Cara Jurnalis AWAS Antisipasi Abrasi, Tanam Mangrove di Pesisir Nangahale Sikka 
OMDSMY Novemy Leo February 15, 2026 12:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Arnold Welianto

POS-KUPANG.COM, MAUMERE – Para jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka (Awas) di Kabupaten Sikka turun tangan mengantisipasi persoalan abrasi yang terjadi di Pesisir Desa Nangahale, Kecamatan Talibura. 

Caranya, dengan menggandeng masyarakat setempat, Forkompinda Sikka dan TNI /POLRI untuk melakukan penanam ratusan pohon mangrove di wilayah pesisir itu. 

Selain menanam mangrove di sekitar pemukimam warga yang terdampak, para jurnalis juga  mengunjungi dua lembaga sekolah dan rumah produksi garam tradisional yang terancam akibat gelombang tinggi. 

Ketua Aliansi Wartawan Sikka, Mario WP Sina mengatakan, kegiatan penamaan mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale merupakan salah satu wujud nyata dari kepedulian para jurnalis untuk menjaga ekosistem pesisir. Karenam, wilayah pesisir Desa Nangahale yang terdampak abrasi itu bisa mengancam pemukiman warga setempat. 

"Salah satu wujud nyata dari kepedulian Aliansi wartawan Sikka untuk menjaga ekosistem pesisir, dalam hal ini daerah kawasan bakau, agar kawasan pesisir Desa Nangahale yang kita tahui bersama adalah daerah yang sering terkena abrasi, " jelasnya, Sabtu (14/2). 

Ia berharap, mangrove tersebut bisa menjadi ‘benteng alami’ menahan abrasi di kawasan pesisir Desa Nangahale. "Kita berharap bahwa, bakau ini bisa tumbuh berkembang dan bisa menjadi benteng alami, bagi kawasan pesisir Desa Nangahale, "ujarnya.

Kepala Desa Nangahale, Sahanudin mengatakan, ada dua lembaga sekolah, belasan rumah produksi garam dan puluhan rumah warga yang terdampak abrasi. Dengan kondisi itu, dia berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sikka untuk melakukan penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah itu. 

Dua lembaga sekolah itu yakni Mts Muhamadiyah Al Fatah Nangahale dan Mis Muhamadiyah Al Fatah Nangahale. Kemudian ada belasan rumah garam terancam,  puluhan rumah warga terancam juga abrasi.

“Hal ini yang kami minta kepada Pemerintah Kabupaten, paling tidak ada penanganan serius terhadap kondisi abrasi yang terjadi di wilayah Desa Nangahale," harapnya. 

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada para jurnalis yang sudah menginisiasi penanaman mangrove untuk mengantisipasi meluasnya kerusakan wilayah pesisir akibat abrasi. 

Selain penanaman mangrove, Awas juga bekerja sama dengan Bulog Maumere, menggelar pasar murah di wilayah itu, pasar murah ini menyediakan Beras, Gula Pasir dan Minyak goreng dengan harga terjangkau. 

Warga pun antusias berbelanja dan terlibat dalam penanaman mangrove di wilayah pesisir Desa Nangahale. (awk) 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.