Hujan di Tengah Cuaca Panas dan Karhutla di Kampar, BMKG Ungkap Fenomena MJO dan Rossby Ekuator
M Iqbal February 16, 2026 12:29 AM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Hujan turun di wilayah Kampar, Minggu (15/2/2026). Hujan turun di tengah cuaca panas melanda dan maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 


Kepala Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) Kampar, Adi Candra Lukita mengatakan, hujan lebat turun di sejumlah wilayah Kampar.


Hujan juga terpantau turun di lokasi karhutla Jalan Niaga Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. "Info dari lapangan, hujan turun di lokasi kebakaran lahan Desa Rimbo Panjang ," katanya kepada Tribunpekanbaru.com. 


Menurut dia, pada hari sebelumnya areal kebakaran sekitar 10 hektare tersebut tinggal mengeluarkan asap. Api di permukaan tanah (surface fire) sudah padam.


Pihaknya juga memantau kondisi terkini karhutla di Desa Karya Indah Kecamatan Tapung seluas dua hektare. Ia belum mendapat laporan terbaru dari lapangan tentang titik api di areal tersebut. 


Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mengungkap fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) dan Gelombang Ekuatorial Rossby atau Rossby Ekuator penyebab hujan.


"Kejadian hujan lebat di wilayah Riau dalam beberapa hari ini terjadi karena adanya fenomena Madden Julian Oscilation (MJO) dan Gelombang Ekuatorial Rossby yang sedang aktif," ujar Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru dalam keterangan kepada Tribunpekanbaru.com, Minggu siang. 


Menurut penjelasan itu, fenomena tersebut berkontribusi pada potensi pembentukan awan hujan. Sehingga dapat menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat.


"Kami mengimbau untuk masyarakat tetap menjaga kesehatan, dan selalu gunakan perlengkapan hujan jika beraktivitas di luar ruangan," imbau BMKG Pekanbaru.


Berdasarkan referensi dari BMKG, MJO merupakan suatu gelombang atau osilasi non seasonal yang terjadi di lapisan troposfer. Gelombang bergerak dari barat ke timur dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari. MJO sangat berdampak terhadap kondisi anomali curah hujan di wilayah yang dilaluinya.


Sementara gelombang Rossby Ekuator adalah fenomena pada fluida, baik di atmosfer maupun lautan. Gelombang bergerak ke arah barat dan berputar secara berpasangan.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sihombing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.