Jelang Ramadan, Hiswana Migas Perketat Pengawasan Pangkalan Elpiji 3 Kg di Lampung
Robertus Didik Budiawan Cahyono February 15, 2026 10:19 AM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Hiswana Migas Lampung bakal memperketat pengawasan distribusi elpiji 3 kilogram ke masyarakat menjelang Ramadan hingga Idul Fitri 2026.

Upaya tersebut untuk memastikan tidak adanya pelanggaran yang dilakukan pangkalan supaya ketersediaan gas elpiji 3 kilogram tetap aman.

Wakil Ketua Hiswana Migas Lampung Bidang Elpiji, Dwi Prayono memastikan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir pelanggaran yang dilakukan pangkalan.

“Jika ditemukan pangkalan yang terbukti melakukan kecurangan, akan diberi sanksi bertahap, mulai dari teguran hingga pemberhentian hubungan usaha (PHU),” tegasnya, Jumat (13/2/2026).

Sebagai bentuk transparansi, lanjut dia, di setiap papan nama pangkalan tercantum informasi layanan pengaduan. Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan melalui call center resmi Pertamina.

Baca juga: Gas Elpiji hingga Elektronik Digondol, Polisi Ungkap Kasus Pencurian di Bandar Lampung 

Dwi Paryono menambahkan jika pasokan elpiji 3 kilogram saat ini terpantau stabil, bahkan berada pada posisi lebih dari cukup.

“Untuk stok puasa dan Lebaran insyaAllah aman. Program sudah disiapkan oleh Pertamina. Dan menjelang Lebaran nanti, kami bersama Pertamina akan melakukan pengawasan langsung ke pangkalan,” ujarnya.

Menurut Dwi, jumlah agen elpiji 3 kilogram di Provinsi Lampung saat ini mencapai sekitar 180 agen.

Pada tahun 2025, terjadi penambahan lebih dari 17 agen yang tersebar di sejumlah daerah, seperti Lampung Utara, Tulang Bawang, Tulangbawang Barat, Lampung Timur, dan Tanggamus.

Seiring bertambahnya agen, jumlah pangkalan juga terus meningkat. Saat ini tercatat sekitar 8.000 pangkalan elpiji 3 kilogram yang tersebar di seluruh wilayah Lampung.

“Kami terus mendorong penambahan pangkalan, tentu dengan memenuhi ketentuan yang berlaku. Salah satunya jarak minimal 150 meter antar pangkalan,” jelasnya.

Menurut Dwi, untuk kuota distribusi elpiji 3 kg di setiap pangkalan bervariasi, dengan alokasi maksimal mencapai 2.000 tabung per bulan, sesuai kebutuhan dan penetapan dari Pertamina.

Kuota Naik

Sementara itu, kuota elpiji bersubsidi di Provinsi Lampung tahun 2026 ditetapkan sebesar 219.740 metrik ton (MT), dari usulan Pemerintah Provinsi Lampung sebelumnya sebesar 280.067 MT.

Kepala Bidang Energi pada Dinas ESDM Provinsi Lampung, Sopian Atiek mengatakan, kuota elpiji 3 kg tahun 2026 hanya mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kalau dibandingkan kuota 2025 yang sekitar 217.830 MT, kenaikannya hanya 0,87 persen atau sekitar 1.904 MT,” kata Sopian.

Ia menambahkan, pada tahun 2025 konsumsi elpiji 3 kg di Lampung tercatat melebihi kuota yang ditetapkan. Berdasarkan data, konsumsi sepanjang 2025 mencapai 235.097 MT.

Dengan kondisi tersebut, Hiswana Migas bersama Pertamina dan pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan distribusi agar pasokan LPG 3 kg tetap tepat sasaran dan mencukupi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Lebaran.

(Tribunlampung.co.id/Ryo Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.