Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNCIREBON.COM, MAJALENGKA - Deru dayung memecah permukaan air hijau kebiruan di Situ Cipanten, Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Minggu (15/2/2026).
Di tengah panorama alam Situ alami tersebut, tradisi Munggahan atau penyambutan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 digelar dengan nuansa kebersamaan, wisata dan berdoa bersama.
Kegiatan ini dilakukan oleh bos ikan Koi Hartono Soekwanto bersama artis Irfan Hakim, Panji Petualang, Kapolres Majalengka Rita Suwadi, artis asal Majalengka Oghel, serta Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka Rachmat Kartono dan pihak lainnya.
Baca juga: Jelang Leg Kedua Persib Bandung vs Ratchaburi, Bojan Hodak Gelorakan Kebangkitan
Dalam kesempatan itu, Irfan Hakim juga menebar puluhan ikan koi peranakan miliknya ke Situ Cipanten.
Momen pelepasan koi disambut tepuk tangan pengunjung yang memadati area situ, menambah semarak suasana wisata.
“Ini munggahan bareng bos koi sekaligus silaturahmi. Waktu tebar ikan koi kemarin belum sempat menyapa semua warga, hari ini jadi momen yang pas, makanya kita kesini lagi” kata Irfan.
Tak hanya itu, Panji Petualang turut menyedot perhatian dengan atraksi ular tak berbisa.
Aksi edukatif tersebut disaksikan lebih dari 2.000 pengunjung yang memadati kawasan wisata Situ Cipanten, menjadikan munggahan terasa seperti perayaan rakyat.
Sementara itu, Bos Koi, Hartono Soekwanto mengungkapkan kegiatan yang bertajuk munggahan ini sebagai bentuk silaturahmi ke masyarakat Majalengka dan meningkatkan daya tarik wisata Majalengka.
Baca juga: Munggahan Ramadan 1447 H, SBY Sapa Warga dan Kader Partai Demokrat Jabar di Kuningan
Ia juga berpesan agar masyarakat menjaga kebersihan dan kualitas air, tidak membuang sampah, sabun, atau limbah ke danau
“Saya berani menaruh koi yang bagus-bagus di sini karena airnya bersih, alami, dan tidak tercemar. Potensi mata air dan luas situ ini sangat ideal,” kata Hartono.
Ia kemudian mengungkap pengalaman spiritual yang menjadi alasan kuat dirinya menghibahkan koi bernilai tinggi ke Situ Cipanten.
Menurut Hartono, pengalaman spiritual itu berupa penampakan Prabu Siliwangi. Hal itu atas bimbingan guru spiritual yang dimilikinya.
Kepala Desa Gunung Kuning, Rudi Yudistira menambahkan, Situ Cipanten dikelola oleh BUMDes dan memberikan dampak positif bagi ekonomi desa.
“Sejak ada kegiatan-kegiatan seperti ini, kunjungan wisata meningkat signifikan, UMKM warga ikut bergerak,” ujarnya.
Menurut Rudi, dengan kolaborasi tokoh nasional, artis, dan pemerintah daerah, tradisi munggahan di Situ Cipanten tak hanya menjadi ritual menyambut Ramadhan, tetapi juga memperkuat posisi destinasi wisata alam Majalengka sebagai ruang kebersamaan, budaya, dan hiburan keluarga.