TRIBUNGORONTALO.COM – Proses evakuasi mobil Toyota Fortuner GR Sport yang terbalik di kawasan Jalan Dua Susun (JDS), Jalan Pangeran Hidayat, Kota Gorontalo, akhirnya berhasil dilakukan pada Minggu (15/02/2026) sore.
Mobil derek tiba di lokasi sekitar pukul 15.17 Wita. Petugas tidak langsung menarik kendaraan tersebut, melainkan melakukan perhitungan matang terlebih dahulu karena posisi mobil yang terbalik di sisi bawah jalan dinilai cukup sulit untuk dievakuasi.
Untuk memperlancar proses, arus lalu lintas di sisi bawah jalan ditutup dari simpang empat Indomaret, sementara jalur atas tetap dibuka.
Kendaraan SUV berwarna putih dengan atap hitam itu kemudian digeser perlahan ke tengah jalan untuk mengambil jarak. Langkah ini dilakukan agar saat ditarik, mobil bisa kembali berdiri dengan posisi lebih stabil.
Setelah melalui perhitungan dan pergerakan sedikit demi sedikit, mobil akhirnya berhasil ditegakkan. Proses penarikan dilakukan oleh dua kelompok dari arah atas jalan hingga kendaraan kembali berdiri normal.
Meski berhasil dievakuasi, kondisi mobil mengalami kerusakan cukup parah. Bagian depan sebelah kanan tampak penyok berat, sementara sebagian bodi samping juga terlihat rusak akibat benturan keras.
Baca juga: Mobil Fortuner Terjungkal di JDS Kota Gorontalo, Identitas Sopir dan Penumpang Terungkap
Salah satu saksi mata, Irfan Hasan, mengaku mendengar suara benturan keras saat berada di teras Indomaret.
“Saya saat itu lagi charge HP, tiba-tiba dengar suara keras,” ujarnya.
Ia kemudian bergegas keluar dan mendapati mobil sudah dalam kondisi terguling di jalan bawah. Bersama warga lain, ia membantu proses evakuasi penumpang.
“Saya bantu dua ibu, lalu warga lain juga mulai datang,” katanya.
Menurutnya, sebelum mobil terguling terjadi situasi mendadak di jalan. Ia menyebut pengereman mendadak diduga dilakukan karena ada bentor yang tiba-tiba menghindar dari tiang dan kabel yang menjuntai ke tengah jalan.
Pascaevakuasi, situasi di JDS Kota Gorontalo telah kembali kondusif meski insiden tersebut sempat menyita perhatian warga dan pengguna jalan. (*)
Seorang saksi mata membeberkan detik-detik mencekam saat satu unit mobil Toyota Fortuner 2.8 GR Sport mengalami kecelakaan tunggal hingga terjungkal di Jalan Pangeran Hidayat (JDS), Kota Gorontalo, Minggu (15/02/2026) siang.
Kesaksian ini mengungkap bagaimana situasi di lokasi kejadian saat mobil SUV mewah tersebut berakhir dalam posisi terbalik di pinggir jalan.
Insiden yang mengagetkan warga sekitar ini terjadi tepat di kawasan depan Indomaret Jalan Dua Susun (JDS), Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah.
Irfan Hasan, salah satu warga yang berada di lokasi saat peristiwa berlangsung, menceritakan pengalamannya melihat langsung dampak dari benturan tersebut.
Saat itu, Irfan mengaku sedang berada di teras Indomaret untuk mengisi daya baterai ponsel miliknya.
Ketenangan di teras toko retail tersebut seketika pecah saat sebuah dentuman yang sangat keras terdengar dari arah jalan raya.
Irfan awalnya tidak menyadari bahwa suara tersebut berasal dari kecelakaan mobil yang cukup parah.
Sontak, ia segera mencabut pengisi daya ponselnya dan bergegas lari menuju sumber suara di luar area parkir.
Pemandangan di jalan raya saat itu sudah berubah menjadi kacau dengan posisi mobil yang sudah tidak wajar.
Irfan mendapati mobil Fortuner berwarna putih dengan atap hitam itu sudah dalam kondisi terguling di badan jalan bagian bawah.
Melihat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan serius di beberapa sisi, Irfan langsung berinisiatif memberikan bantuan.
Dalam situasi yang penuh kepanikan, ia mencoba mencari celah untuk masuk atau menjangkau bagian dalam kendaraan.
Fokus utamanya adalah memastikan apakah ada orang di dalam mobil dan bagaimana kondisi mereka pasca-benturan.
Ia berupaya membuka akses pintu atau jendela guna mengevakuasi siapapun yang terjebak di dalam SUV yang terbalik tersebut.
Tak lama kemudian, beberapa warga lain juga mulai berdatangan ke titik kecelakaan untuk ikut memberikan pertolongan.
Irfan mengungkapkan bahwa di dalam mobil tersebut terdapat dua orang perempuan yang memerlukan evakuasi cepat.
Kedua perempuan tersebut belakangan diketahui bernama Elvia Mooduto selaku pengemudi dan Astria Usman sebagai penumpang.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh warga mengingat posisi mobil yang terbalik sempurna dengan roda di atas.
Menurut pengamatan Irfan, kedua korban berhasil dikeluarkan dari dalam kabin mobil dalam kondisi selamat.
Meski selamat secara fisik, kedua perempuan tersebut tampak mengalami syok berat akibat kejadian traumatis yang baru saja mereka alami.
Berdasarkan apa yang ia amati di lokasi, Irfan juga memberikan gambaran mengenai situasi jalan sebelum mobil tersebut terjungkal.
Ia menyebutkan bahwa terjadi sebuah situasi mendadak di aspal JDS yang memicu reaksi spontan dari sang pengemudi.
Diduga kuat, mobil yang dikendarai Elvia Mooduto melakukan pengereman mendadak karena adanya hambatan di depannya.
Hambatan tersebut berupa tiga unit becak motor (bentor) yang datang dari arah berlawanan secara tiba-tiba.
Ketiga bentor yang melaju dari arah selatan itu dilaporkan mengambil jalur agak ke tengah jalan.
Manuver bentor yang melebar ke tengah jalan tersebut disebabkan oleh adanya kabel jaringan yang menjuntai rendah.
Kabel yang menjuntai hingga ke tengah jalan itu menghalangi laju normal kendaraan dari arah selatan.
Hal inilah yang memicu reaksi berantai, di mana bentor menghindar ke tengah dan mengejutkan Elvia Mooduto yang datang dari arah utara.
Dalam upaya menghindari benturan langsung dengan bentor, Elvia Mooduto membanting setir ke arah kanan.
Namun, mobil SUV bernomor polisi DM 1629 BK tersebut justru kehilangan kendali sepenuhnya saat manuver dilakukan.
Laju kendaraan yang tidak terkendali itu kemudian menghantam fasilitas umum di bahu jalan.
Tiang lampu penerangan jalan menjadi objek pertama yang dihantam oleh mobil besar tersebut.
Selain tiang lampu, sejumlah pohon pembatas jalan juga mengalami kerusakan setelah turut tertabrak oleh mobil.
Rangkaian hantaman keras terhadap tiang dan pohon itulah yang akhirnya membuat mobil terlempar dan terjungkal.
Kerumunan warga yang ingin melihat kejadian tersebut sempat membuat arus lalu lintas di kawasan JDS macet total.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengambil alih situasi untuk mengatur kelancaran jalur kendaraan.
Garis polisi dan penghalang dipasang agar warga tidak mengganggu area yang sedang dalam pengawasan petugas.
Pihak berwajib terus melakukan pendalaman terhadap kesaksian warga seperti Irfan Hasan untuk memastikan penyebab utama kecelakaan.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)