SRIPOKU.COM - Nama penyanyi cilik Gandhi Sehat tengah menjadi buah bibir setelah album terbarunya yang bertajuk "Cita-Citaku (Ga Jadi Polisi)" resmi ditarik dari seluruh platform digital sejak Jumat (13/2/2026).
Di balik kontroversi liriknya, sosok bocah asal Yogyakarta ini ternyata pernah mencuri perhatian musisi senior Vincent Rompies.
Kekaguman Vincent terhadap bakat Gandhi terungkap dalam kanal YouTube Vixtape bersama Soleh Solihun.
Baca juga: Sosok Gandhi Sehat, Penyanyi Cilik Cita-Citaku Ga Jadi Polisi yang Albumnya Ditarik dari Pasaran
Saat itu, Vincent tampak takjub membaca profil Gandhi yang sudah merilis dua album punk rock di usia yang sangat belia.
Dalam potongan video tersebut, Vincent Rompies terllihat membacakan surat yang ditullis tangan dalam album rekaman milik Gandhi Sehat.
"Gandhi Sehat, usia 5 tahun. Sudah rilis dua album punk rock. Dipengaruhi Buzzcocks, Cosmic Psychos, The Cramps, hingga School of Medicine," ucap Vincent membacakan profil tersebut.
"Proses rekaman musik Gandhi dikerjakan oleh sang ayah di rumah dengan konsep raw dan mentah—sebuah semangat budget rock yang jarang ditemukan pada penyanyi cilik masa kini. Beberapa judul lagu seperti "Brisik!!!", "Aku Sudah Besar", dan "Beli Hot Wheels" menjadi bukti kejujuran Gandhi dalam bersuara lewat musik," baca Vincent.
Buntut Kontroversi 'Ga Jadi Polisi'
Namun, kepolosan Gandhi dalam berkarya justru berujung pada penarikan album secara massal.
Lagu terbarunya yang menyinggung profesi kepolisian memicu beragam penafsiran di tengah masyarakat.
Sebagai langkah antisipasi, pihak manajemen memutuskan untuk menghapus seluruh konten dari YouTube, Spotify, dan platform streaming lainnya.
"Album ini sejak awal dibuat sebagai karya seni, berdasarkan cerita dari sudut pandang polos seorang anak usia 6 tahun," tulis manajemen Gandhi dikutip dari akun Instagram resminya.
Pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan ini diambil secara mandiri sebagai bentuk tanggung jawab kreator untuk menghindari kesalahpahaman yang lebih luas di ruang publik.
"Keputusan ini diambil tanpa paksaan dari pihak mana pun, untuk menghindari penafsiran yang tidak kami kehendaki," lanjut pernyataan tersebut.
Kini, karya-karya "punk anak" yang sempat membuat Vincent Rompies geleng-geleng kepala karena kagum itu telah menghilang dari kanal resmi, menyisakan diskusi tentang bagaimana seharusnya sebuah karya seni anak-anak diposisikan di ruang publik.***