.
H. Hamdi Paputungan, S.H., M.H.
Drs. H. Amin Lasena, M.AP.
Ir. H. Achmad Mulachele
H. Syarif Wakid
H. Mahmud Daud, Lc
H. Syahrul Poli, S.E.
Prof. Dr. Ishak Pulukadang
Syamsul Arifin
Qadri Yusuf
Awaluddin Pankey
Ketua Umum: K.H. Prof. Dr. Nasruddin Yusuf, M.Ag.
Wakil Ketua Umum: H. Abid Takalamingan, S.H., M.H.
Wakil Ketua Umum: K.H. Drs. H. Sya'ban Mauluddin, M.Pd.I.
Ketua: K.H. Muyassir Arif, M.Pd.
Ketua: Hj. Lutvia Alwi, S.H., M.H.
Ketua: Drs. H. Masrur, M.E.
Ketua: Drs. H. Adnan Mandiri
Ketua: Drs. H. M.S. Anwar Sandiah
Ketua: Prof. Dr. Dra. Hj. Rukmina Gonibala, M.Si.
Ketua: Drs. H. Kudrat Dukalang, M.Pd
Ketua: KH. Mashar Kinontoa, S.Ag
Ketua: Prof. Dr. H. Sangkertadi
Sekretaris Umum: Dr. Muhamad Taher Tanggung, S.HI., M.Si.
Sekretaris: Dr. Hamka Dondo, M.Pd.I
Sekretaris: Drs. Djailan Mansur, M.Pd
Sekretaris: Surianto Muarif, M.H.
Sekretaris: H. Ramli Makatungkang, M.HI.
Sekretaris: Drs. Sofyan Lapasau
Bendahara Umum: H. Mahmud Turuis, S.E.
Bendahara: Hj. M. Bahar Lengkey
Bendahara: Ir. H. Iskandar Modjo
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita ini berlangsung di Hotel Sintesa Peninsula Manado.
Adapun tema yang diusung, "Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa."
Saat kegiatan dimulai, di luar, kondisi cuaca sedang mendung. Awan gelap meliputi Kota Manado.
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya oleh seluruh peserta yang hadir.
Selanjutnya dilaksanakan ikrar pengukuhan yang dibacakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Pusat Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Nyai Safira Machrusah, M.A dan diikuti oleh seluruh pengurus.
Dalam sambutannya Nyai Safira Machrusah menyebut, Majelis Ulama Indonesia tidak pernah tidak hadir saat bangsa ini membutuhkan dan mengalami kesulitan.
"Di tengah dunia yang sedang tidak baik-baik saja, baik ecara ekonomo politik dan sosial, kehadiran MUI sebagai wadah penyejuk umat sangat-sangat berat, tapi bukan hanya umat Islam saja melainkan seluruh umat beragama di Indonesia," terang dia.
Dirinta menegaskan, MUI bukan hanya milik para pengurus yang dilantik. Melainkan milik seluruh umat Islam sebagai warga bangsa Indonesia.
"Oleh karena itu, perlu terus meningkatkan peran membersamai pemerintah sebagai Shadiqul Hukumah: bersatunya ulama dan umarah. Karena dengan begitu, negara akan makin maju, makin sejahtera. Dan akan melahirkan kedaiaman dan perdamaian," ujar dia.
Menutup penyampaiannya, Nyai Safira mengutip Surah Ali 'Imran ayat 103:
وَٱعْتَصِمُوا۟ بِحَبْلِ ٱللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا۟ ۚ
Terjemahan: "Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini