Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), merilis studi 'Kajian Dampak Ekonomi Subsidi Transjakarta'.
Diketahui Transjakarta sudah beroperasi di Indonesia selama 10 tahun. Karena biaya yang murah membuat Transjakarta jadi transportasi umum favorit untuk masyarakat khususnya di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabkdetabek).
Melihat fenomena tersebut, Muhammad Halley Yudhistira Ph. D selaku Head Of Transport, Real Estate, and Urban Studies mengkaji 20 tahun perjalanan Transjakarta.
Studi kajian Muhammad Halley Yudhistira pun mengambil sisi dampak Transjakarta untuk ekonomi Indonesia.
Dalam studi kajiannya, Muhammad Halley Yudhistira menyebut Transjakarta memberikan dampak ekonomi yang besar bagi bangsa
"Studi ini menunjukkan bahwa Sepanjang 2015–2024, aktivitas Transjakarta menciptakan Rp73,8 triliun output ekonomi nasional (Rp62,4 triliun di DKI Jakarta)," kata Muhammad Halley Yudhistira dalam pemaparannya di acara 'Diseminasi Kajian Dampak Ekonomi Transjakarta', di Aula MPKP FEB UI Salemba, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026).
Baca juga: Kecelakaan Maut di Ciputat Tangsel: Jatuh usai Tabrak TransJakarta, Pemotor Tewas Terlindas Mobil
Dalam studinya, Halley menjelaskan bahwa Transjakarta mendorong penghematan biaya transportasi hingga Rp174,4 ribu per bulan bagi warga DKI Jakarta.
Tak hanya di Jakarta saja, Transjakarta juga memberikan penghematan sebesar Rp245,5 ribu per bulan di wilayah Non-DKI Jakarta.
"Nilai penghematan ini setara dengan proporsi pengeluaran untuk konsumsi buah-buahan, dan sekitar setengah dari konsumsi beras bulanan rumah tangga," ucapnya.
Di sisi lain, menurutnya, Transjakarta juga menciptakan sekitar 32 ribu lapangan kerja setiap tahun, serta membantu menurunkan kadar polutan berbahaya seperti PM₂.₅, CO, NO₂, dan SO₂.
"Secara umum kami mendapatkan bahwa manfaat ekonomi kesehatan akibat penurunan CO, NO2, SO2 maupun PM 2.5 itu sekitar hampir 4 Triliun per tahun. Yang mana manfaat ekonomi kesehatan tersebut diestimasikan setara dengan 0,12 persen PDRB Jakarta," jelasnya.
"Di mana dalam beberapa literatur juga mengatakan public transport mungkin memberikan manfaat lingkungan jauh atau mungkin di atas dari manfaat ekonominya," tambahnya.
"Angka ini banyak dikontribusikan oleh SO2 ya, yaitu Sulfur Dioksida, dan juga partikulat halus yang kurang dari 2,5 mikrometer," lanjutnya.
Dengan studi kajiannya itu, Muhammad Halley Yudhistira menganggap Transjakarta jadi salah satu transportasi berdampak di Indonesia.
"Transportasi adalah tulang punggung sekaligus urat nadi perekonomian, semakin baik transportasinya, semakin sehat urat nadinya, semakin kuat jantungnya, dan semakin lancar aktivitas kotanya," ujar Muhammad Halley Yudhistira.
Pemaparan studi dan kajian Muhammad Halley Yudhistira ini dihadiri oleh Suharini Eliawati selaku Asisten Perekonomian dan Keuangan Setda Provinsi DKI Jakarta, Ketua DPRD Komisi B DKI Jakarta Nova Harian Paloh.
Tak hanya itu saja, Bambang Arianto selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, David Tjahyana Advisor Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional, dan Fariz Egia Gamal content creator urbanisme turut mendengarkan studi dan kajian tersebut, serta Para Akademisi Universitas Indonesia, SKPD Pemprov DKI Jakarta, NGO dan Komunitas. (Ari).