Hasil Investigasi Diskes Bandar Lampung Soal Ratusan Murid Diduga Keracunan MBG
Noval Andriansyah February 15, 2026 10:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan (Diskes) Bandar Lampung mengungkap hasil investigasi awal terkait kasus ratusan murid dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, diduga keracunan MBG.

Satu di antaranya, yakni tempat pengolahan belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), karena ada beberapa standar teknis yang masih harus dipenuhi.

Diketahui, ratusan murid siswa dari tiga sekolah di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026).

Adapun tiga sekolah yang siswanya dilaporkan mengalami gejala serupa yakni SDN 4 Sumberejo, SD Al Munawaroh, dan SMPN 14 Bandar Lampung.

Saat ini, Diskes Bandar Lampungmasih menunggu hasil uji lab dari sampel makan para siswa yang diduga keracunan MBG, untuk memastikan apakah para siswa dan tenaga pengajar tersebut keracunan makan atau hal lain.

Baca juga: Ratusan Siswa di Bandar Lampung Diduga Keracunan MBG, Dinkes Tunggu Hasil Lab

Kepala Dinkes Kota Bandar Lampung, Muhtadi Arsyad Tumenggung mengungkapkan, ketiga sekolah itu menerima pasokan makanan dari satu titik pelayanan yang sama di wilayah Kemiling.

"Laporan pertama kami terima dari wilayah kerja Puskesmas Kemiling terkait adanya siswa yang mengalami diare secara bersamaan," ujar Muhtadi, Minggu (15/2/2026).

Muhtadi menjelaskan, gejala muncul setelah para siswa dan guru mengonsumsi menu MBG berupa nasi, ketimun, anggur, tumis sayur, dan telur ceplok saus lada hitam.

"Gejala paling cepat muncul Rabu sore. Rata-rata diawali demam dan sakit perut, kemudian muntah dan diare. Ada juga yang awalnya mata bengkak dan gatal, lalu disusul demam," jelasnya.

Hasil investigasi sementara, ketiga sekolah tersebut diketahui menerima pasokan dari satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sama di Kecamatan Kemiling.

Secara fisik, fasilitas pengolahan makanan dinilai cukup baik. Namun, terdapat kendala administratif yang membuat izin operasional belum dapat diterbitkan.

"Tempat pengolahan tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) karena ada beberapa standar teknis yang masih harus dipenuhi. Oleh karena itu, rekomendasi izin belum diterbitkan," kata Muhtadi.

Saat ini, Dinkes Bandar Lampung masih menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel air dan sisa makanan yang telah diamankan.

Pengujian dilakukan untuk memastikan apakah sumber permasalahan berasal dari bahan baku atau proses pengolahan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes menginstruksikan Puskesmas setempat untuk proaktif memantau kondisi korban yang menjalani rawat jalan.

Selain itu, investigasi menyeluruh terhadap alur produksi makanan di SPPG terkait juga akan dilakukan.

Dinkes mendorong seluruh penyedia jasa boga agar melengkapi perizinan kesehatan sebelum beroperasi penuh guna menjamin keselamatan publik.

Diduga Keracunan MBG

Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes dari Puskesmas Kemiling, di SDN 4 Sumberejo tercatat 77 siswa, 9 guru, dan 1 orang tua guru mengalami keluhan diare.

Sementara di SD Al Munawaroh, sebanyak 64 siswa, 11 guru dan penjaga sekolah, serta 1 orang tua guru turut terdampak.

Total dari dua sekolah itu mencapai 163 orang yang mengalami keluhan dan kini dalam pemantauan Puskesmas Kemiling. Dari jumlah itu, lima orang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Dua guru dirawat di RS Graha Husada dan Klinik Idsa Medika, satu orang tua guru dirawat di RS Bumi Waras, serta dua murid dirawat di RS Bhayangkara dan RS Bintang Amin.

Dinkes juga melakukan verifikasi atas dugaan kasus serupa di SMPN 14 Bandar Lampung. Hasil pendataan menunjukkan 43 orang melaporkan gejala.

Sebanyak 37 orang menjalani rawat jalan, sementara enam lainnya harus dirawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan, yakni RS Bintang Amin, RS Bumi Waras, RS Beleza, dan Puskesmas Kemiling.

( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.