Terungkap Alasan Daryono Mundur dari Jabatan Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG dan Pensiun Dini
Nafis Abdulhakim February 14, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Alasan di balik keputusan Daryono melepas jabatannya sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami akhirnya terungkap.

Pejabat di lingkungan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) itu memastikan dirinya tidak hanya mengundurkan diri dari posisi strategis tersebut, tetapi juga mengajukan pensiun dini.

Keputusan itu diambil Daryono setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan yang tengah dialaminya.

Ia diketahui menderita penyakit mata berupa distrofi kornea, yakni kelainan genetik langka yang menyebabkan penumpukan zat abnormal pada satu atau kedua kornea.

Baca juga: Sosok Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pensiun Dini, Perjalanan Pendidikan Disorot

Kondisi tersebut dapat memicu gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur hingga sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

“Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ujarnya.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memutuskan mundur dan pensiun dini. (YouTube Info BMKG)

Daryono menjelaskan, saat ini dirinya masih menjalani perawatan medis sehingga harus mengambil cuti dinas sebelum resmi memasuki masa pensiun.

“Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini. Hingga 1 Mei saya masih berstatus pegawai BMKG,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026) malam.

Meski sudah tidak lagi memegang jabatan struktural, Daryono menegaskan komitmennya untuk tetap berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya terkait isu kegempaan dan kebencanaan.

Namun demikian, komitmen saya terhadap edukasi publik di bidang kegempaan dan kebencanaan tidak akan berhenti,” ucapnya.

Lebih lanjut, Daryono menyatakan tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan dan siap menjadi narasumber apabila dibutuhkan.

“Saya akan tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber sabagai pemerhati Gempabumi dan Tsunami, apabila diperlukan,” katanya.

Ia pun menegaskan akan terus berkontribusi sebagai ahli sekaligus edukator publik di bidang kebencanaan dengan tetap menjunjung nilai-nilai profesional.

“Saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.