Kronologi dan Penyebab Pria Tewas di Parit SPBU Penurunan Bengkulu, Ditemukan Dini Hari
Hendrik Budiman February 14, 2026 08:47 PM

 


Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU – Terungkap kronologi hingga penyebab seorang pria ditemukan tewas di parit kawasan SPBU Penurunan, Kota Bengkulu.

Penemuan jasad korban yang pertama kali, Sabtu (14/2/2026) dini hari di dalam parit yang berada tepat di depan SPBU yang berada di Jalan Putri Gading Cempaka, Kelurahan Penurunan, Kecamatan Ratu Samban, Kota Bengkulu.

Penemuan mayat di Bengkulu ini pun langsung ditangani aparat kepolisian guna memastikan penyebab kematian korban.

Peristiwa penemuan mayat di Bengkulu bermula ketika warga sekitar melihat seorang pria tergeletak di dalam parit depan SPBU Penurunan pada dini hari. 

Kondisi korban saat itu sudah tidak bergerak, sehingga warga yang khawatir langsung melaporkan kejadian tersebut kepada personel piket Satreskrim Polsek Ratu Samban.

Laporan warga tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan cepat oleh petugas kepolisian yang segera menuju tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi penemuan mayat di Bengkulu itu, petugas langsung melakukan pengecekan awal untuk memastikan kondisi korban serta mengamankan area sekitar.

Baca juga: Identitas Mayat Pria di Parit SPBU Penurunan Bengkulu Terungkap

Situasi di lokasi sempat membuat warga sekitar berkumpul dan menyaksikan proses penanganan awal oleh aparat. 

Penemuan mayat di Bengkulu yang terjadi di area parit depan SPBU Penurunan ini menjadi perhatian karena lokasinya berada di jalur yang cukup ramai pada waktu tertentu.

Identitas korban bernama Dendi Tri Saputra (26), warga Jalan Depati Payung Negara, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.

Baru terungkap setelah pihak keluarga datang ke lokasi dan memastikan bahwa pria yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia tersebut adalah anggota keluarga mereka. 

Polisi Lakukan Olah TKP dan Identifikasi Korban

Setelah melakukan pengecekan awal, petugas kemudian menghubungi Tim INAFIS Satreskrim Polresta Bengkulu untuk melakukan identifikasi serta olah TKP secara menyeluruh. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kronologi penemuan mayat di Bengkulu sekaligus mencari petunjuk terkait identitas dan penyebab kematian korban.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi penemuan mayat di Bengkulu, petugas tidak menemukan kartu identitas maupun dokumen yang melekat pada tubuh korban.

Hal tersebut sempat menyulitkan proses identifikasi pada awal kejadian.

PS Kanit Pidum Satreskrim Polresta Bengkulu, Revi Harisona saat dikonfirmasi melalui telepon menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, korban tidak membawa tanda pengenal apa pun.

"Semalam itu kami tidak menemukan identitas korban. Namun pagi harinya pihak keluarga datang dan memastikan bahwa korban adalah anggota keluarga mereka," ungkap Revi kepada TribunBengkulu.com, Sabtu (14/2/2026).

Setelah identitas korban diketahui, proses penanganan penemuan mayat di Bengkulu pun dilanjutkan dengan prosedur medis guna memastikan penyebab kematian secara lebih rinci.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diduga berada dalam kondisi mabuk sebelum akhirnya terjatuh ke dalam parit.

Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan secara pasti penyebab kematian korban dalam kasus penemuan mayat di Bengkulu ini.

Dugaan sementara tersebut masih akan didukung dengan hasil pemeriksaan medis dan visum.

Usai proses olah TKP, jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Pemeriksaan tersebut meliputi visum luar guna memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau faktor lain yang menyebabkan kematian dalam peristiwa penemuan mayat di Bengkulu tersebut.

Langkah ini merupakan prosedur standar kepolisian dalam menangani kasus penemuan mayat di Bengkulu, terutama ketika identitas korban belum diketahui secara langsung di lokasi kejadian. 

Dengan adanya visum, penyebab kematian dapat dianalisis secara medis dan objektif.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan selesai, pihak keluarga korban akhirnya datang dan mengonfirmasi identitas korban secara resmi. 

Hal ini sekaligus mengakhiri proses pencarian identitas yang sempat dilakukan aparat sejak awal penemuan mayat di Bengkulu tersebut.

Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, jenazah Dendi Tri Saputra diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. 

Penyerahan jenazah dilakukan setelah pihak keluarga menyatakan menerima dan memahami hasil pemeriksaan awal yang dilakukan oleh kepolisian.

Peristiwa penemuan mayat di Bengkulu ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya menjaga keselamatan diri, terutama saat berada di luar rumah pada waktu dini hari. 

Aparat kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Hingga saat ini, kepolisian memastikan tidak ditemukan indikasi kuat adanya tindak kriminal dalam kasus penemuan mayat di Bengkulu tersebut berdasarkan hasil pemeriksaan awal. 

Namun, penyelidikan tetap dilakukan sebagai bagian dari prosedur standar guna memastikan tidak ada unsur lain yang terlewatkan.

Dengan berakhirnya proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga, kasus penemuan mayat di Bengkulu di parit depan SPBU Penurunan ini dinyatakan telah ditangani sesuai prosedur.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.