Siswa Keracunan MBG di Polman DKPPKB Masih Tunggu Hasil Cek Lab BPOM Mamuju
Ilham Mulyawan February 15, 2026 11:47 AM

TRIBUN-SULBAR.COM -  Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat, bergerak cepat menangani dugaan kejadian luar biasa (KLB) keracunan pangan di wilayah Binuang, Kabupaten Polewali Mandar.

Pada Sabtu, 14 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WITA, dilaporkan terjadi dugaan keracunan pangan di wilayah kerja Puskesmas Binuang, tepatnya di SDN 10 Paku, Kabupaten Polewali Mandar. 

Laporan terakhir surveilans, sebanyak 21 orang mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah, pusing, sakit kepala, dan demam sekitar 15 menit setelah mengonsumsi paket MBG.

Baca juga: Daftar MBG Sebabkan 15 Pelajar di Polman Keracunan, Korban Langsung Mual dan Muntah Usai Konsumsi

Baca juga: Dinkes Polman Kirim Sampel Susu dan Bubur Kacang Ijo MBG ke BPOM Mamuju, Sebabkan 15 Siswa Keracunan

Dari jumlah tersebut, lima orang menjalani perawatan inap, lima orang mengalami gejala ringan dan tidak dirawat, serta sebelas orang telah dinyatakan sembuh. 

Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala DKPPKB Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim menegaskan bahwa jajaran kesehatan langsung melakukan penanganan cepat segera setelah laporan diterima.

Tim surveilans dan Tim Gerak Cepat (TGC) Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar bersama Puskesmas Binuang segera melakukan triase, pemberian terapi simtomatik, serta pemasangan infus bagi pasien yang membutuhkan. 

siswi di Polman keracunan MBG
KERACUNAN MBG - siswa dilarikan ke Puskesmas Binuang lantaran diduga keracunan setelah mengkonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (14/2/2026). Dok Fahrun.

Koordinasi lintas sektor juga dilakukan dengan Dinas Kesehatan kabupaten dan pihak penyelenggara distribusi makanan.

Petugas kesehatan lingkungan telah mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium, yang saat ini sedang dianalisis oleh Balai POM Mamuju guna memastikan sumber penyebab kejadian.

Hasil investigasi awal menunjukkan dugaan sementara sumber keracunan berasal dari makanan MBG yang didistribusikan pada kegiatan tersebut. 

"Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil uji laboratorium serta penyelidikan epidemiologi lanjutan," ujar Nursyamsi.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius sekaligus bahan evaluasi untuk memperkuat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program gizi masyarakat.

Ambil Sampel

Tim kesehatan dari Puskesman Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman) telah mengambil sampel makanan pada menu MBG buat siswa keracunan, Sabtu (14/2/2026).

Usai mendapat laporan adanya keracunan MBG, pihak Puskesmas Binuang mengambil sampel makanan MBG.

Ada dua sampel yang diduga kuat jadi penyebab gejala keracunan bagi sejumlah siswa.

"Yakni susu dan bubur kacang ijo kita ambil sampelnya, rencananya akan dibawa ke laboratorium," kata kepala Puskesmas Binuang, Abdul Aziz kepada wartawan.

Dia menjelaskan dua menu makanan itu dicurigai menjadi penyebab dugaan keracunan.

Susu tanpa kemasan itu kata Abdul Azis dimasukkan dalam ompreng, begitu pula dengan bubur kacang ijo.

Abdul Aziz menyebut dua sampel makanan itu memiliki aroma berbeda saat dicium.

"Kalau di konsumsi ini dua bahan makan, itu efek gejalanya pusing, mual, bahkan ada yang muntah," ungkapnya.

Dia menegaskan tim kesehatan Puskesmas Binuang telah memberikan perawatan medis kepada para korban.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, sejumlah siwa mendapat penanganan medis infus di UGD Puskemas Binuang.

Para siswa ini berasal dari SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, sempat alami gejala keracunan.

Setelah para siswa konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam ompreng distribusi ke sekolah-sekolah.

"Ada 15 siswa yang alami gejala keracunan dan kita larikan ke Puskesmas segera," kata guru SDN 010 Paku, Murni kepada wartawan.

Dia menjelaskan ada 20 siswa khusus di kelas enam SDN 010 Paku serentak makan MBG.

Sementara beberapa kelas lain belum mengkonsumsi, kata Murni, saat ada gejala langsung dihentikan.

Murni menyebut setelah siswa mengkonsumsi MBG, tiba-tiba mengalami pusing, mual dan lemah.

"Ada juga yang bolak balik masuk kamar mandi, jadi yang lemas itu ada 12 kita larikan ke Puskesmas," ungkapnya.

Disebutkan ada beberapa kelas di SDN 010 Paku belum sempat mengkonsumsi menu MBG pada hari ini. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.