Liburan Imlek, Okupansi Hotel di Denpasar Diprediksi Naik Jadi 75 Persen
Aloisius H Manggol February 14, 2026 04:03 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Momentum libur Tahun Baru Imlek yang bertepatan dengan akhir pekan panjang diprediksi menjadi angin segar bagi pariwisata di Kota Denpasar. 

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Denpasar memperkirakan adanya lonjakan tingkat hunian kamar atau okupansi hingga mencapai 75 persen.

Ketua PHRI Kota Denpasar, Ida Bagus Sidharta Putra, menjelaskan bahwa tren positif ini sudah mulai terlihat dari data pemesanan melalui platform daring. 

Menurutnya, kenaikan okupansi diprediksi berada di kisaran lima persen dibandingkan hari biasa.

Baca juga: Mensos Sebut Pernyataan Jaya Negara Terkait Penonaktifan BPJS PBI Sangat Menyesatkan

"Momentum libur panjang cukup berpengaruh. Saat ini sudah terlihat peningkatan booking sekitar lima persen dibandingkan kondisi normal. Okupansi hotel selama periode Imlek diperkirakan mencapai kisaran 70–75 persen," kata Sidharta Putra.

Berbeda dengan pola kunjungan reguler di kawasan Sanur yang biasanya didominasi wisatawan mancanegara, libur Imlek kali ini justru menunjukkan peningkatan signifikan dari wisatawan domestik.

Baca juga: Anggota DPRD Bali Suyoga Soroti Pernyataan Mensos ke Wali Kota Denpasar: Namanya Saja Instruksi

Wisatawan asal Jakarta, Surabaya, dan kota-kota besar lainnya mendominasi tren pemesanan.


Sidharta memaparkan, secara umum komposisi pasar Sanur terdiri dari 40 persen wisatawan Eropa dan 40 persen Australia, sementara pasar domestik dan Asia hanya berkisar 10–15 persen. 


Namun, angka tersebut bergeser saat momen libur nasional.


"Pada momentum tertentu seperti Imlek atau Lebaran, porsi wisatawan domestik dapat meningkat hingga sekitar 20 persen," jelasnya.


Pola reservasi pun dinilai semakin dinamis berkat kemudahan sistem pemesanan daring. Wisatawan kini cenderung melakukan pemesanan mendekati waktu kedatangan. 


Peningkatan okupansi diprediksi akan semakin terasa pada H-5 hingga satu minggu sebelum hari raya, dengan puncak kedatangan tamu diperkirakan terjadi dua hingga tiga hari sebelum Imlek yang jatuh pada 17 Februari mendatang.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Putu Riyastiti, mengungkapkan bahwa pergerakan wisatawan memang sudah terlihat, meski angkanya saat ini masih moderat. 


Berdasarkan data sementara, tingkat okupansi hotel berbintang tercatat di angka 37,5 persen, sedangkan hotel non-bintang berada di kisaran 13,85 persen.


"Pergerakan wisatawan sudah mulai terlihat, namun belum terlalu signifikan. Biasanya peningkatan terjadi mendekati hari perayaan," ungkap Riyastiti.


Pihaknya berharap momentum libur Imlek ini dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pelaku usaha perhotelan di Denpasar. 


Riyastiti menambahkan bahwa pembaruan data okupansi akan terus dilakukan hingga H-1 jelang hari raya, sementara data final baru dapat dirangkum setelah periode liburan berakhir. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.