TRIBUNBENGKULU.COM - Indra Frimawan viral gara-gara meludahi Fajar Sadboy saat jadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier yang mengudara di kanal YouTube, 6 Februari 2026.
Lantaran viral, sejumlah netizen menyerbu akun Instagram Indra Frimawan.
Hingga Minggu (15/2/2026), lebih dari 30 ribu komentar di unggahan terbaru Indra Frimawan, mayoritas berisi kecaman.
“Ingat ya, adab dulu baru ilmu,” Lisa Mariana mengingatkan di kolom komentar.
“Lucu Mas?” tanya atlet Fhirdan Guntara.
Setelah ramai dikecam, kini Indra mengatakan bahwa dirinya mundur sementara sebagai komika.
Langkah ini diambilnya demi meredam rasa amarah publik sekaligus introspeksi bagi dirinya.
"Terima kasih stand up comedy
Terima kasih untuk 10 tahun terbaik yang hadir dalam kehidupan saya.
Terima kasih untuk semua teman-teman yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu, yang selalu mendukung karir saya selama ini
Terima kasih juga untuk para penikmat karya saya yang selalu mendukung apapun yang saya berikan
Ini keputusan paling berani yang saya ambil, karena per-hari ini saya akan hiatus dulu dari dunia komedi entah berapa lama, untuk memulai petualangan baru dalam hidup saya.
Terlalu panjang jika saya jelaskan dicaption, tapi poinnya saya siap untuk memulai lagi dari titik nol.
Sekali lagi terima kasih semuanya.
Sampai bertemu lagi dengan Frimawan 2.0.
Adios amigo," tulis Indra Frimawan dikutip Tribunbengkulu.com, Minggu (14/2/2026).
Di tengah ramainya pembelaan netizen terhadap dirinya, Fajar mengaku justru tidak menyangka situasi akan berkembang sejauh ini.
Ia melihat gelombang simpati publik dengan perasaan campur aduk.
"Kayak enggak nyangka rame banget. Lagi banyak banget orang yang baik sama aku.
Ada rasa kasihan juga. Kalau kasihan sama diri sendiri itu sudah pasti, tapi juga kasihan sama Abang Indra. Udah jadi begini mau gimana lagi," ucapnya.
Alih-alih menikmati dukungan, Fajar justru menunjukkan empati kepada Indra yang kini berada di bawah tekanan publik.
Saat ditemui di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat malam (13/2/2026), Fajar menegaskan bahwa dirinya tidak menyimpan rasa sakit hati, meski aksi serupa terjadi lebih dari sekali.
"Sakit hati atau kesel enggak ada sih. Fine-fine aja sama beliau," katanya.
Ia menolak narasi bahwa dirinya menjadi korban yang terluka, dan memilih bersikap dewasa dalam menyikapi situasi tersebut.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan emosi atau perasaan Indra Frimawan saat kejadian berlangsung, Fajar mengaku tidak ingin menebak-nebak.
"Jujur aku enggak tahu isi hati seseorang. Mungkin ada rasa kesel atau apa, enggak tahu juga," lanjutnya.
Baginya, memahami isi hati orang lain bukan perkara mudah, dan ia memilih tidak menghakimi.
Menanggapi ulang video yang kembali viral, Fajar juga menyampaikan pandangannya terkait posisi dirinya dan Indra dalam dunia hiburan.
"Tentunya mungkin kalau dari aku pribadi ya, mungkin karena aku salah aja.
Beliau kan komedian, sementara aku cuma komedoan. Jadi aku respect sama beliau.
Mungkin beliau lagi pusing atau apa, tapi kita enggak tahu isi hati manusia beda-beda. Jadi ya itu bercanda," ujar Fajar.
Pernyataan ini kembali mempertegas sikap Fajar yang memilih merendah, bahkan saat publik berada di pihaknya.
Sebagai catatan, salah satu video yang kini kembali viral berasal dari sebuah podcast YouTube yang menghadirkan Indra Frimawan dan Fajar Sadboy sebagai bintang tamu.
Momen tersebut terekam sekitar menit ke-45, saat keduanya membahas podcaster favorit versi Fajar.
Potongan singkat itulah yang kemudian beredar luas, memantik ulang perdebatan tentang batas candaan di ruang publik.
Namun di tengah riuhnya kecaman, sikap Fajar Sadboy yang memilih memaafkan justru menjadi penutup yang menyejukkan bagi banyak orang.
Indra Frimawan dikenal sebagai salah satu pelawak tunggal dan aktor berbakat Indonesia.
Ia memiliki nama lengkap Benedictus Nathanael Indra Frimawan, lahir pada 13 Mei 1991.
Namanya mulai mencuat di dunia stand up comedy berkat gaya komedinya yang khas, absurd, dan tak terduga.
Sejak 2013, Indra aktif bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat, sebuah langkah awal yang menjadi fondasi penting dalam perjalanan kariernya.
Karier Indra mulai mendapat perhatian publik saat ia bersama komunitasnya mengikuti Liga Komunitas Stand Up yang diselenggarakan Kompas TV pada 2014.
Dalam ajang tersebut, Stand Up Indo Jakarta Barat berhasil melaju hingga babak grand final.
Meski harus puas sebagai runner up setelah kalah poin dari Stand Up Indo Medan, pencapaian itu menjadi batu loncatan besar bagi Indra untuk melangkah lebih jauh.
Tahun 2015 menjadi momentum penting dalam kariernya. Indra terpilih sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV musim ke-5 (SUCI 5).
Di kompetisi ini, ia bersaing dengan sejumlah komika berbakat, termasuk rekan-rekannya satu komunitas.
Dengan gaya absurd yang menjadi ciri khasnya, serta sesekali menyelipkan trik sulap sederhana seperti sulap kartu dan kipas salju, Indra berhasil mencuri perhatian penonton dan juri.
Ia melaju hingga grand final dan meraih posisi juara ketiga sebuah prestasi yang mengukuhkan namanya di kancah stand up comedy nasional.
Gaya komedi Indra dikenal bertipe one liner, yakni melontarkan kalimat-kalimat singkat yang padat namun mampu memancing gelak tawa.
Materinya sering kali tak terduga, mengandalkan permainan logika yang absurd dengan penyampaian deadpan ekspresi wajah datar tanpa banyak gestur. Di balik kesederhanaannya, tipe komedi ini menuntut ketelitian tinggi dalam penulisan materi, sesuatu yang menjadi kekuatan utama Indra.
Berkat konsistensinya, Indra juga dinobatkan sebagai Komika Persahabatan di SUCI 5. Ia pun kerap disejajarkan dengan komika absurd lainnya yang sukses menembus tiga besar SUCI.
Hingga kini, Indra Frimawan dikenal sebagai sosok komika dengan karakter unik tenang, sederhana, namun mampu menghadirkan tawa lewat cara yang tak biasa.