Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Seorang warga negara asing diemukan tak bernyawa di Hotel Greenhill Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Korban diidentifikasi berinisial ML (61), seorang warga negara Kanada yang memegang lencana Polisi Militer (Military Police) negara tersebut.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, Sabtu (14/2/2026) menuturkan Jasad ML ditemukan pertama kali oleh staf hotel dalam posisi yang sekilas tampak seperti orang sedang beristirahat. Korban saat itu berada dalam kamar nomor 11 hotel tersebut.
Peristiwa ini bermula saat rutinitas pembersihan kamar dilakukan. Pada Jumat (13/2/2026), sekitar pukul 13.00 Wita, petugas housekeeping bernama Bruno Busa Lay membuka pintu kamar nomor 11. Namun, ia langsung menutupnya kembali karena rasa sungkan yang mendalam.
Baca juga: Kantor Imigrasi Akan Hadir di Kota Nagi Larantuka Flores Timur
"Setelah saya buka pintu kamar, saya lihat tamu itu dalam keadaan duduk. Jadi langsung saya tutup kembali karena saya pikir dia sedang ada di dalam dan ingin privasi," ujar Bruno saat memberikan keterangan kepada pihak kepolisian.
Kecurigaan baru benar-benar muncul 40 menit kemudian. Rekan kerja Bruno, Yuvensius Defiori, mencoba kembali mendatangi kamar tersebut untuk memastikan layanan kamar.
Setelah berkali-kali ketukannya tak direspons, ia memberanikan diri menggunakan kunci cadangan. Pintu rupanya tidak terkunci dari dalam.
Yuvensius terkejut saat melihat tubuh ML sudah terbujur kaku dengan leher terjerat tali.
"Kenapa tamu keadaannya begitu?" teriak Yuvensius panik saat menghampiri Bruno sesaat setelah melihat kejadian mengerikan tersebut.
Tim Inafis Sat Reskrim Polres Manggarai Barat tiba di lokasi pukul 14.20 Wita. Berdasarkan pengamatan petugas, kamar ditemukan dalam kondisi rapi tanpa tanda-tanda penggeledahan paksa atau perlawanan.
Kasat Reskrim Polres Manggarai Barat, AKP Lufthi Darmawan Aditya, membeberkan detail teknis posisi jenazah yang tidak biasa.
ML ditemukan duduk bersandar di dinding dekat kamar mandi, namun lehernya terikat tali yang dikaitkan ke tiang kayu penyangga lemari.
"TKP dalam keadaan bersih. Jenazah ditemukan dalam keadaan duduk tersandar pada dinding kamar sebelah kiri dekat kamar mandi dalam kondisi leher terikat seutas tali dengan ujung tali terikat ke kayu vertikal penyangga lemari dalam kamar," ungkap Kasat Lufthi.
Di dalam kamar, polisi mengamankan sejumlah barang pribadi, termasuk paspor, dompet, lencana Polisi Militer Kanada, serta dokumen asuransi CAA.
Namun, temuan yang paling krusial adalah secarik kertas yang diduga sebagai pesan terakhir korban kepada dunia.
"Ditemukan surat wasiat di dalam kamar korban," tegas sang Ajun Komisaris Polisi tersebut.
Hasil visum luar di RSUD Komodo hingga pukul 17.50 Wita memperkuat dugaan bunuh diri. Tim medis menemukan ciri klinis identik dengan gantung diri, seperti wajah ungu kebiruan (sianosis) dan lidah tergigit.
"Tidak ditemukan adanya bekas kekerasan tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Diduga kuat korban melakukan tindakan bunuh diri," tambahnya.
Saksi terakhir yang melihat korban dalam keadaan hidup adalah Venansius Aprilianus Tagang, seorang petugas keamanan (security) hotel. Ia berpapasan dengan ML pada malam hari, pada Kamis, 12 Februari 2026.
"Sekitar jam 11 malam, saya berpapasan dengan korban di area resto. Beliau membawa kantong plastik putih berisi snack, habis keluar dari hotel lalu kembali lagi. Tidak ada komunikasi, hanya sempat berpapasan," kenang Venansius tentang momen singkat sebelum kejadian tragis itu.
Kini, kamar nomor 11 telah dipasangi garis polisi sebagai area steril. Pihak berwenang masih menunggu konfirmasi dari Kedutaan Besar Kanada untuk proses pemulangan jenazah ke negara asalnya.
Meski dugaan kuat mengarah pada bunuh diri, polisi tetap mendalami motif di balik keputusan nekat pria yang baru saja merayakan ulang tahun ke-61 pada November lalu itu.
"Tadi cek TKP dan olah TKP sudah dilakukan. Tim inafis bersama piket telah membawa jenazah ke ruangan Jenazah RSUD Komodo untuk dilakukan visum lebih lanjut," tutup AKP Lufthi. (moa)