Momen Valentine, Gen Z di Yogyakarta Berburu Outfit Bernuansa Cinta
Yoseph Hary W February 14, 2026 06:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM - Nuansa merah, merah muda (pink), dan putih mendominasi lanskap visual di berbagai pusat perbelanjaan pada Sabtu (14/2/2026), bertepatan momen hari kasih sayang atau Valentine. Tiga warna yang melambangkan gairah, kelembutan, dan kesucian ini menjadi kode universal bagi perayaan Hari Kasih Sayang atau Valentine.

Di Yogyakarta, momentum ini tidak sekadar menjadi ajang tukar kado, melainkan penanda babak baru bagi geliat industri mode lokal. 

Hal ini terlihat dari antusiasme pengunjung di gerai utama (flagship store) jenama ritel nasional, BAIQMARKET, yang baru saja meresmikan wajah barunya lewat perhelatan bertajuk “Escape to the New Journey of BAIQMARKET”.

Outfit dan pernak-pernik

Di tengah deretan etalase yang tertata apik, Nadira Putri (22) tampak sibuk mematut diri. Ia menjadi representasi konsumen Gen Z yang menjadikan hari kasih sayang sebagai momen ekspresi diri.

“Aku lagi berburu outfit dan pernak-pernik buat Valentine, jadi sengaja cari yang warna merah dan pink. Ternyata koleksinya lucu-lucu banget, banyak detail hati dan modelnya juga kekinian,” ujar Nadira.

Bagi Nadira, perubahan konsep toko yang kini lebih lapang dan tertata rapi memberikan pengalaman berbeda. “Tempatnya sekarang lebih nyaman, jadi makin betah pilih-pilih. Cocok banget buat cari look romantis tapi tetap stylish,” tambahnya.

Busana Couple

Tak hanya kaum hawa, kehadiran pelanggan pria seperti Rafa (28) menunjukkan bahwa belanja mode kini kian inklusif. Ia datang dengan misi mencari hadiah untuk pasangannya, sekaligus melihat koleksi busana pasangan (couple).

“Pilihannya cukup lengkap, dari aksesori sampai outfit. Konsep tokonya lebih modern, jadi pengalaman belanja terasa lebih seru dan enggak membosankan. Lumayan puas karena bisa dapat semuanya dalam satu tempat,” ungkap Rafa.

Peresmian wajah baru gerai yang berlokasi di Jalan Seturan Raya, Kledokan, Caturtunggal, Sleman ini bukan sekadar renovasi fisik, melainkan simbol transformasi bisnis BAIQMARKET. Berangkat dari inisiatif lokal di Yogyakarta, jenama ini sukses melakukan ekspansi ke kota-kota besar strategis seperti Jakarta, Bandung, dan Makassar.

Mengusung semangat “From Zero to Hero”, BAIQMARKET menegaskan posisinya tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga ekosistem yang memberdayakan. Komitmen membuka lapangan kerja dan mendorong industri kreatif nasional menjadi napas utama dalam setiap langkah ekspansinya.

Momentum

Founder BAIQMARKET, Baiqayesha, menjelaskan bahwa momen reopening yang bertepatan dengan Hari Valentine dan perayaan Tahun Baru Imlek ini dirancang sebagai pijakan menuju fase pertumbuhan yang lebih matang (progresif) dan berkelanjutan.

"Reopening ini merupakan representasi dari perjalanan dan evolusi BAIQMARKET. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi pelanggan sekaligus menegaskan komitmen kami untuk terus berkembang bersama masyarakat dan industri fashion Indonesia,” papar Baiqayesha yang merupakan lulusan sekolah mode ternama di Indonesia.

Dalam konsep terbarunya, BAIQMARKET menitikberatkan pada customer experience melalui pendekatan visual merchandising yang segar. Koleksi yang dikurasi pun kian variatif, relevan dengan tren global, namun tetap mempertahankan identitas jenama.

Baiqayesha menekankan bahwa kolaborasi dengan mitra kreatif dan komunitas menjadi pilar strategi pertumbuhan mereka ke depan. Melalui tema “Escape to the New Journey”, publik diajak menyambut optimisme baru, tidak hanya untuk Imlek dan Valentine, tetapi juga menyongsong momen besar Idul Fitri 2026 mendatang.

Wajah baru BAIQMARKET di Yogyakarta menjadi bukti bahwa gerai fisik (offline store) masih memiliki daya tarik kuat, asalkan mampu menawarkan kenyamanan, relevansi tren, dan pengalaman emosional yang menyentuh hati pelanggan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.