TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Suasana mencekam terjadi saat Pohon Beringin di areal depan Puri Kantor Ubud, Gianyar, Bali tumbang, Minggu 15 Februari 2026.
Sebab pohon besar berusia sekitar 300 tahun itu menimpa bangunan, tiang listrik, di tengah aktivitas lalu lintas Ubud yang ramai.
Tak ayal, terdapat sejumlah kendaraan yang menjadi korban, namun beruntung tidak sampai menelan korban jiwa.
Pohon yang selama ini sangat dirawat dengan baik oleh keluarga Puri Kantor Ubud itu pun menyisakan misteri.
Baca juga: TIMPA Bale Bengong hingga Bale Kulkul Usai Beringin Bersejarah Puri Kantor Ubud Tumbang!
Tepat di bawah pohon beringin tersebut, terdapat satu pelinggih.
Ketika bangunan di sekelilingnya porak-poranda akibat hantaman pohon, pelinggih ini tampak utuh, tidak tergores sedikit.
Pengelingsir Puri Kantor Ubud, Tjokorda Gede Asmara Putra Sukawati mengatakan, pasca kejadian ini, pihaknya akan menggelar rapat keluarga, meminta petunjuk terkait terjadinya bencana ini.
"Setelah ini, tentu akan ada rapat keluarga pasca kejadian ini, untuk meminta petunjuk terkait kejadian ini. Selama ini, pohon sangat dirawat, pemangkasan dan pembersihan tanaman parasit yang menempel di pohon rutin kami lakukan, bahkan sampai meminta bantuan BPBD Gianyar," ujarnya.
Berdasarkan data Polsek Ubud yang dihimpun, Senin 16 Februari 2026, pohon tersebut memiliki ketinggian kurang lebih 25 meter.
Pohon ini tumbang dimulai dari dahan bagian selatan terlebih, menimpa tembok penyengker Puri Kantor, tembok Restaurant Queens of India, serta satu unit mobil Toyota Avanza Veloz bernomor polisi B 1803 TRO.
Sekitar dua menit kemudian, dahan bagian utara kembali tumbang dan menimpa merajan bale bengong depan Puri Kantor, satu unit mobil Daihatsu Terios bernomor polisi DK 1989 PN, serta bangunan Circle K dan Restaurant Arabian Knight yang berada di depan Puri Kantor.
Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara, mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan penanganan setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu menerima informasi, personel Polsek Ubud langsung turun ke lokasi bersama anggota BPBD Kabupaten Gianyar untuk melakukan pengamanan area, evakuasi, serta pembersihan pohon dan ranting yang melintang di tengah jalan. Kami juga melakukan pengaturan lalu lintas untuk menghindari kemacetan,” ujarnya.
Dalam peristiwa tersebut, kata dia, tidak ada korban jiwa.
Namun, kerugian material cukup signifikan, di antaranya kerusakan pada dua unit kendaraan serta sejumlah bangunan.
Mobil Daihatsu Terios milik Nengah Sudiarsa mengalami pecah kaca depan, penyok pada pintu depan, serta lecet pada body bagian depan kanan.
Sementara mobil Toyota Avanza Veloz milik Wu Chiu Yen mengalami pecah kaca depan dan penyok pada pintu depan kanan hingga tidak dapat ditutup.
Sekitar pukul 18.45 WITA, arus lalu lintas di Jalan Suweta mulai dibuka kembali untuk mengurangi kemacetan, meskipun kondisi listrik di sekitar lokasi masih padam.
Kompol I Wayan Putra Antara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama saat cuaca ekstrem.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan segera melaporkan apabila melihat pohon yang rawan tumbang, guna mencegah terjadinya kejadian serupa,” ujarnya. (*)