POS-KUPANG.COM, JAYAPURA - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih menjadi teror yang mengganggu keamanan, kenyamanan dan menciptakan ketakutan di bumi Papua.
Dalam sepekan, teror kelompok separatis itu meningkat. Mereka melakukan serangan secara acak di berbagai provinsi Pulau Papua.
Aksi mereka mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari warga sipil, anggota TNI hingga pilot dan kopilot pesawat.
Organisasi yang juga dikenal sebagai Papua Merdeka itu tercatat telah melancarkan 4 kali serangan di berbagai kabupaten berbeda di Papua, yakni Mimika (Papua Tengah), Puncak Jaya (Papua Tengah), Yahukimo (Papua Pegunungan) dan Boven Digoel (Papua Selatan).
Sebanyak 4 korban meninggal dunia, sementara 3 orang lainnya luka-luka.
Serangan pelaku berdampak pada terganggunya mobilitas serta pelayanan dasar. Hal ini dikarenakan akses jalan ditutup sementara, guru dan tenaga kesehatan dievakuasi, hingga penerbangan di bandara dihentikan sementara.
Penembakan di Area PT Freeport Mimika
Anggota KKB awalnya melakukan penyerangan terhadap rombongan kendaraan PT Freeport Indonesia (FI), Rabu (11/2) sekitar pukul 15.00 WIT. Rombongan ditembak di area jalan tambang PT FI Mile 50, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
"Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 area PT FI. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal," ungkap Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto.
Mereka melancarkan serangan saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura dan Kodim 1710/Mimika melakukan patroli pengamanan. Pelaku menyerang kendaraan yang ditumpangi karyawan PT Freeport dan aparat keamanan.
Kontak tembak antara aparat TNI dengan OPM terjadi hingga mengakibatkan anggota TNI berinisial Serka AC gugur. Serangan pelaku juga membuat Sertu H dan karyawan PT Freeport inisial HR mengalami luka.
"Serka AC gugur dalam kontak tembak tersebut, dan Sertu H mengalami perdarahan pada hidung, sedangkan satu warga sipil HR (karyawan PT FI) mengalami luka tembak dan dalam perawatan," terang Tri.
Aksi teror OPM membuat PT Freeport Indonesia terpaksa menutup sementara akses jalan utama menuju Tembagapura. Pihak perusahaan tidak ingin mengambil risiko lebih jauh sampai situasi dianggap kembali kondusif.
"Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup," kata Vice President Corporate Communications PT Freeport Indonesia, Katri Krisnati dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Katri mengatakan, keselamatan karyawan dan pihak terkait menjadi prioritas di wilayah kerja Freeport Indonesia. Pihak perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan usai penyerangan tersebut.
"Kami adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan dan semua pihak di wilayah kerja PTFI. Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini," jelasnya.
Penyerangan Pesawat Sipil di Boven Digoel
Pesawat Smart Air dengan nomor registrasi PK-SNR ditembak KKB pimpinan Elkius Kobak di Bandara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan Rabu (11/2). Dari hasil olah TKP, pelaku menyerang saat pesawat baru mendarat dan hendak melanjutkan perjalanan ke Yahukimo.
"Saat pilot melakukan start engine, sekitar kurang lebih 20 orang pelaku muncul dari arah penginapan bandara dengan membawa senjata api dan melepaskan tembakan dari jarak sekitar 200 meter ke arah pesawat," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, Jumat (13/2).
Para penumpang yang baru turun dari pesawat pun berlari menyelamatkan diri, termasuk pilot Egon Irawan dan kopilot Baskoro. Sayangnya, pilot dan kopilot yang berlari menuju rumah warga di sekitar bandara, dikejar dan ditangkap pelaku.
"Tidak lama kemudian, korban (pilot dan kopilot) ditangkap dan dibawa kembali ke area landasan, lalu dilakukan penembakan terhadap oleh para pelaku," terang Faizal.
Hasil olah TKP juga mengungkap kondisi kerusakan pesawat akibat tembakan pelaku. Aparat gabungan menemukan 2 selongsong peluru dan 1 butir amunisi di landasan Bandara Koroway Batu.
"Ditemukan sebanyak 13 lubang bekas tembakan pada badan pesawat. Para saksi juga mengaku tidak mengenali para pelaku dan menduga bahwa pelaku bukan merupakan warga setempat," jelasnya.
Serangan pelaku berdampak pada psikologis masyarakat hingga 39 warga dilaporkan mengungsi ke distrik berbeda di Kabupaten Mappi. Rinciannya, 33 orang mengungsi di Distrik Obaa dan 6 orang lainnya berada di Distrik Senggo.
Sementara itu, Ketua Komnas HAM Anis Hidayah mengatakan, teror KKB berpotensi berdampak pada lumpuhnya pelayanan dasar, seperti pendidikan dan kesehatan. Hal ini dikarenakan sejumlah guru dan tenaga kesehatan (nakes) dilaporkan mengungsi akibat teror para pelaku.
Komnas HAM pun mendesak aparat penegak hukum segera menindak tegas para pelaku penembakan pesawat Smart Air. Pemerintah daerah setempat juga diminta melakukan upaya perlindungan dan pemulihan bagi para korban jiwa maupun luka.
"Dampak dari peristiwa ini, sejumlah guru dan tenaga kesehatan dilaporkan mengungsi karena khawatir adanya eskalasi lebih lanjut. Kondisi ini dikhawatirkan mengganggu akses layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan," jelas Anis Hidayah dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Sementara itu 9 guru dan nakes yang berasal dari Distrik Koroway, Boven Digoel, dilaporkan telah dievakuasi ke Jayapura, Papua, imbas penembakan pesawat Smart Air. Mereka tiba di Bandar Udara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (12/2) sekitar pukul 16.42 WIT.
"Kedatangan 9 tenaga pengajar dan medis ini merupakan langkah pengamanan diri pasca-aksi kebrutalan kelompok kriminal bersenjata," kata Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra dalam keterangannya, Jumat (13/2).
Penembakan pesawat Smart Air turut berdampak pada penutupan sementara Bandara Koroway Batu. Penerbangan disetop sementara demi keamanan dan akan kembali dibuka sampai situasi dianggap kondusif.
"Untuk sementara, penerbangan dari Tanah Merah menuju Bandara Koroway Batu dihentikan hingga situasi dinyatakan sepenuhnya aman," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Kamis (12/2).
Aparat gabungan TNI-Polri diturunkan melakukan pengamanan di wilayah sekitar bandara. Yusuf menyebut sebanyak 20 personel Satgas Operasi Damai Cartenz diterjunkan dan dibantu oleh 12 anggota Kopasgat TNI AU.
"Koordinasi lanjutan juga dilakukan dengan jajaran TNI AD untuk penguatan pengamanan, mengingat wilayah tersebut merupakan bandara perintis yang selama ini melayani akses vital masyarakat pedalaman," imbuhnya.
Penyerangan Mobil Tangki di Yahukimo
Sopir truk tangki, Suwono (62) ditembak KKB di jalur poros Dekai menuju Lopon, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (12/2) siang. Korban yang mengemudikan truk tangki didampingi seorang kenek untuk membawa suplai air bersih ke masyarakat di wilayah Lopon.
"Di tengah perjalanan, korban ditembaki dari arah pinggir jalan dan mengalami luka tembak di punggung sebelah kiri," ucap Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Faizal melanjutkan, korban yang terkena tembakan masih berupaya melanjutkan perjalanan. Beruntung, korban dan keneknya bisa sampai ke lokasi tujuan.
"Meski dalam kondisi terluka, korban bersama seorang kenek yang mendampinginya tetap melanjutkan perjalanan hingga berhasil mencapai Lopon untuk menyelamatkan diri," jelasnya.
Aparat yang menerima laporan bergerak menuju lokasi untuk mengamankan korban. Sopir truk tangki itu sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SUD Dekai lalu dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura.
"Korban sempat dalam kondisi kritis dan menjalani tindakan medis awal sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua di Jayapura untuk mendapatkan penanganan lanjutan yang lebih komprehensif," jelasnya.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan, aparat sempat mendapati tiga sampai empat orang mencurigakan saat tiba di lokasi kejadian. Mereka melarikan diri dengan menyeberangi Kali Biru dan masuk ke area hutan.
"Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, dugaan mengarah pada kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang berasal dari wilayah Yahukimo. Aparat masih mendalami identitas dan keterkaitan kelompok tersebut guna memastikan proses hukum berjalan optimal," jelas Yusuf.
Serangan ini berpotensi berdampak pada terganggunya jalur distribusi logistik. Aparat keamanan pun disiagakan di jalur strategis demi menjamin distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan dengan pengawalan yang memadai.
"Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 memastikan situasi keamanan tetap terkendali dan mengimbau masyarakat agar tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi," jelasnya.
Penyerangan Penjaga Kios di Puncak Jaya
Pria bernama Ahmad Gunawan (41) tewas ditembak KKB di sebuah kios korban di Kampung Mopigi Distrik Ilu, Puncak Jaya, Kamis (12/2). Korban yang merupakan warga asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), itu diserang saat menjaga kios.
"Warga Maros, Sulawesi Selatan meninggal dunia setelah mengalami luka tembak di bagian leher kiri yang tembus ke rahang kanan," kata Kasatgas Humas Ops Damai Cartenz 2026 Kombes Yusuf Sutejo kepada wartawan, Sabtu (14/2).
Penembakan bermula saat korban sedang berada di kios. Korban kemudian didatangi dua orang pelaku yang melepaskan tembakan menggunakan senjata api laras pendek jenis revolver.
Korban sempat dirawat di RS Mulia, namun belum dapat menjalani operasi karena kondisi medis belum stabil akibat pendarahan dan pembengkakan. Korban meninggal karena kondisinya yang semakin kritis.
"Kami turut berbelasungkawa atas meninggalnya saudara Ahmad Gunawan. Tim masih melakukan pendalaman terhadap identitas dan jaringan pelaku," kata Yusuf.
Yusuf mengklaim identitas pelaku sudah dikantongi. Dia menegaskan pelaku penembakan warga sipil tersebut berbeda dengan KKB yang kerap beroperasi di Koroway maupun Yahukimo.
"Kami tegaskan, ini kelompok yang berbeda dan penanganannya dilakukan secara terpisah sesuai karakteristik wilayah operasinya," jelasnya. (*)