TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Air Bersih Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) meningkatkan kesiapsiagaan mengantisipasi lonjakan kebutuhan air bersih di kalangan pelanggan menjelang bulan suci ramadhan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan pelayanan dasar tetap berjalan optimal di tengah peningkatan pemakaian biasanya terjadi selama bulan puasa.
Kepala UPTD Air Bersih, Amiruddin, mengungkapkan, pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif menghadapi potensi gangguan distribusi air.
Baca juga: Kasus Dugaan Pencurian TBS Sawit di Mateng Polisi Sebut Terlapor dan Pelapor Saling Lapor ke Polres
Baca juga: Pemilik Kios di Mateng Kapok Jual Rokok Ilegal Usai Disidak Satpol PP
Meski demikian, ia tidak menampik kemungkinan terjadinya gangguan yang dapat muncul sewaktu-waktu.
Mulai kondisi sumber air, proses pengolahan, maupun faktor teknis di tingkat pelanggan.
"UPTD telah bersiaga menghadapi peningkatan pemakaian air selama Ramadhan," ujar Amiruddin, Kepala UPTD Air Bersih Mamuju Tengah, Minggu (15/2/2026).
Meski demikian, ia juga mengimbau pelanggan untuk turut bersiap apabila terjadi gangguan distribusi.
Menurutnya, sinergi antara pengelola dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran layanan air bersih.
Untuk itu, UPTD telah menerapkan sejumlah mekanisme penanganan apabila terjadi gangguan.
Mekanisme tersebut meliputi penyampaian informasi secepat mungkin kepada pelanggan agar dapat melakukan penampungan air, pengantaran air ke sejumlah zona terdampak, serta penanganan teknis di lapangan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Dalam upaya memperkuat koordinasi, UPTD juga membentuk Grup WhatsApp Mitra Pelanggan yang berfungsi sebagai wadah komunikasi antara pengelola dan pelanggan.
Melalui grup ini, informasi terkait gangguan maupun langkah penanganan dapat disampaikan secara cepat sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Amiruddin menegaskan, pihaknya terbuka terhadap masukan dari masyarakat.
Berbagai saran dan solusi bijak dari pelanggan akan menjadi bahan pertimbangan dalam pengoperasian lima layanan SPAM IKK, yakni Topoyo, KTM Benteng, Tobadak, Babana, dan Karossa.
Selain itu, UPTD mengimbau pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan tidak menggunakan mesin pompa air yang dapat mengganggu tekanan air dalam jaringan perpipaan.
Penggunaan alat tersebut dinilai dapat menghambat distribusi air secara merata kepada pelanggan lain.
"Dengan berbagai keterbatasan yang kami miliki, kami berharap dukungan dan kerja sama masyarakat terus terjalin demi menjaga keberlangsungan pelayanan air bersih yang optimal bagi seluruh pelanggan," pungkas Amiruddin. (*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah