"Mau Hidup atau Mati?". Perampok di Kebasen Banyumas Ancam dan Pukul Korban, Beraksi saat Hujan
rika irawati February 16, 2026 09:07 AM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Dua perampok menyatroni rumah Parsiti (70), seorang lansia pemilik rumah di Desa Karangsari, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026) tengah malam.

Tak hanya menggasak uang tunai dan emas hampir 100 gram, pelaku juga menganiaya pemilik rumah.

Parsiti dan anaknya, Parno (44), mendapat ancaman sebelum akhirnya dipukul dan diikat menggunakan lakban.

Kepala Dusun Karangsari Ikung menuturkan, perampokan sekitar pukul 23.30 WIB itu terjadi saat kawasan tersebut diguyur hujan deras.

Kondisi ini membuat kejadian tak diketahui warga sekitar.

Kedua perampok itu diduga masuk ke rumah korban melalui jendela bagian depan.

Mendengar suara mencurigakan, Parsiti terbangun dan keluar kamar.

"Masuk lewat jendela depan, terus ibunya keluar melihat, lalu langsung dipukuli."

"Setelah itu, diikat pakai lakban," kata Ikung kepada Tribunbanyumas.com, Senin (16/2/2026). 

Menurut Ikung, perampok itu juga mengancam korban dengan kalimat "Mau hidup atau mati?".

Baca juga: Dua Perampok Satroni Rumah Lansia di Kebasen Banyumas, Gasak Uang dan Emas Hampir 100 Gram

Mendengar keributan, anak Parsiti, Parno, juga keluar kamar.

Namun, dia juga lagnsung diserang dan dipukuli pelaku. 

Keduanya kemudian diikat menggunakan lakban.

Setelah korban tak berdaya, kedua perampok itu mencari sendiri harta benda di dalam rumah. 

Aksi tersebut berlangsung sekitar setengah jam.

"Mereka nyari sendiri posisi hartanya." 

"Uang, emas, sama ATM juga diambil."

"Emasnya sekitar 95 sampai 100 gram," jelasnya.

Buru Pelaku

Sementara itu, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Silalahi mengatakan, perampokan itu dilaporkan ke polisi pada Minggu (15/2/2026) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

Menurut Petrus, saat beraksi, perampok itu mengancam kedua korban menggunakan senjata tajam.

"Saat korban keluar kamar, dua pelaku yang sudah berada di dalam rumah langsung melakukan penganiayaan, mengikat tangan korban menggunakan lakban, serta mengancam dengan senjata tajam jenis celurit," jelasnya.

Baca juga: Detik-detik Perampokan di Kotayasa Banyumas: Masuk Kamar Ikat Tangan Korban, Uang Arisan Ikut Dibawa

Kedua pelaku kemudian mengambil uang tunai sebesar Rp7.350.000, sejumlah perhiasan emas yang masih dalam pendataan, serta tiga kartu ATM milik anggota keluarga korban yang disertai nomor PIN.

Setelah pelaku pergi, korban bersama anaknya berhasil melepaskan ikatan sekitar pukul 00.45 WIB. 

Mereka kemudian meminta tolong kepada keluarga yang tinggal di belakang rumah dan melaporkan perampokan ini kepada perangkat desa dan kepolisian.

Menurut Petrus, Unit Reskrim bersama SPKT Polsek Kebasen yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Mereka juga memeriksa sejumlah saksi, serta berkoordinasi dengan Unit Inafis dan Tim Resmob.

"Saat ini, kami terus mengintensifkan pengumpulan keterangan dari pelapor maupun para saksi sekaligus memburu keberadaan terduga pelaku," ujar Petrus. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.