TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Ketua fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) di DPR RI Putri Zulkifli Hasan mendorong kebijakan pangan yang tidak berhenti pada produksi semata, tetapi juga berpihak pada petani, UMKM pangan, serta generasi muda yang mulai terjun ke sektor pangan.
Dalam festival Panfest 2026 bertema Bangsa Sehat, Bumi Kuat, Pangan Hebat, PAN menyajikan 12.000 pangan dari nusantara.
"Pangan adalah fondasi bangsa. Kalau fondasi kuat, maka bangsa ini juga kuat,” ujar Putri di Hutan Kota GBK, Senayan, Sabtu (14/2/2026).
Dia juga bicara soal simbol kuatnya persatuan di antara kader PAN untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional.
“Indonesia ini kaya. Tinggal bagaimana kita serius menjaga, memperkuat, dan memberi nilai tambah pada pangan lokal kita,” kata dia.
Dia menekankan bahwa ketahanan pangan, kesehatan rakyat, dan kelestarian lingkungan adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.
“Kalau pangannya kuat, rakyatnya sehat. Tapi kalau lingkungannya rusak, pangannya pasti terganggu. Ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan itu tidak bisa dipisahkan,” tandas dia.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan keberhasilan percepatan kedaulatan pangan nasional dengan klaim Indonesia surplus beras 4,2 juta ton pada 2025.
Pernyataan itu disampaikan Zulhas saat menghadiri PANFEST di Hutan Kota Senayan, Sabtu (14/2/2026).
Zulhas menyebut capaian tersebut terjadi setelah dirinya dipercaya sebagai Menko Pangan.
Baca juga: Dirjen Polpum Kemendagri: Bela Negara Harus Dimulai dari Diri Sendiri Lewat Aksi Ketahanan Pangan
"Tahun 2024 kita impor beras lebih dari 4 juta ton. Tahun 2025, setelah Menko Pangannya Zulkifli Hasan, kita surplus 4,2 juta ton. Tidak impor satu butir pun,” kata Zulhas dalam sambutannya.
Dia menambahkan, pada tahun ini produksi beras dan jagung ditargetkan meningkat lebih tinggi lagi. Fokus kebijakan pangan, dikatakan Zulhas, diarahkan untuk mengangkat kelompok termiskin di sektor pangan.
“Yang paling miskin itu petani, peternak, dan nelayan. Itu yang kita urus supaya swasembada pangan dan tidak miskin lagi,” kata dia.
Tak hanya pangan darat, Zulhas juga memaparkan rencana besar untuk sektor kelautan. Pemerintah, kata dia, akan membangun 20.000 hektare tambak dan mengembangkan 2.000 desa nelayan lengkap dengan pabrik es, cold storage, dan armada perahu.
“Kalau ikan banyak tapi harga jatuh, jangan dijual. Simpan di cold storage tiga sampai enam bulan. Supaya harga bagus dan nelayan sejahtera,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Zulhas turut menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima. Menurutnya, swasembada pangan menjadi fondasi agar program tersebut berjalan berkelanjutan.
Baca juga: Peran TNI AD Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional Dapat Dukungan Titiek Soeharto dan Dirut BULOG
“Kalau ikan, telur, ayam, beras sudah surplus, kita kasih makan anak-anak Indonesia. Tidak boleh ada anak Indonesia kurang gizi,” pungkas dia.
Diketahui, merujuk Badan Pusat Statistik (BPS), potensi produksi beras nasional pada periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan mencapai kurang lebih 10,16 juta ton, meningkat sekitar 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun lalu (~8,78 juta ton).
Adapun stok awal tahun 2026 mencapai sekitar 12,529 juta ton, meningkat lebih dari 200 % dibanding stok awal 2024.
Angka ini sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar ±3,248 juta ton yang dikelola oleh Bulog.